"Begitulah sepak bola" - Harry Kane tepis pembicaraan soal paceklik gol saat bintang Bayern Munchen capai tonggak 150 gol dan memburu sejarah Bundesliga
Hendra Wijaya September 15, 2026 07:45 AM

Harry Kane menertawakan anggapan bahwa dirinya sedang mengalami penurunan ketajaman setelah kembali mencapai tonggak bersejarah dalam kemenangan susah payah Bayern Munchen atas SV Elversberg. Kapten Inggris itu sekali lagi memperlihatkan naluri klinisnya, membungkam para pengkritik yang mempertanyakan start lambatnya di kompetisi domestik.

Kane akhiri paceklik mini dengan gol penentu yang klinis

Kane kembali mencatatkan namanya di papan skor Bundesliga, mengakhiri apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai periode mandul yang langka bagi penyerang produktif tersebut. Setelah gagal mencetak gol dalam dua laga domestik pembuka musim 2026-27—kemenangan meyakinkan 5-1 atas Stuttgart dan hasil imbang mengecewakan 0-0 melawan Schalke—kapten Inggris itu menjawab pada saat yang paling dibutuhkan. Menghadapi Elversberg yang tampil tangguh, Kane menghadirkan momen berkualitas tinggi untuk memastikan kemenangan 2-1 bagi raksasa Bavaria itu.

Kandidat Ballon d'Or tersebut mencetak gol kemenangan yang krusial dengan penyelesaian yang sangat klinis, setelah tendangan melengkung luar biasa Maurice Krattenmacher dari tepi kotak penalti sempat mengancam memberi satu poin bagi pendatang baru di kasta tertinggi itu. Gol penentu yang dilepaskannya dengan tegas itu merupakan gol ke-150 miliknya dalam 153 pertandingan kompetitif bersama sang juara rekor.

Bintang Inggris itu tetap tenang di bawah tekanan

Terlepas dari kebisingan dari luar terkait dua laga Bundesliga tanpa gol, Kane tetap sangat tenang saat membahas performanya. Penyerang berusia 33 tahun itu, yang sepanjang kariernya terbiasa mengabaikan narasi media, menegaskan bahwa ia tidak pernah kehilangan keyakinan pada kemampuannya untuk berkontribusi bagi kesuksesan tim. "Begitulah sepak bola," ujarnya. "Kadang-kadang Anda harus menunggu sedikit lebih lama daripada yang Anda inginkan. Tetapi menyenangkan bisa mencetak gol hari ini dan membantu kemenangan. Itu adalah tiga poin penting. Tidak mudah bermain di sini. Elversberg adalah tim yang bagus, jadi kami senang dengan kemenangan ini."

"Kami banyak membicarakan skuad kami. Saat ini, kami semua bugar dan sehat, dan itu berdampak besar pada tim. Kami punya banyak pertandingan dalam waktu yang singkat. Dengan gaya bermain dan intensitas kami, penting untuk memiliki pemain-pemain yang segar. Tidak masalah siapa yang menjadi starter atau masuk dari bangku cadangan – semua orang harus siap memberikan 110 persen."

Rekan setim dan lawan dibuat kagum oleh jimat Inggris itu

Rekan-rekan setim Kane cepat memberikan pujian atas konsistensi kualitasnya, dengan Aleksandar Pavlovic menyoroti kemampuan teknis yang terlibat dalam gol kemenangan tersebut. "Harry menyelesaikannya dengan luar biasa," kata gelandang itu. "Dia menyukai gerakan kecil itu; dia cukup sering melakukannya. Dia mengeksekusinya dengan brilian, sejujurnya. Saya senang bisa mengalirkan bola kepadanya dan kami bisa membawa pulang tiga poin bersama kami."

Kekaguman terhadap Kane juga menjalar ke kubu lawan, ketika pelatih kepala Elversberg Vincent Wagner dibuat takjub oleh insting predator sang penyerang. Wagner mengakui bahwa kemudahan yang diperlihatkan mantan pemain Tottenham itu dalam melakukan aksinya adalah hal yang membedakannya dari penyerang lain di sepak bola dunia. "Dia juga membuatnya terlihat tanpa usaha – Anda akan berpikir dia melakukan hal semacam itu setiap saat!" kata Wagner.

Sejarah menanti dalam laga melawan Union Berlin

Narasi seputar Kane kini bergeser dari dugaan paceklik gol menuju perburuan tonggak sejarah lainnya. Saat Bayern bersiap menghadapi Union Berlin pada Jumat malam, sang penyerang berada di ambang bergabung dengan kelompok elite. Setelah kini mengoleksi 99 gol di kasta tertinggi Jerman, gol liga berikutnya akan membawanya mencapai angka 100. Kemenangan pada Jumat juga akan memberi Bayern peluang untuk sementara melompati Augsburg, Borussia Dortmund, dan Freiburg demi merebut kembali posisi puncak klasemen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.