TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Tim Satgas El Nino Sorong Selatan masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Sebanyak 41 personel diterjunkan untuk menangani kebakaran di lima kampung terdampak. Pemadaman juga dibantu oleh masyarakat setempat.
Kepala BPBD Sorong Selatan, Abraham Thesia mengatakan, tim saat ini melakukan pemadaman di Kampung Daubak.
Baca juga: Karhutla di Fakfak Papua Barat Picu Udara Lampaui Batas Aman WHO
Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan ke Kampung Nayakore, Topdan, Migirito, dan Nebes.
Hal tersebut disampaikan Abraham saat diwawancarai TribunSorong.com melalui panggilan video dari Kampung Daubak, Selasa (15/9/2026).
Menurut Abraham, luasnya wilayah yang terbakar serta kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan.
“Kebakaran terjadi di kawasan dengan lahan gambut dan vegetasi yang terdiri dari bambu, kayu, pepohonan hingga alang-alang,” ujarnya.
Baca juga: Kapolres Sorong Utamakan Pencegahan, Tetap Tindak Tegas Pelaku Karhutla
Ia mengatakan, pemadaman dilakukan secara berkelanjutan sejak pagi hingga malam hari.
Untuk menjangkau titik api, tim menggunakan tandon air, selang, serta dua unit mesin pompa air.
Jarak antara sumber air dan titik pemadaman mencapai sekitar 150 hingga 200 meter.
“Kami menggunakan tandon-tandon air, selang, dan dua unit mesin pompa. Jarak sumber air dengan titik pemadaman sekitar 150 sampai 200 meter,” kata Abraham.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Tim mengandalkan jalur air untuk mobilisasi menuju kampung-kampung yang terdampak.
Dari ibu kota Distrik Kokoda menuju lokasi kebakaran, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Tim Satgas El Nino yang terdiri dari personel BPBD, Basarnas, dan Damkar bergerak dari Teminabuan menuju Kokoda sejak Senin (14/9/2026) subuh melalui jalur laut.
Baca juga: Diterjang 13 Titik Api, Sorong Integrasikan Pemadaman Karhutla
Mereka tiba di lokasi pada siang hari.
Selain personel pemadam, BPBD juga membawa tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan petugas selama berada di lokasi.
“Sejauh ini belum ada keluhan dari personel. Sebelum penugasan, mereka sudah menjalani pemeriksaan lengkap. Hari ini 41 orang dinyatakan sehat untuk melaksanakan tugas,” ujar Abraham.
Ia menyebut jarak pandang di lokasi terdampak hanya sekitar 50 meter akibat kondisi kebakaran dan asap.
Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat.
Baca juga: Ancaman Karhutla Meluas, Sorong Satukan Komando Penanggulangan Bencana
Warga kesulitan pergi ke kebun maupun melaut karena harus ikut menjaga dan membantu menangani kebakaran.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, karhutla di wilayah Kokoda telah berlangsung hampir dua bulan.
Api sulit dipadamkan karena sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Baca juga: Karhutla Muncul di Sejumlah Wilayah Sorong Selatan, BPBD Imbau Warga Tak Sembarangan Bakar Lahan
Selain itu, keterbatasan tenaga dan kondisi api yang cepat merambat turut menjadi kendala dalam penanganan.
Abraham meminta dukungan masyarakat agar proses pemadaman karhutla di Kokoda dapat berjalan lancar hingga seluruh titik api berhasil dikendalikan. (tribunsorong.com/astri)