TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (12/9/2026).
Api dalam kejadian tersebut dengan cepat merambat dari satu rumah ke bangunan lainnya. Hingga pembaruan terakhir, sebanyak 17 bangunan terdampak akibat kebakaran tersebut.
Data terbaru mencatat 11 rumah habis terbakar, satu rumah mengalami rusak berat, dua bangunan gudang rusak berat, serta dua rumah rusak ringan. Selain itu, satu bangunan mushola juga mengalami kerusakan ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo, Sumekto Hendra Kustanto, mengatakan pihaknya mendapat informasi kebakaran setelah api diketahui membesar dan mulai merambat ke bangunan lain.
"Kebakaran hari kejadian sekitar tengah 9. Dari satu rumah merambat ke rumah lain," kata Sumekto.
Informasi mengenai kebakaran juga cepat tersebar melalui media sosial. Setelah menerima laporan, petugas langsung dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
"Kerahkan 3 unit damkar dan 3 suplai," ujarnya.
Sumekto mengatakan penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api.
"Disebabkan ini masih kita selidiki nanti ada laboratorium forensik," jelasnya.
Namun, berdasarkan kondisi di lokasi, api diketahui bermula dari satu rumah kemudian merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya.
Proses pemadaman tidak sepenuhnya berjalan mudah. Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah kepadatan kendaraan di jalur menuju kawasan Dieng.
"Kendala jelas pertama hari sabtu banyak kendaraan wisata menuju Dieng otomatis memperlambat kita," kata Sumekto.
Selain kepadatan lalu lintas, kondisi permukiman juga menjadi tantangan. Jarak antar rumah yang cukup berjauhan membuat petugas membutuhkan waktu dan selang yang cukup panjang untuk menjangkau titik api.
Baca juga: Pengalihan Arus Lalu Lintas Kota Semarang saat MTQ Nasional Sore Nanti
Meski demikian, menurut Sumekto, ketersediaan air tidak menjadi kendala utama selama proses pemadaman.
Dalam peristiwa tersebut, seorang warga berusia 29 tahun menjadi korban dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Setjonegoro Wonosobo.
Korban diketahui berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi. Ia sempat berupaya memadamkan api sendiri sebelum akhirnya mengalami luka bakar.
"Korban bernama Afif Marzuki mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan kini mendapatkan penanganan medis," ungkapnya.
BPBD Wonosobo juga menyiapkan posko bagi warga yang terdampak kebakaran. Posko tersebut ditempatkan di Balai Desa Tieng.
BPBD Wonosobo mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim kemarau panjang.
"Jangan tinggalkan kompor kalau pergi sebelum mati dan selalu cek jaringan listrik," imbaunya. (ima)