12 SPBU di Makassar Tambah Nozzle BBM Subsidi untuk Kurangi Antrean Pembelian
Muhammad Zulfikar September 12, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan tindak lanjut untuk mengoptimalkan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Salah satu langkah yang dilakukan melalui Penyesuaian konfigurasi kapasitas pelayanan dan penambahan nozzle BBM Subsidi 12 SPBU.

Baca juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Meski Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS

Penyesuaian konfigurasi dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas pengisian di SPBU berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. 

Langkah ini untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, mempercepat proses pengisian BBM, serta mendukung pengurangan waktu antrean masyarakat di SPBU.

Baca juga: Antrean BBM di Sejumlah Daerah: Ada Gangguan Distribusi hingga Pergeseran Konsumsi

Upaya tersebut melengkapi langkah sebelumnya berupa penambahan menjadi total 25 SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Makassar. Pengoperasian SPBU 24 jam dilakukan untuk memperluas waktu pelayanan dan memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan BBM.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi operasional di lapangan dan menindaklanjutinya dengan berbagai penyesuaian yang diperlukan.

“Kami terus melakukan evaluasi dan tindak lanjut berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penyesuaian konfigurasi kapasitas dan penambahan nozzle BBM Subsidi di 12 SPBU Makassar merupakan salah satu langkah yang kami lakukan untuk mengoptimalkan kapasitas pelayanan dan mendukung kelancaran masyarakat dalam mendapatkan BBM,” ujar Kitty, Sabtu (12/9/2026)

Selain melakukan penyesuaian konfigurasi kapasitas SPBU dan menambah jam operasional, Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat monitoring stok dan penyaluran BBM di wilayah Makassar. 

Penyaluran dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kebutuhan di masing-masing SPBU, sehingga distribusi dapat terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Antrean Mengular

Antrean kendaraan untuk membeli BBM terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan pada Kamis (10/9/2026).

Antrean kendaraan tercatat terjadi di 16 SPBU di Kabupaten Bulukumba. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU di Makassar dan Luwu.

Di beberapa lokasi, antrean bahkan memanjang hingga badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Baca juga: Cerita Warga Sulsel Berjam-jam Keliling Cari BBM, Banyak Stok Kosong di Sejumlah SPBU

Antrean di SPBU Bulukumba

Di Bulukumba, antrean kendaraan berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Pantauan TribunBulukumba.com, antrean mulai terlihat sekitar pukul 07.00 Wita hingga 14.30 Wita di sejumlah SPBU.

Salah satu antrean terpanjang terlihat di SPBU Balleanging Tanete, Kecamatan Bulukumpa.

Sejak pukul 07.00 Wita, kendaraan telah mengantre hingga sekitar 100 meter di badan Jalan Poros Nasional Bulukumba-Sinjai. Bahkan, saat itu pintu SPBU belum dibuka petugas.

Kendaraan yang mengantre terdiri dari berbagai jenis. Sopir angkutan umum dan pengangkut sayur mayur terlihat mengenakan sarung, sementara sebagian pengendara lainnya menggunakan jaket tebal.

Sejumlah pengendara yang mengenakan pakaian dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terlihat ikut mengantre BBM.

Kondisi antrean juga terlihat di SPBU Katangka, Kecamatan Rilau Ale. Manajer SPBU Katangka Andi Syukur mengatakan pengendara sudah ramai sebelum SPBU dibuka.

"Sudah ramai sejak pagi tadi sebelum SPBU dibuka dan alhamdulillah semua terlayani dengan baik, para pengendara juga tertib," katanya dikutip dari TribunTimur, Kamis (10/9/2026).

Menurut Andi, hingga siang hari SPBU masih melayani kendaraan yang mengantre, baik mobil maupun sepeda motor.

Ia berharap pengendara tetap mengikuti antrean dan menjaga keamanan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Sekitar pukul 14.30 Wita, antrean juga terlihat di SPBU 74.925.07 Sentral, Jalan Sam Ratulangi. Kendaraan roda empat mengantre hingga badan jalan dengan panjang sekitar 50 meter, dihitung dari nozzle pengisian BBM hingga badan jalan.

Antrean kendaraan roda empat di lokasi tersebut terlihat lebih panjang dibandingkan antrean sepeda motor.

Baca juga: Antrean BBM di Sejumlah Daerah: Ada Gangguan Distribusi hingga Pergeseran Konsumsi

Antrean hingga 750 Meter di Makassar

Kondisi serupa terjadi di sejumlah SPBU di Makassar. Pantauan Tribun-Timur.com menunjukkan antrean kendaraan terjadi di SPBU Jalan Abdul Kadir dan Jalan AP Pettarani.

Di SPBU Jalan Abdul Kadir, Kecamatan Tamalate, antrean kendaraan memanjang sekitar 300 meter. Barisan tersebut terdiri dari sepeda motor, mobil hingga truk logistik.

Antrean memakan sebagian badan jalan dan mengganggu jalur penghubung Jalan Dg Ngeppe dan Jalan Dg Dangko. Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju karena ruang jalan menyempit.

Sejumlah pengendara juga memilih memutar arah untuk menghindari antrean.

Kondisi tersebut dirasakan Ikbal, warga yang hendak menuju tempatnya mengajar. Dosen Universitas Negeri Makassar itu mengaku sempat terjebak dalam antrean selama lebih dari satu jam.

“Saya sempat antre sejam lebih tapi tidak bergerak sama sekali,” kata Ikbal.

Ia akhirnya memutar arah agar tidak terlambat mengajar di kampus.

Antrean juga terlihat di SPBU Pertamina 74.902.31 Jalan AP Pettarani sekitar pukul 13.00 Wita.

Barisan kendaraan roda empat, bus, hingga truk logistik memanjang sekitar 750 meter di bahu jalan.

Ekor antrean bahkan menyentuh akses keluar-masuk Jalan Tol Reformasi atau Ujung Tol Pettarani. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari Jalan Sultan Alauddin menuju Flyover AP Pettarani melambat.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.