3 Pengeroyok Bambang Ditangkap, Reza Indragiri Desak PMJ Usut 'Gedung Eksekusi' dan Panggil GRIB
Budi Sam Law Malau September 12, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kabar penangkapan tiga terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan di Bogor oleh jajaran Polda Metro Jaya (PMJ) menjadi secercah harapan bagi penegakan keadilan.

Namun, apresiasi ini datang bersama rentetan catatan kritis.

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, menegaskan bahwa penangkapan ini barulah babak awal dari pengungkapan tragedi berdarah yang memilukan tersebut.

Menurut Reza, agar pengusutan kasus ini komprehensif dan tidak menyisakan ruang gelap, ada enam poin esensial yang harus segera dituntaskan oleh kepolisian.

Memburu Penganiaya Fatur dan Komplotan Lainnya

Malam kelam itu tidak hanya merenggut nyawa Bambang, tetapi juga menyisakan luka fisik parah dan trauma mendalam pada Fatur.

Reza menggarisbawahi analisis tajamnya: kelompok yang menghabisi Bambang kemungkinan besar berbeda dengan aktor yang membuat Fatur babak belur.

"PMJ berikutnya perlu menangkap para pelaku pengeroyokan Fatur. Selain itu, jika dari pemeriksaan tiga orang yang diamankan terungkap ada pihak lain yang ikut mengeroyok Bambang, polisi harus memburu mereka tanpa sisa," tegas Reza.

Membongkar Misteri 'Gedung Penyiksaan' di Dekat DPR

Fakta paling mengerikan terungkap saat Reza mendampingi Kak Seto Mulyadi bersilaturahmi ke keluarga Fatur.

Di sana, ia mendengar kisah pilu yang selaras dengan kesaksian publik di media sosial.

Fatur tidak sekadar dianiaya di jalanan, ia dibawa paksa ke sebuah bangunan di dekat Gedung DPR RI.

Di 'gedung' tersebut, Fatur disiksa dan dipaksa memberikan pengakuan palsu sebagai provokator kerusuhan.

Lebih miris lagi, Fatur bukanlah satu-satunya korban.

Ada sekian banyak orang lain yang dikumpulkan dan mendapat perlakuan serupa di lokasi yang sama.

"Bisa dipastikan, pengeroyok Fatur berbeda dengan pihak-pihak yang membawa sekian banyak orang tadi ke gedung tersebut. Agar tidak terjadi tebang pilih, pihak-pihak itu pun semestinya diamankan PMJ," desaknya.

Teka-teki Sketsa Wajah dan Tantangan Klarifikasi GRIB Jaya

Tanda tanya lain yang belum terjawab adalah validitas tersangka.

Reza mengingatkan PMJ untuk mencocokkan wajah dua dari tiga orang yang ditangkap di Bogor dengan sketsa wajah terduga pelaku yang sebelumnya telah dirilis polisi.

Jika wajah mereka ternyata berbeda, PMJ memiliki utang untuk tidak berhenti memburu dua sosok buronan di dalam sketsa tersebut.

Di ranah sosial, bola salju kontroversi terus membesar.

Untuk menghentikan kegaduhan, Reza menilai PMJ patut mengirimkan undangan klarifikasi kepada ormas GRIB Jaya.

Publik berhak tahu; apakah tiga orang yang diamankan tersebut merupakan anggota GRIB?

Jika iya, apakah tindakan brutal itu merupakan instruksi organisasi atau murni ulah individual?

"Sekiranya PMJ tidak mengirim surat undangan, pihak GRIB Jaya sangat baik mengambil inisiatif mendatangi PMJ. Penuntasan polemik idealnya dilakukan di ruang hukum, bukan sebatas membangun counter narratives di media," ujar Reza.

Baca juga: Buntut Kekerasan di Slipi, Warga Desak Kemenkum Cabut Badan Hukum GRIB Jaya

Merawat Asa Keadilan untuk Tragedi 2019

Pada akhirnya, ketegasan dan determinasi PMJ dalam menyapu bersih seluruh pelaku pengeroyokan Bambang dan Fatur akan meletakkan dasar kepercayaan publik.

Bagi Reza, keseriusan polisi hari ini adalah jembatan harapan bahwa institusi penegak hukum ini tidak akan pernah menyerah.

Harapan itu menembus lorong waktu, mengingatkan publik pada kasus penembakan misterius yang merenggut nyawa remaja Harun Al Rasyid di Slipi pada tragedi 2019 silam.

Hukum harus tegak lurus, karena air mata keadilan tak boleh mengering dengan sia-sia.

Masyarakat kini menanti, sejauh mana nyali PMJ menuntaskan janji keadilannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.