Drama Menit Akhir di GBK! Persija Sikat Persib 2-1, Magis STY Akhiri Kutukan, Ini Kata Suporter
Budi Sam Law Malau September 12, 2026 08:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, ​JAKARTA - Gemuruh puluhan ribu The Jakmania memecah langit Senayan saat peluit panjang melengking di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026) sore.

Persija Jakarta sukses mengunci kemenangan dramatis 2-1 atas rival bebuyutannya, Persib Bandung.

Skuad Macan Kemayoran yang kini diarsiteki pelatih kelas dunia, Shin Tae-yong, memastikan tiga poin krusial lewat gol balasan yang tercipta di menit-menit kritis babak kedua.

​Di luar maupun di dalam stadion, lautan orange bergemuruh.

Nyanyian dan yel-yel kemenangan terus menggema menyambut runtuhnya dominasi sang rival.

Bagi suporter, laga El Clasico Indonesia kali ini bukan sekadar tentang tiga poin, melainkan tentang pertaruhan harga diri yang tuntas terbayar lunas.

​Radi dan Diwa, dua anggota The Jakmania asal Mampang dan Pancoran, Jakarta Selatan, tak bisa menyembunyikan euforia mereka seusai laga.

Baca juga: Drama di SUGBK Jakarta Pusat, Gol Ivan Mamut di Penghujung Laga Membawa Persija Bungkam Persib 2-1

Ketegangan yang mencekik sepanjang babak kedua akhirnya meledak menjadi air mata bahagia.

​"Deg-degan parah. Menit 80-an tiba-tiba seri, itu kacau sih, sempat down juga. Benar-benar nggak bisa berkata-kata sampai akhirnya kita dikasih gol kemenangan yang memang pantas kita dapatkan," ungkap Radi yang diamini oleh Diwa, menggambarkan rollercoaster emosi saat Persib sempat menyamakan kedudukan.

​Menurut Radi, kemenangan emosional ini didorong oleh tiga faktor esensial.

Pertama, tuah bermain di kandang sendiri dengan dukungan masif penonton.

Kedua, motivasi berlipat untuk mematahkan kutukan tiga tahun tak pernah menang melawan Maung Bandung.

​"Dan yang ketiga, faktor paling krusial adalah mentalitas tim. Kita berhasil menumbangkan Persib justru ketika mereka sedang berada di salah satu puncak performa terbaiknya," tegas Radi.

​Di balik euforia kemenangan manis ini, suporter tetap memberikan catatan kritis untuk penyempurnaan taktik.

Lini pertahanan Persija dinilai masih kerap kecolongan saat menghadapi serangan balik cepat.

Namun, kekurangan tersebut tertutup rapat oleh hadirnya harapan baru di bawah komando taktik Shin Tae-yong.

​Bagi The Jakmania, pelatih asal Korea Selatan itu telah menyuntikkan DNA petarung yang selama ini hilang dari skuad ibu kota.

​"Pelatih-pelatih sebelumnya sering kali hanya memberi harapan palsu soal juara. Tapi kali ini, bersama Shin Tae-yong, peluang juara itu terasa jauh lebih realistis. Harapannya jelas, Persija harus juara, kalau bisa sampai tahun 2036 juara terus!" pungkas Radi penuh optimisme.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.