BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dampak kekeringan di Kabupaten Kotabaru turut dirasakan petani di Desa Langkang Baru, Kecamatan Pulaulaut Timur.
Padi yang dipanen tahun ini hasilnya menyusut drastis, karena banyak yang kopong dan tidak berisi.
Dituturkan petani setempat, Amat, mulai proses perawatan hingga panen tahun ini cukup berat.
Karena berpacu dengan musim kemarau, sehingga pertumbuhan rumpun padi secara vegetatif tidak maksimal dan berujung panen yang sedikit.
Belum lagi setelah padi mulai berisi, hama burung pipit dan sejenisnya juga turut menyerang.
"Saat dipanen, bulir padi banyak yang menghitam. Mungkin kurang air dan jadi ringan sekali, " ungkap petani yang menanam varietas unggul Pandan Sari ini, Sabtu (12/9/2026).
Baca juga: Harga Beras Jenis Sirang di Pasar Keraton Tapin Naik Rp1.000, Pedagang Sebut Stok Mulai Berkurang
Amat pun menjelaskan, dari tiga karung gabah usai dirontok, setengah hingga satu karungnya hampa.
Kondisi serupa juga rata-rata dirasakan petani lainnya yang ada di sekitar pertanian Trans Karang Sari Indah.
Sementara itu, ditambahkan Arun, petani lainnya, mereka yang tanam lebih awal masih busa bersyukur karena bisa tetap panen.
Ia juga prihatin melihat padi milik petani yang tanam belakangan, karena bisa dipastikan gagal panen. Sebab kurangnya pengairan.
"Ya beginilah kondisinya, karena hanya mengandalkan tadah hujan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)