TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Edminuddin, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, tengah menjadi sorotan.
Ia dengan lantang menyampaikan kritik dan meminta agar Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh lepas dari Provinsi Jambi.
Lantas, siapa sebenarnya Edminuddin?
Berikut profil dan biodata singkatnya.
Profil dan Biodata Edminuddin
Nama Lengkap: Edminuddin, SE, MH
Kelahiran: Maliki Air, Kerinci, 5 Februari 1970 (56 tahun)
Jabatan: Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kerinci-Sungai Penuh
Partai: Gerindra
Pendidikan: Universitas Ekasaksi, STIE Adhy Niaga, SMA Negeri Siulak
Pendidikan dan Karier
Setelah lulus dari SMA Negeri Siulak pada 1990, Edminuddin sempat menjadi honorer di Departemen Kesehatan Jambi hingga 2004.
Ia baru melanjutkan pendidikan S1 pada 2007, dan lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga pada 2011.
Setelahnya, ia sempat menjadi Kepala Desa Sungai Bendung Air.
Edminuddin melanjutkan pendidikan strata dua di Universitas Ekasaksi pada 2014 hingga 2017.
Saat itu, ia menjadi Anggota DPRD Kabupaten Kerinci periode 2014-2019.
Dari DPRD Kerinci ke Provinsi Jambi
Pemilu 2019 mengantarkan Edminuddin menjadi Ketua DPRD Kabupaten Kerinci periode 2019-2024.
Namun, pada 2022, ia mundur dari jabatannya di DPRD Kerinci untuk melangkah jauh ke DPRD Provinsi Jambi.
Edminuddin naik ke DPRD Provinsi Jambi untuk menggantikan anggota dari Partai Gerindra yang digantikan melalui Pergantian Antarwaktu (PAW).
Sejak itulah ia menjadi bagian anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024 Fraksi Gerindra.
Di sana, ia masuk ke Komisi IV yang membidangi kesejahteraan masyarakat serta badan musyawarah (banmus).
Tahun 2024, ia terpilih sebagai untuk periode 2024-2029. Ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jambi.
Minta Kerinci-Sungai Penuh Dibebaskan
Edminuddin menyoroti sejumlah program yang berada di bawah Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jambi.
Menurut dia, terdapat program yang dinilai belum menyentuh masyarakat di Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungai Penuh.
Dua program yang menjadi sorotannya yakni bantuan hibah untuk yayasan pendidikan dan program umrah gratis.
"Salah satu di Kesra, itu hibah pendidikan, yayasan pendidikan, satu pun tidak ada dapat Kerinci dan Sungai Penuh.
"Kemudian yang kedua, umrah gratis 36 orang dari Provinsi Jambi, satu pun tidak ada dari Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Apakah ini yang namanya adil?" kata Edminuddin dengan nada tinggi.
Ia menilai persoalan tersebut baru terlihat dari satu perangkat daerah.
Menurutnya, ketimpangan berpotensi lebih luas apabila alokasi program dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jambi ikut diperhitungkan.
Edminuddin bahkan menyampaikan pernyataan keras terkait posisi Kerinci dan Sungai Penuh dalam Provinsi Jambi.
Ia mengatakan masyarakat di kedua wilayah tersebut dapat mempertimbangkan untuk berpisah dari Provinsi Jambi apabila terus merasa diperlakukan tidak adil.
"Kalau memang Kerinci dan Sungai Penuh itu dianggap anak tiri, lepaskan kami dari Provinsi Jambi, kalau Kerinci bukan bagian, tidak dianggap, kembalikan kami ke Sumatera Barat," katanya.
Ia kemudian mengingatkan kembali sejarah terbentuknya Provinsi Jambi pada 1957.
Menurut Edminuddin, saat proses pembentukan Provinsi Jambi, bergabungnya Kerinci menjadi salah satu syarat penting setelah wilayah tersebut sebelumnya menjadi bagian dari Sumatera Barat.
Ia menilai kontribusi Kerinci terhadap terbentuknya Provinsi Jambi semestinya juga menjadi pertimbangan dalam pemerataan pembangunan dan program pemerintah.
Edminuddin bahkan menyebut, apabila Kerinci tetap berada di Sumatera Barat, kondisi pembangunan wilayah tersebut mungkin sudah berbeda saat ini.
Menurutnya, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh berhak mendapatkan perhatian serta alokasi program yang setara dengan daerah lain di Provinsi Jambi.
Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Brigjen K Yani Sudarto Wakapolda Jambi dari Reserse hingga Dosen
Baca juga: Bemper Ambulans dari Bahar Ringsek setelah Kecelakaan di Jambi Tadi Siang
Baca juga: Tabel Angsuran KUR Pegadaian Syariah untuk Pinjaman Rp10 Juta Tenor 1-3 Tahun
Baca juga: Motor Remuk Tergilas Tronton Sesaat setelah Lintasi Jembatan Aurduri Jambi