TRIBUNNEWS.COM - Vagina kering saat melakukan aktivitas intim tidak hanya dialami perempuan yang sudah memasuki masa menopause.
Kondisi tersebut juga dapat terjadi pada perempuan usia reproduktif dan menyebabkan rasa tidak nyaman hingga nyeri saat berhubungan seksual.
Medical sexologist dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS, mengatakan vagina kering pada usia reproduktif merupakan kondisi yang perlu diperhatikan karena pada usia tersebut kadar estrogen umumnya masih cukup tinggi.
"Problem pembasahan vagina itu juga bisa terganggu pada usia reproduktif," ujar dr. Binsar dalam wawancara program Bugar Seksual di Kantor Tribunnews redaksi Solo, Jawa Tengah, dikutip pada Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, kondisi vagina yang kering pada usia produktif dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk penyakit pada organ reproduksi maupun penyakit di luar masalah obstetri dan ginekologi.
Salah satu penyebabnya adalah adanya kista ovarium, tumor, atau kondisi tertentu yang membuat perempuan harus menjalani operasi hingga organ reproduksinya diangkat.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kadar estrogen menurun sehingga pembasahan vagina ikut berkurang.
Selain itu, penyakit seperti hipertensi dan diabetes yang sudah dialami sejak usia muda juga disebut dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan berpengaruh terhadap kadar estrogen.
Dr. Binsar menjelaskan, pembasahan vagina memiliki fungsi penting saat melakukan aktivitas intim.
Salah satu fungsinya adalah untuk mencegah terjadinya perlukaan pada dinding vagina.
Cairan pelumas alami tersebut membantu membuat dinding vagina menjadi lebih licin sehingga mengurangi gesekan.
"Tujuannya vagina basah itu apa? Supaya tidak terjadi perlukaan," jelasnya.
Karena itu, vagina yang kering dapat membuat aktivitas intim terasa tidak nyaman dan bahkan menimbulkan rasa sakit.
Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, pengalaman yang menyakitkan dapat memicu trauma dan kecemasan pada perempuan.
Dr. Binsar juga menegaskan bahwa anggapan vagina yang baik adalah vagina yang kering merupakan mitos.
Menurutnya, kondisi vagina yang terlalu kering justru dapat membuat perempuan merasa tidak nyaman atau kesakitan.
Baca juga: Kehamilan dan Menyusui Bisa Pengaruhi Kesehatan Gigi, Dokter Jelaskan Penyebabnya
Dr. Binsar menyarankan perempuan yang mengalami kondisi tersebut untuk terlebih dahulu mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan pemeriksaan medis.
"Setiap kondisi yang mengakibatkan vagina kering yang sudah saya sebutkan tadi segera cari pengobatan," jelasnya.
Pemeriksaan dapat dilakukan kepada dokter obstetri dan ginekologi atau dokter kandungan.
Jika ditemukan adanya penurunan estrogen, dokter dapat mempertimbangkan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Sementara bagi perempuan yang masih berada pada usia reproduktif, dokter perlu mencari penyebab vagina kering terlebih dahulu.
Penanganannya dapat berupa peningkatan libido apabila memang berkaitan dengan gairah seksual, pengobatan penyakit yang mendasari, maupun penanganan faktor psikologis.
Jika terdapat masalah dalam hubungan rumah tangga atau faktor psikologis, konseling dengan psikolog atau psikiater juga dapat menjadi bagian dari penanganan.
Baca juga: Apakah Vagina Basah itu Normal atau Tidak? Ini Tips Cara Mengatasinya
Selain masalah hormonal dan penyakit tertentu, faktor psikologis juga dapat memengaruhi respons seksual perempuan.
Kecemasan, trauma, maupun ketakutan dapat membuat perempuan mengalami masalah dalam aktivitas seksual.
Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bahkan dapat berkaitan dengan vaginismus, yakni kondisi ketika otot di sekitar vagina menegang secara tidak terkendali sehingga aktivitas seksual dapat terasa sakit atau sulit dilakukan.
Faktor psikologis cukup dominan pada sejumlah kasus vaginismus.
Penanganannya dapat dilakukan melalui terapi seksual maupun konseling sesuai kondisi pasien.
Baca juga: Banyak Ibu-ibu Termakan Gosip, Kemudian Lakukan Operasi Reparasi Vagina
Peran pasangan juga tidak kalah penting ketika perempuan mengalami vagina kering.
Pasangan sebaiknya memberikan dukungan dan mendorong perempuan untuk mendapatkan pemeriksaan maupun pengobatan apabila diperlukan.
Dengan demikian, masalah vagina kering tidak semakin menjadi beban psikologis yang dapat memperburuk kondisi seksual.
Gangguan pembasahan vagina pada usia reproduktif dapat ditangani dengan mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penatalaksanaan yang tepat.
(Tribunnews.com/Oktavia WW)