Pengerjaan Proyek Pasar Taman Ternyata Banyak Masalah, Wabup Sidoarjo: Bakal Kita Tindak Lanjuti
Januar September 12, 2026 07:14 PM

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Pengerjaan proyek Pasar Taman, Sidoarjo trenyata ada banyak masalah.

Sejumlah masalah ditemukan dalam pengerjaan proyek Pasar Taman. Mulai dari pengerjaannya yang lambat dari target yang telah ditentukan, hingga beberapa spesifikasi yang tidak sesuai.

Beberapa persoalan itu ditemukan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sana. Wabup sampai geram melihat sejumlah persoalan yang ada d sana.

Dalam sidak tersebut, Mimik menemukan sejumlah pekerjaan yang progresnya dinilai jauh dari target. Bahkan, terdapat pekerjaan yang belum dimulai meski batas waktu penyelesaiannya semakin dekat.

Sedikitnya ada empat titik pekerjaan yang menjadi perhatian, yakni pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air. Dari hasil pemantauan, progres pekerjaan tersebut dinilai belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Pada pekerjaan pembangunan pagar, misalnya, target progres disebut berada di kisaran 30 persen. Namun, realisasi pekerjaan di lapangan baru mencapai sekitar 25 persen.

Baca juga: Jalan Rusak Parah Akhirnya Dicor, DPRD Pemkab Pasuruan Sidak Proyek Kedungbanteng-Wonokerto

Sementara itu, dua pekerjaan saluran air masih berada pada progres 0 persen. Hal serupa juga terlihat pada pekerjaan pavingisasi.

Kondisi tersebut membuat Mimik mempertanyakan keseriusan kontraktor dalam menyelesaikan proyek yang dibiayai menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sidoarjo.

“Kita temukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” kata Wabup Mimik, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, penggunaan APBD harus dipertanggungjawabkan. Baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu. Ia mengingatkan kontraktor agar tidak mengerjakan proyek secara sembarangan.

“Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” tandasnya.

Mimik secara khusus menyoroti keterlambatan sejumlah pekerjaan. Menurut evaluasi yang disampaikannya, progres pembangunan pagar secara keseluruhan baru sekitar 25 persen, sedangkan pekerjaan saluran air masih belum menunjukkan progres.

“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Selain kontraktor, perhatian Mimik juga tertuju pada fungsi pengawasan. Ia mendapat informasi bahwa konsultan pengawas telah memberikan teguran tertulis hingga empat kali. Namun, teguran tersebut dinilai belum mendapat respons yang semestinya.

“Pengawas juga sudah bersurat sampai empat kali, tetapi tidak dihiraukan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus lebih tegas lagi,” kata wabup.

Dengan waktu pengerjaan yang tersisa kurang dari dua bulan, Mimik meminta semua pihak terkait segera mengejar ketertinggalan. 

Meski demikian, percepatan pekerjaan tidak boleh mengabaikan kualitas maupun spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak


Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.