Bagaimana Cara Imunisasi Gigi Anak? Ternyata Tidak Perlu Disuntik
Whiesa Daniswara September 12, 2026 01:19 PM

TRIBUNNEWS.COM - Istilah imunisasi gigi anak mungkin terdengar seperti prosedur yang melibatkan suntikan.

Namun, anggapan tersebut ternyata tidak tepat.

Imunisasi gigi pada anak bukan dilakukan dengan menyuntikkan sesuatu ke dalam gusi, melainkan melalui sejumlah tindakan pencegahan yang diaplikasikan langsung pada permukaan gigi.

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak dari Klinik Cahaya Mitra Solo, drg. Jenny Megawati, Sp. KGA, menjelaskan bahwa salah satu caranya adalah dengan mengoleskan bahan tertentu pada gigi.

"Kalau yang pertama, kita hanya mengaplikasikan, dioles-oleskan saja, misalnya dengan fluor varnish," jelas drg. Jenny kepada jurnalis TribunHealth.com, Melia Istighfaroh, dalam podcast program MOMSPIRATION di Kantor Tribunnews Solo, Klodran, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Senin (16/6/2025).

Mengoleskan Fluoride hingga Kalsium pada Gigi

Menurut drg. Jenny, perlindungan gigi anak dapat dilakukan melalui aplikasi bahan tertentu pada permukaan gigi.

Salah satunya menggunakan fluor varnish yang diaplikasikan dengan cara dioleskan.

Selain fluoride, dokter gigi juga dapat melakukan aplikasi topikal menggunakan kalsium pada kondisi tertentu.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan gigi anak dan membantu memberikan perlindungan terhadap risiko kerusakan gigi.

Baca juga: Mengenal Imunisasi Gigi Anak, Apa Artinya dan Kenapa Penting bagi Anak?

"Seperti mengoleskan juga dengan topikal aplikasi untuk kalsium," kata drg. Jenny.

Dengan metode tersebut, orang tua tidak perlu membayangkan imunisasi gigi seperti imunisasi pada umumnya yang menggunakan jarum suntik.

Fisur Gigi Geraham Bisa Dilapisi

Selain aplikasi fluoride dan kalsium, perlindungan gigi anak juga dapat dilakukan dengan memperhatikan bagian gigi yang memiliki celah atau lekukan dalam.

Bagian tersebut disebut fisur, yang banyak ditemukan pada permukaan gigi geraham. Bentuknya dapat dibayangkan seperti lekukan atau garis-garis pada permukaan lantai.

Pada sebagian anak, fisur pada gigi geraham bisa cukup dalam. Kondisi tersebut membuat sisa makanan lebih mudah terselip dan sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi.

"Kalau fisurnya dalam, itu akan mudah jadi tempat bersembunyi sisa makanan," jelas drg. Jenny.

Sisa makanan yang tertinggal kemudian dapat menjadi tempat yang mendukung aktivitas bakteri.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya karies yang bermula dari bagian fisur gigi.

Mengenal Tindakan Fissure Sealant

Untuk membantu melindungi fisur yang dalam, dokter gigi dapat melakukan tindakan yang disebut fissure sealant atau pelapisan fisur.

Dalam prosedur ini, fisur pada permukaan gigi dilapisi menggunakan bahan seperti tambalan cair.

Lapisan tersebut membuat permukaan fisur menjadi lebih tertutup dan licin sehingga sisa makanan tidak mudah masuk dan tertinggal di dalamnya.

"Yang akan kita lapisi dengan satu tambalan cair itu supaya tertutup, supaya licin. Nah, itu di situ sehingga tidak mudah terserang karies," ujar drg. Jenny.

Fissure sealant terutama dapat dipertimbangkan pada gigi yang memiliki fisur dalam dan berisiko menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan.

Imunisasi Gigi Anak Tidak Menggunakan Jarum

Salah satu hal yang perlu dipahami orang tua adalah bahwa tindakan yang disebut sebagai imunisasi gigi anak tersebut tidak dilakukan dengan menyuntikkan vaksin ke gusi.

Perlindungan gigi dilakukan melalui aplikasi bahan pada permukaan gigi, termasuk fluoride, kalsium, maupun pelapisan fisur sesuai kebutuhan anak.

Hal ini juga membuat prosedur tersebut relatif tidak menakutkan bagi anak, terutama bagi mereka yang merasa cemas ketika melihat jarum suntik.

"Betul, tidak suatu tindakan yang sebetulnya tidak menakutkan untuk anak," ungkap drg. Jenny.

Karena itu, orang tua tidak perlu langsung khawatir ketika mendengar istilah imunisasi gigi.

Yang terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter gigi anak untuk mengetahui kondisi gigi dan menentukan tindakan pencegahan yang sesuai.

Dengan perawatan dan pemeriksaan gigi secara rutin, risiko karies pada anak dapat lebih dini diketahui dan dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.