Pengeroyok yang Tewaskan Warga Pejompongan Belum Ditangkap, Keluarga Korban Diumrohkan Sosok Rahasia
Musahadah September 12, 2026 12:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiyawan dan melukai Faturrohman di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat seusai demo di DPR 27 Agustus 2026, hingga kini belum tertangkap. 

Polisi baru merilis dua sketsa wajah yang berperan aktif dalam pengeroyokan maut tersebut.

Sketsa wajah keduanya ditampilkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers pada Rabu (2/8/2026), namun hingga kini perburuan dua sosok itu belum membuahkan hasil. 

Di bagian lain, keluarga Bambang Setiyawan dan Faturrohman kini tengah menunaikan ibadah umrah sejak Rabu (9/9/2026) lalu.

Juru bicara keluarga sekaligus guru Fatur, Ahmad Fahmi, membenarkan kabar bahwa kedua keluarga diberangkatkan umrah oleh seorang yang ingin memberikan bantuan.

Baca juga: Ini Sketsa Wajah 2 Terduga Pengeroyok Bambang hingga Tewas usai Demo 27 Agustus Ricuh, Diburu Polisi

"Alhamdulillah saat ini keluarga Pak Bambang dan Fatur lagi menunaikan ibadah umrah sama keluarga. Saat ini posisi lagi di Madinah," kata Fahmi saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Fahmi, kondisi Fatur yang sempat mengalami luka-luka saat ini sudah mulai berangsur membaik.

Saat ini, Fatur sudah selesai menjalani rawat inap dan bisa menjalankan ibadah umrah bersama orangtuanya selama kurang lebih 12 hari.

Selain itu, dua putra dari almarhum Bambang beserta istrinya juga turut berangkat menjalani umrah.

"Kalau Fatur berangsur-angsur pulih, sekarang umrah bareng sama Wisnu dan Yoga (putra almarhum Bambang), dengan istri almarhum juga, alhamdulillah," ucap Fahmi.

Adapun keberangkatan Fatur ke Tanah Suci yang memakan waktu kurang lebih 12 hari ini tentu membuatnya harus kembali absen dari sekolah.

Namun, Fahmi sebagai guru dan perwakilan sekolah mengaku tak mempermasalahkannya dan memberikan kelonggaran penuh, mengingat Fatur merupakan korban penganiayaan yang membutuhkan pemulihan.

Menurut Fahmi, Fatur bukan hanya membutuhkan pemulihan secara fisik, tetapi juga secara mental agar kembali stabil karena sempat mengalami trauma.

"Kita dari pihak sekolah sangat maklum kalau beliau masih dalam masa recovery. Mungkin kalau masalah fisik kan bisa berangsur-angsur pulih, tapi kan mentalnya kan kita enggak tahu. Bisa jadi kan selama 12 hari di Madinah itu, mentalnya malah jadi lebih baik karena banyak ibadah," jelas Fahmi.

Sosok Sponsor Dirahasiakan

Fahmi mengungkapkan bahwa memang ada sosok yang mensponsori keberangkatan umrah kedua keluarga tersebut.

Namun, pihak keluarga memilih untuk merahasiakan identitas sosok yang memberangkatkan mereka.

"Iya, ada (yang memberangkatkan). Tapi saya kurang paham siapa-siapanya gitu. Karena pihak keluarga juga enggak berkenan bercerita tentang siapa-siapanya, saya juga enggak enak mendahului," ungkap Fahmi.

Fahmi pun memandang ibadah umrah ini sebagai bentuk hadiah dan pelipur lara bagi kedua keluarga yang baru saja tertimpa musibah.

"Intinya bersyukur, kedua keluarga sangat senang. Saya anggap udah rezeki, karunia bagi kedua keluarga, berkah dari Allah swt," tuturnya.

Kini, Fahmi meminta agar masyarakat mendoakan yang terbaik bagi kedua keluarga agar ibadah yang dijalankan berlangsung lancar.

Fahmi pun mengaku tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya melihat Fatur bisa selamat dan kini beribadah di Tanah Suci.

Selain itu, ia juga mengaku meminta kepada anak-anak almarhum Bambang untuk terus mengirimkan doa kepada sang ayah dari Tanah Suci.

"Semuanya ada hikmahnya lah ya. Terlepas dari apa yang Fatur alami yang begitu berat, ya Pak Bambang dan keluarganya juga begitu berat atas semua ujian-ujian ini. Ya Allah berkehendak lain," sambungnya.

Detik-detik Bambang Tewas Dikeroyok Massa

MENINGGAL - (kiri) Sudarsih, istri dari Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menjadi korban tewas saat kericuhan pecah di kawasan itu pada Kamis (27/8/2026) malam.
MENINGGAL - (kiri) Sudarsih, istri dari Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang menjadi korban tewas saat kericuhan pecah di kawasan itu pada Kamis (27/8/2026) malam. (tribun jakarta)

Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir tewas di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Bambang Setiyawan tewas diduga akibat dianiaya sekelompok orang perusuh yang masuk di wilayah Pejompongan Raya, setelah demonstrasi di gedung DPR RI. 

Sebelum kejadian itu, Bambang masih berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Istri Bambang, Sudarsi (56) mengatakan, sekitar pukul 16.30 WIB ia meminta suaminya menutup dagangan setelah melihat massa mulai ramai.

"Saya lihat massa udah dari sana udah banyak, akhirnya saya bilang sama bapaknya, 'Itu massa udah banyak', saya bilang tutup. Pas dia melihat, 'Oh ya udah, tutup'. Saya bantuinlah," ujar Sudarsi saat ditemui di rumah duka, Jumat (28/8/2026).

Setelah itu, Bambang mengantar seseorang yang sakit ke Rumah Sakit Pelni bersama anaknya. Ia kembali ke rumah sekitar pukul 21.00-21.30 WIB.

Setelah situasi dinilai aman, Bambang kembali keluar menuju tokonya di lokasi kericuhan. Namun, ia tak kunjung pulang.

Sekitar pukul 04.00 WIB, keluarga mengetahui Bambang meninggal setelah anaknya mengenali sang ayah dalam video yang beredar di media sosial.

Dalam video yang diperlihatkan kepada Kompas.com, tampak sejumlah pria membawa kayu. Seorang pria terlihat diseret dan dipukuli sekelompok pria.

Sudarsi mengatakan keluarga tidak melihat langsung kejadian tersebut.

"Justru kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita nggak tahu," tuturnya.

Jenazah Bambang kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri sebelum menuju rumah duka di Bendungan Hilir.

Fatur Babak Belur Dikeroyok

Saat kericuhan terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Fatur mengatakan sedang berada di dalam gang rumah.

Tak lama kemudian, sejumlah orang yang terlibat dalam kericuhan masuk ke area tersebut.

"Setelah itu mendorong saya sampai jatuh, (mereka) masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya," ungkap Fatur saat ditemui Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Fatur mengaku sempat menjelaskan ia merupakan warga setempat. Namun, sekelompok orang tersebut tetap membawanya keluar dari gang.

"Ya sudah saya ngomong ini saya warga sini. Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar," kata Fatur.

Setelah ditarik keluar dari gang, Fatur mengaku langsung dipukuli oleh sejumlah orang yang berada di lokasi.

"Langsung narik ke luar, dan langsung disamperin sama teman-temannya digebugin saya," ujar dia. 
Fatur kemudian dibawa ke kawasan DPR.

Di lokasi tersebut, ia mengaku mendapat intimidasi dan dipaksa mengakui sebagai provokator dalam kericuhan.

Ia juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan di beberapa bagian tubuhnya.

"Ada pemaksaan. Ada (pemukulan) di bagian dada, terus punggung, kepala," ujar dia.

Selain dipukul menggunakan tangan kosong, Fatur menyebut dia juga dipukul menggunakan benda tipis yang disebutnya menyerupai pisau atau penggaris.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.