Desa Talang Benuang Seluma Dinobatkan Jadi Desa Moderasi Beragama, 3 Agama Hidup Rukun
Rita Lismini September 12, 2026 07:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Desa Talang Benuang, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dinobatkan sebagai Desa Moderasi Beragama oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Seluma.

Predikat tersebut diberikan karena Desa Talang Benuang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan suku yang beragam, namun mampu hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Kepala Desa Talang Benuang, Sarwan Efendi, mengatakan terdapat tiga agama yang dianut masyarakat di desanya, yakni Islam, Hindu dan Kristen.

Meski memiliki perbedaan keyakinan, kehidupan masyarakat tetap berjalan harmonis. 

Tidak pernah terjadi perselisihan antarpemeluk agama yang mengganggu kerukunan masyarakat desa.

“Di Desa Talang Benuang ada tiga agama, yaitu Islam, Hindu dan Kristen. Masyarakat bisa hidup rukun dan damai,” ujar Sarwan diwawancara Tribunbengkulu.com, Sabtu siang (12/9/2026). 

Selain keberagaman agama jelas Sarwan, Desa Talang Benuang juga dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku. Sedikitnya terdapat empat suku yang hidup berdampingan di desa tersebut, yakni Suku Serawai, Rejang, Bali dan Medan.

Perbedaan suku ini tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan membangun kehidupan sosial bersama.

Menurut Sarwan, masyarakat sudah terbiasa membaur dalam berbagai kegiatan desa tanpa mempermasalahkan perbedaan agama maupun suku.

“Empat suku juga ada di sini, Serawai, Rejang, Bali dan Medan. Semuanya hidup berdampingan dan membaur, semua rukun,” katanya.

Sarwan menjelaskan, jika terjadi persoalan antarwarga, penyelesaiannya selalu diupayakan melalui musyawarah. Perselisihan yang muncul tidak dibiarkan berlarut-larut hingga berkembang menjadi konflik atau berujung pada proses hukum.

“Kalau ada permasalahan antarwarga, selalu diselesaikan dengan musyawarah. Ini yang menjadi ciri khas kami, tiak pernah sampai berlarut-larut ke proses hukum,” ucap Sarwan.

Lanjut Kades Talang Benuang, kerukunan juga terlihat dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Setiap kelompok masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan mendapatkan dukungan dari warga lainnya yang berbeda agama. 

Masyarakat tidak saling mencela ataupun mengganggu kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masing-masing pemeluk agama.

“Setiap ada kegiatan keagamaan, semua masyarakat selalu mendukung. Tidak ada yang mencela atau mengganggu,” ungkapnya.

Sarwan menilai keberagaman yang ada di Desa Talang Benuang justru menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat.

Sarwan berharap predikat Desa Moderasi Beragama ini dapat terus dipertahankan dengan menjaga toleransi, saling menghormati dan mengedepankan musyawarah setiap kali muncul persoalan di tengah masyarakat.

"Perbedaan agama dan suku bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi modal untuk memperkuat persatuan masyarakat kami di Desa Talang Benuang," sampai Sarwan Efendi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.