TRIBUNBENGKULU.COM - Band Juicy Luicy akhirnya buka suara setelah panen hujatan gegara batal tampil di Batam pada Sabtu, 5 September 2026 lalu.
Lewat klarifikasi yang diunggah di media sosial, Juicy Luicy membantah narasi yang beredar dan menyebut fakta terkait batal manggung telah diputarbalikkan.
Tak hanya menjelaskan kronologi persoalan keberangkatan, band tersebut juga mengaku memiliki bukti dan siap membawa polemik itu ke jalur hukum.
Mereka menyebut informasi yang beredar telah membuat Juicy Luicy seolah-olah menjadi pihak yang bersalah.
"Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy, karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya diputarbalikkan dan ditujukan kepada kami," tulis Juicy Luicy dalam klarifikasinya dikutip TribunBengkulu.com pada Sabtu (12/9/2026).
Menurut mereka, keputusan yang diambil bukan muncul secara tiba-tiba.
Juicy Luicy mengaku hanya mengikuti tata cara yang sebelumnya telah disepakati dengan pihak penyelenggara.
"Semua yang kami lakukan semata-mata hanya mengikuti tata cara yang sudah disepakati bersama dari awal, namun tidak diindahkan oleh penyelenggara," lanjut mereka.
Sejak H-7 Tagih Pelunasan
Juicy Luicy kemudian membeberkan kronologi masalah yang terjadi sebelum keberangkatan.
Mereka mengaku sudah menagih pelunasan pembayaran sekaligus kepastian keberangkatan sejak tujuh hari sebelum acara.
Namun, menurut mereka, proses tersebut berjalan cukup sulit.
"Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang dimana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas," tulis mereka.
Juicy Luicy menyebut kondisi seperti itu jarang mereka alami selama bekerja sama dengan ratusan penyelenggara lain.
Bahkan, mereka mengaku seharusnya bisa saja langsung membatalkan keberangkatan karena kewajiban penyelenggara tidak kunjung dipenuhi.
Namun, mereka tetap berusaha menunggu dan menagih kepastian.
Pelunasan Baru Dibayar 18 Jam Sebelum Berangkat
Setelah terus ditagih, pembayaran biaya tampil akhirnya dilakukan sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan menuju Batam.
Masalahnya, pembayaran tersebut menurut Juicy Luicy tidak disertai sejumlah keperluan lain yang juga sudah disepakati.
Mulai dari tiket, bukti penginapan hingga perlengkapan lainnya belum lengkap.
"Hampir tiap jam kami menagih penyelenggara, namun selalu mendapat jawaban yang sama, 'sebentar', atau semacamnya," ungkap mereka.
Waktu pun semakin mepet.
Pada sekitar pukul 20.00, Juicy Luicy dan tim produksi masih belum mendapatkan kepastian keberangkatan.
Mereka mendapat informasi bahwa penerbangan kemungkinan dijadwalkan pukul 05.00.
Posisi mereka saat itu berada di Bandung, sedangkan penerbangan akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.
Karena itu, kepastian keberangkatan menjadi penting agar seluruh tim bisa segera bergerak menuju bandara.
Tiket Baru Dikirim Pukul 22.26
Juicy Luicy kemudian mengatakan mereka akhirnya bersikap tegas bahwa tidak akan berangkat tanpa kejelasan tiket.
Setelah itu, penyelenggara mengirim tiket keberangkatan pada pukul 22.26.
Namun, masih ada sejumlah kebutuhan yang disebut belum dikirimkan.
Di antaranya bukti penginapan untuk dua malam, tiket kepulangan serta pembayaran ekstra bagasi yang tercantum dalam riders (daftar kebutuhan dan ketentuan penampil).
Persoalan ekstra bagasi inilah yang kemudian menjadi salah satu sorotan dalam polemik tersebut.
Juicy Luicy mengaku telah mengecek langsung biaya pembelian bagasi tambahan melalui situs maskapai.
Hasilnya, biaya pre-paid bagasi (bagasi yang dibayar sebelum keberangkatan) disebut mencapai sekitar Rp44 juta.
Besarnya kebutuhan bagasi tersebut, menurut mereka, terjadi karena penyelenggara memindahkan penerbangan ke maskapai yang hanya memberikan jatah bagasi 15 kilogram per orang.
Akibatnya, kebutuhan tambahan bagasi menjadi jauh lebih besar.
Dijanjikan Rp26 Juta, Tak Kunjung Masuk
Tengah malam, penyelenggara kemudian menawarkan solusi.
Juicy Luicy mengaku ditawari pembayaran Rp26 juta terlebih dahulu agar mereka segera berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Sisanya dijanjikan akan dibayarkan setelah mereka tiba di bandara.
Namun, menurut Juicy Luicy, janji tersebut kembali tidak terealisasi.
"Sesampainya di bandara penyelenggara bahkan belum melakukan transfer 26 juta yang dijanjikan," tulis mereka.
Waktu keberangkatan pun semakin dekat.
Mereka harus memastikan seluruh barang dan perlengkapan bisa masuk ke penerbangan.
Batas terakhir pemasukan bagasi disebut pukul 04.00.
Karena tidak kunjung mendapatkan pembayaran, tim Juicy Luicy tetap menuju konter untuk mempersiapkan keberangkatan.
Namun, persoalan lain muncul.
Harga pembelian bagasi langsung di bandara ternyata jauh lebih mahal.
Jika sebelumnya biaya bagasi sekitar Rp44 juta, biaya tersebut disebut meningkat menjadi Rp64 juta ketika dibeli di bandara.
Minta Maaf kepada Penonton
Juicy Luicy mengaku memahami kekecewaan penonton yang sudah membeli tiket untuk menyaksikan penampilan mereka di Batam.
Mereka pun menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para penggemar.
"Kami mengerti kekecewaan para penggemar yang telah membeli tiket untuk menonton kami, untuk mereka, maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati kami," tulis Juicy Luicy.
Mereka juga meminta maaf atas perkataan maupun sikap yang mungkin kurang pantas selama persoalan tersebut berlangsung.
"Kami pun jauh sekali dari sempurna sebagai manusia, sehingga seringkali terucap kata-kata dan terdapat perilaku kami yang kurang pantas, untuk itu, dengan segala kerendahan hati, kami juga meminta maaf," lanjut mereka.
Namun, Juicy Luicy menegaskan permintaan maaf tersebut bukan berarti mereka mengakui kesalahan atas persoalan yang terjadi dengan pihak penyelenggara.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Juicy Luicy mempertanyakan apakah mereka memang harus meminta maaf atas konsekuensi yang muncul akibat tindakan atau kelalaian pihak penyelenggara.
Mereka menegaskan memiliki bukti terkait kronologi yang disampaikan.
"Namun, apakah perlu kami meminta maaf untuk konsekuensi yang dihadapi penyelenggara atas perbuatan dan kelalaiannya sendiri? Kami memiliki semua bukti dan bersedia apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum," tegas mereka.
Juicy Luicy juga mengaku tidak ingin persoalan tersebut diperpanjang.
Namun, mereka justru menerima berbagai serangan di media sosial.
Mereka menyebut mendapat ujaran kebencian, peretasan hingga teror.
"Kami yang berniat baik hati untuk tidak memperpanjang masalah ini malah mendapatkan ujaran kebencian, peretasan, dan teror yang entah siapa melakukannya," tulis mereka.
Sisa Pembayaran Akan Disumbangkan
Di tengah polemik tersebut, Juicy Luicy mengatakan mereka tidak berniat menikmati sisa pembayaran dari penyelenggara.
Mereka memilih untuk menyumbangkan seluruh dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan di Batam.
"Kami pun tidak berniat untuk menikmati sisa pembayaran penyelenggara, maka dari itu, kami akan menyumbangkan 100 persen dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan di Batam," tulis Juicy Luicy.
Mereka juga berjanji akan menunjukkan bukti setelah proses penyaluran dana tersebut selesai dilakukan.
Tetap Berkarya
Meski tengah menghadapi polemik, Juicy Luicy memastikan mereka tidak akan berhenti berkarya.
Mereka bahkan tetap merilis single (lagu tunggal) terbaru berjudul Baik Hati di tengah situasi yang menurut mereka jauh dari kondisi ideal.
"Kami tidak akan berhenti berkarya, single kami Baik Hati telah dirilis hari ini walaupun dengan kondisi yang tidak ideal seperti seharusnya," tulis mereka.
Juicy Luicy berharap persoalan tersebut bisa menjadi pelajaran untuk mereka ke depannya.
"Biarkan ini menjadi pelajaran mahal buat kami, doakan agar kami bisa menjadi lebih baik lagi."
Di akhir klarifikasinya, Juicy Luicy berterima kasih kepada orang-orang yang mau membaca penjelasan mereka hingga selesai dan mencoba melihat persoalan dari sudut pandang band tersebut.
"Jika anda membaca sampai di halaman ini, terima kasih telah mau mencoba melihat sudut pandang kami, kami ucapkan banyak terima kasih, salam, Juicy Luicy."