Balas Dendam, AN Bacok Pembunuh Ibunya yang Baru Keluar Penjara Hingga Tewas, Sebulan Mengintai
Murhan September 12, 2026 11:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Simpan dendam, seorang pria membacok nelayan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Muhammad Hasan (46) hingga tewas.

Hasan dibacok saat melintas di Jalan Proyek, Dusun Pesisir, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kamis (10/9/2026) dini hari.

Polisi mengungkap, kasus tersebut diduga berkaitan dengan dendam lama yang dipendam AN (27), tersangka pembunuhan Hasan.

Sebelum melancarkan aksinya, AN disebut telah mengamati aktivitas korban selama sekitar satu bulan.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, tersangka mempelajari kebiasaan korban sejak Agustus 2026.

Pengamatan itu meliputi aktivitas korban saat pergi melaut, rute yang biasa dilalui, hingga lokasi korban memarkir sepeda motornya.

Menurut polisi, aksi tersebut berkaitan dengan kematian ibu tersangka pada 2015.

Baca juga: Dua Tetangga Saling Bacok Hingga Luka-luka, Warga Panik Tak Berani Melerai, Dipicu Soal Saluran Air

Ibu AN sebelumnya disebut menjadi korban penganiayaan berat hingga meninggal dunia.

Dalam perkara tersebut, Hasan disebut sempat menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Setelah Hasan keluar dari penjara, AN diduga menyimpan niat membalas dendam atas kematian ibunya.

"Setelah korban keluar, AN memiliki niat membalas dendam atas kepergian ibunya," ujar AKBP Anang, Jumat (11/9/2026).

Korban Tewas di Lokasi

Dendam yang telah dipendam itu diduga berujung pada aksi pembacokan terhadap Hasan.

AN disebut menggunakan celurit untuk menyerang korban.

Akibat serangan tersebut, Hasan mengalami sejumlah luka bacok pada bagian kepala, pipi, bahu, hingga pinggul.

"Korban meninggal dunia di lokasi kejadian," terang AKBP Anang.

Setelah menyerang korban, AN kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.

Namun, pelarian tersangka tidak berlangsung lama.

Polisi berhasil menangkap AN pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, atau sekitar tujuh jam setelah pembunuhan terjadi.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya sepeda motor milik korban, tas hitam yang berisi telepon seluler dan uang tunai, serta pakaian korban.

Polisi juga menyita sebilah celurit yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa Hasan.

Celurit tersebut memiliki panjang pisau sekitar 33 sentimeter dan lebar 3,5 sentimeter.

Sementara bagian pegangannya terbuat dari kayu berwarna cokelat dengan panjang sekitar 14 sentimeter.

Atas perbuatannya, AN dijerat Pasal 459 KUHP.

"Atas perbuatannya, AN dijerat Pasal 459 KUHP dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun," tegas AKBP Anang.

Jangan Simpan Rasa Dendam

Anda pernah disakiti seseorang dan sulit untuk memaafkannya? Jangan terlalu lama menyimpan rasa sakit hingga menimbulkan dendam. 

Menyimpan rasa dendam kepada seseorang tidak ada manfaatnya. Dendam kepada seseorang justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. 

Sebaliknya, memberikan maaf akan membuat hati lega dan membuat energi positif dalam diri Anda.

"Kita semua memiliki orang-orang yang tidak kita suka, apakah berdampak buruk dengan menyimpan perasaan marah pada mereka?" ujar Psikolog, Seth Meyers. Menurut Meyers, ada beberapa alasan mengapa menyimpan rasa dendam itu tidak baik bagi kesehatan.

Membuat stres

Sebuah studi menunjukkan, menyimpan rasa dendam dan berpikir negatif, tidak bagi kesehatan mental. Menyimpan rasa dendam juga dapat meningkatkan rasa cemas hingga frustasi. 

Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Psychological Science menemukan bahwa berpikiran negatif bisa memicu stres. Denyut jantung dan tekanan darah Anda akan lebih tinggi daripada mereka yang mau memberikan maaf.

Berdampak pada kesehatan fisik

Rasa dendam ternyata tak hanya berdampak buruk bagi pikiran, melainkan kesehatan fisik. 

Para peneliti dari Medical College of Georgia menemukan bahwa orang yang mengaku menyimpan rasa dendam selama bertahun-tahun berisiko terkena  penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri lambung, dan sakit kepala.

Coba untuk memaafkan

Ketika Anda memilih untuk bermusuhan kepada seseorang, coba tanyalah pada diri anda sendiri, apakah seseorang ini penting bagi kehidupan Anda. Bicarakan lah terus terang ketika Anda merasa terluka atau sakit hati.

 Jangan dipendam terlalu lama di hati.

Ini bisa membantu Anda melupakan rasa sakit yang pernah ada. Anda juga bisa kembali fokus terhadap hal yang lebih penting di kehidupan Anda.

Memaafkan mungkin sulit untuk Anda. Coba lah untuk melupakan rasa sakitnya terlebih dahulu. Energi negatif dalam diri Anda akan hilang serta membuat sehat jiwa dan raga.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.