BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah video diduga pengeroyokan, hebohkan grup media sosial masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Ngeri! diterima kabar adanya keribvtan pada malam hari di Jl. A. Yani--> Jl. Simpang Ulin (tidak jauh dari kamar janazah), BJM. 12/9 ±4.06 Wita
Begitu kalimat pengantar pada akun Instagram @banuafyp yang mengunggah video tersebut pada hari ini, Sabtu (12/9/2026) siang.
Pada video yang direkam secara jarak jauh dari sebuah mobil yang melintas, terlihat sejumlah anak muda mengeroyok seseorang sebaya mereka.
Para pelaku menggunakan semacam kayu. Atau mungkin juga ada senjata tajam.
“Ih kasihannya,” ucap suara pria dalam video.
“Satpamnya bediam aja. Pak, tolongi pak!” teriak perempuan dari dalam mobil.
Postingan video ini langsung menuai aneka respons dari Warganet setempat.
Mereka menulis di kolom komentar akun tersebut. Berikut di antaranya.
“Uma kenapa ini,” tanya akun @dewibungas89.
“urang batimpasan,” sahut @imulkuin91.
“padahal ada pos polisi disitu sing ganalan,” timpal @iksanfahrurazi.
“Bujur harus nya polisi bejaga,mun satpam kd besenjata,” kata @nazmasoraya.
Di antara Warganet pengikut akun tersebut, rupanya ada yang berprofesi sebagai sekuriti atau satpam.
Dia pun sampaikan penjelasan kenapa seakan tak berbuat apa-apa saat ada insiden tersebut.
“Kami tugasnya di mall, ya manjagai jangan sampai masuk mall,” ujar @herrymhmmd_
“nah dasar bujur dan kita sebagai Security selagi kda bikin ulah di tempat kerja yg kita jaga,” tambah @muhammad_benny92.
“Mungkin maksudnya satpamnya bisa bantu telp polisi kada mesti turun tangan kelokasi,” tutur @___milah
Sampai saat ini, Banjarmasinpost.co.id belum mendapatkan informasi lengkap dan jelas terkait insiden tersebut dari pihak-pihak terkait.
Mengutip dari beberapa sumber, termasuk Instagrm Divisi Humas Polri, saat melihat pengeroyokan atau tawuran bersenjata, hal utama yang harus dilakukan adalah menjaga keselamatan diri sendiri dengan cara menjauh dari lokasi dan segera melapor ke pihak berwajib.
Berikut adalah langkah-langkah penting yang harus dilakukan:
1. Prioritaskan Keselamatan Diri
Jangan mendekat atau mencoba melerai secara langsung, terutama jika massa membawa senjata tajam atau benda tumpul.
Cari tempat berlindung yang aman dan jauh dari jangkauan kelompok yang sedang bertikai.
Jangan ikut, berteriak, atau merekam terlalu dekat yang dapat menarik perhatian atau memicu kemarahan para pelaku.
2. Hubungi Pihak Berwenang
Layanan Kepolisian 110: Segera hubungi nomor darurat kepolisian bebas pulsa untuk melaporkan lokasi, jumlah massa, dan jenis senjata yang terlihat.
Layanan Darurat 112: Anda juga bisa menghubungi nomor panggilan darurat terpadu jika berada di wilayah yang mendukung layanan tersebut.
Lapor RT/RW atau Keamanan Setempat: Jika berada di lingkungan permukiman, informasikan kepada warga, pos ronda, atau pengurus lingkungan terdekat.
3. Dokumentasikan dari Jarak Aman (Jika Memungkinkan)
Jika situasi memungkinkan dan Anda berada di tempat yang benar-benar tersembunyi atau aman, rekam atau foto kejadian sebagai barang bukti.
Jangan melakukan swafoto atau menggunakan lampu kilat (flash) agar keberadaan Anda tidak diketahui.
Serahkan rekaman tersebut kepada pihak kepolisian sebagai bahan penyelidikan, dan hindari menyebarkannya secara sembarangan di media sosial yang bisa memperkeruh situasi.
(Banjarmasinpost.co.id)