Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu, mengatakan perang dengan Iran dapat berakhir “dalam waktu sangat dekat”, seraya menuding Teheran berupaya memperpanjang konflik untuk memengaruhi pemilu.
Berbicara setelah bertemu Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Irlandia, Trump mengatakan dia memperkirakan perang akan segera berakhir, sekaligus kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.
“Saya pikir dalam waktu sangat dekat,” kata Trump ketika ditanya kapan perang tersebut akan berakhir. “Saya pikir kemungkinan tepat setelah masa pemilu.”
Trump menuding Iran berupaya “bertahan selama mungkin untuk mempersulit pemilu”, tetapi mengatakan AS tidak akan membiarkan Teheran memperoleh senjata nuklir.
“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini sangat sederhana,” katanya, seraya menambahkan bahwa harga minyak akan turun tajam setelah konflik berakhir.
Ia juga menyinggung ketegangan di Laut Merah dengan mengatakan kelompok Houthi di Yaman telah menghubungi AS dan menyatakan tidak menginginkan konfrontasi dengan Washington.
“Mereka tidak ingin berperang dengan kami,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut membiarkan sebagian besar kapal melintas di jalur perairan tersebut.
Trump mengeklaim AS telah menguasai kawasan itu melalui blokade laut yang agresif dan mencegat sekitar 25 kapal setiap hari, “sebagian besar pada malam hari”.
Trump mengatakan pemerintahannya telah memperkirakan konflik akan mendorong kenaikan harga minyak, tetapi menyebut harga akan turun setelah perang dengan Iran berakhir.
Presiden AS itu juga membela peran pemerintahannya di Jalur Gaza dan menolak kritik bahwa Washington memfasilitasi genosida atau pendudukan Israel di Tepi Barat.
“Ketika Anda mengatakan Gaza, Anda tahu kami telah memadamkan api dan kami mendapatkan semua sandera,” katanya, merujuk pada upaya yang menurutnya telah mengamankan pembebasan dan pemulangan para sandera yang ditahan di Jalur Gaza.
Sumber: Anadolu





