Dokter Kulit Ungkap Kesalahan Pakai Serum yang Sering Dilakukan, Ternyata Bukan di Kulit Kering
Tiara Shelavie September 12, 2026 09:19 PM

TRIBUNNEWS.COM - Serum wajah telah menjadi salah satu produk skincare favorit bagi mereka yang ingin mengatasi berbagai masalah kulit, seperti hiperpigmentasi, garis-garis halus, dehidrasi, atau kulit yang tampak kusam.

Banyak orang menghabiskan cukup banyak uang dan waktu untuk memasukkan serum ke dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Namun, meski sudah berusaha maksimal, mereka mungkin belum mendapatkan manfaat optimal dari produk tersebut.

Masalahnya hampir pasti bukan terletak pada kualitas serum yang tersimpan di meja rias, melainkan pada satu kesalahan penggunaan yang umum dilakukan dan dapat menghambat efektivitas rutinitas skincare.

Jutaan orang yang ingin merawat kulit dengan baik mengoleskan formula pelembap pada kulit yang benar-benar kering setelah mencuci wajah. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa cara tersebut dapat membuat bahan-bahan di dalam serum tidak terserap secara efektif sebagaimana mestinya.

Ketika diaplikasikan langsung pada permukaan kulit yang kering, bukan pada kulit yang sedikit lembap, bahan humektan yang berfungsi menghidrasi kulit tidak dapat bekerja secara maksimal.

Mengutip Parade.com, kabar baiknya, dokter kulit bersertifikat, Dr. Marisa Garshick, MD, FAAD, mengungkapkan perubahan sederhana yang bisa langsung dilakukan untuk memperbaiki kesalahan umum tersebut. Dengan begitu, setiap tetes serum favorit dapat bekerja secara optimal untuk membantu mendapatkan kulit yang sehat dan kenyal.

Baca juga: Urutan Skincare Basic di Malam Hari: Exfoliator hingga Hydrating Serum

Rahasia Kulit Lembap: Mengapa Waktu Penggunaan Sangat Penting

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari setiap tahap perawatan kulit, memahami kapan dan bagaimana mengaplikasikan bahan-bahan dengan konsentrasi tinggi sama pentingnya dengan memilih produk yang tepat.

Menunggu hingga wajah benar-benar kering sebelum mengoleskan produk mungkin terasa sebagai langkah yang wajar. Namun, formula yang berfungsi menghidrasi kulit membutuhkan pendekatan berbeda agar penyerapannya lebih optimal.

“Trik menggunakan serum yang mungkin belum diketahui sebagian orang adalah bahwa serum tertentu, khususnya serum yang menghidrasi dan mengandung bahan seperti asam hialuronat serta gliserin, sebenarnya lebih efektif jika diaplikasikan pada kulit yang lembap,” kata Dr. Garshick kepada Parade.

Mengaplikasikan formula yang menghidrasi segera setelah membersihkan wajah memungkinkan kulit menyerap bahan aktif dengan lebih baik. Artinya, produk yang digunakan tidak terbuang percuma karena diaplikasikan dalam kondisi yang membuatnya kurang efektif.

Jika Anda sudah meninggalkan wastafel atau lebih suka menunggu beberapa saat setelah mencuci wajah sebelum melanjutkan rutinitas skincare, Dr. Garshick memberikan solusi praktis. “Semprotkan kulit dengan air dari mata air panas sesaat sebelum mengaplikasikan serum,” ujarnya.

Ketika Aturan Kulit Lembap Justru Bisa Menimbulkan Masalah

Namun, penting untuk dipahami bahwa aturan menggunakan serum pada kulit lembap hanya berlaku untuk formula yang bertujuan menghidrasi. Mengaplikasikan jenis perawatan tertentu pada wajah yang basah justru dapat memicu efek samping yang tidak nyaman dan meningkatkan sensitivitas kulit.

“Serum yang mengandung bahan aktif seperti retinol atau vitamin C justru dapat lebih mengiritasi jika diaplikasikan pada kulit yang lembap,” kata Dr. Garshick.

Untuk melindungi lapisan pelindung kulit dari kemerahan dan pengelupasan yang tidak diinginkan, tunggu hingga wajah benar-benar kering sebelum mengaplikasikan produk dengan bahan aktif yang kuat.

Cara Mengaplikasikan dan Melapisi Serum agar Penyerapannya Maksimal

Setelah mengetahui tingkat kelembapan yang tepat untuk serum hidrasi maupun formula berbahan aktif, teknik pengaplikasian juga perlu diperhatikan agar serum dapat terserap dengan baik tanpa membuang produk yang relatif mahal.

Menuangkan setengah pipet serum ke tangan lalu menggosokkannya secara agresif ke seluruh wajah merupakan salah satu cara yang justru dapat meningkatkan gesekan pada kulit dan mengurangi hasil yang diharapkan.

Menurut Dr. Garshick, menggunakan produk secara berlebihan merupakan kesalahan yang cukup sering dilakukan dan dapat menghasilkan efek yang kurang baik.

“Sebagian orang menganggap semakin banyak serum yang digunakan akan memberikan hasil yang lebih baik, tetapi penggunaan berlebihan dapat menyebabkan pilling dan iritasi,” katanya. “Sebagian besar serum hanya membutuhkan beberapa tetes untuk menutupi seluruh wajah.”

Selain itu, hindari menggosok cairan serum secara keras pada kulit. Cara mengaplikasikannya dengan lembut justru lebih dianjurkan.

“Gunakan ujung jari daripada menggosokkannya secara agresif,” kata Dr. Garshick. “Menekan dengan lembut membantu meminimalkan gesekan yang tidak diperlukan sekaligus memastikan penyerapan yang memadai.”

Urutan dan waktu penggunaan juga penting ketika membangun rutinitas skincare yang terdiri dari beberapa tahap.

“Serum umumnya digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum pelembap. Hal ini memungkinkan bahan aktif yang terkonsentrasi bersentuhan langsung dengan kulit dan membantu penyerapan secara optimal,” ujarnya.

Jika menggunakan beberapa produk untuk mengatasi masalah kulit yang berbeda, terapkan aturan sederhana dalam penggunaannya.

“Saat melapisi serum, saya biasanya menyarankan untuk mengaplikasikan produk dari tekstur yang paling ringan hingga yang paling kental. Hal ini membantu memastikan setiap produk dapat menembus kulit dengan baik,” kata Dr. Garshick.

Selain itu, sesuaikan bahan aktif dengan waktu penggunaannya dan hindari menggunakan terlalu banyak bahan aktif yang kuat secara bersamaan.

“Serum antioksidan, seperti yang mengandung vitamin C, sering kali paling baik digunakan pada pagi hari untuk membantu melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan. Serum untuk memperbaiki kulit, serum faktor pertumbuhan, serum perbaikan DNA, dan produk yang mengandung retinoid lebih baik digunakan dalam rutinitas malam hari,” jelas Dr. Garshick.

Yang terpenting, perlu diingat bahwa hasil nyata membutuhkan konsistensi selama beberapa minggu.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.