Krisis Air Bersih Melanda 8 Kecamatan di Jember, 1.322 KK Masih Terdampak Kekeringan
Pipit Maulidya September 12, 2026 11:32 PM

 

SURYA.co.id, JEMBER - Sebanyak 1.322 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Jember masih terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung lebih dari dua bulan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember per 9 September 2026, warga terdampak tersebar di delapan kecamatan, tujuh desa, lima kelurahan, delapan dusun, lima lingkungan, 17 RW, dan 28 RT.

Kondisi tersebut terjadi setelah Jember mengalami hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari sejak akhir Juni 2026. Sejumlah sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih harus dipenuhi melalui distribusi menggunakan kendaraan tangki.

Hingga 9 September 2026, BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Jember, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Perumdam Tirta Pandalungan telah melakukan 135 kali pengiriman air bersih.

Total air yang telah disalurkan mencapai 667.500 liter.

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan distribusi air bersih masih dilakukan hingga pekan kedua September. Namun, penanganan tidak hanya berupa pengiriman air.

"Kami lakukan asesmen, juga memberikan rekomendasi atas persoalan di masing-masing lokasi. Apakah krisisnya airnya karena sumur mengering karena faktor alam, atau ada faktor nonalam. Seperti contoh, sebenarnya di daerah itu ada pipa tetapi rusak. Atau ada sumber air tetapi tidak ada pipa untuk menyalurkan ke rumah warga," ujar Edy, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Edy, hasil asesmen tersebut kemudian dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait maupun pihak lain yang dapat menangani persoalan di masing-masing wilayah.

Salah satu lokasi yang penanganannya telah selesai berada di Dusun Sumbertengah, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk.

Di lokasi tersebut, krisis air bersih disebabkan kerusakan pipa dan pompa air pada program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

BPBD kemudian mendorong pihak terkait di desa untuk memperbaiki sarana tersebut. Setelah perbaikan selesai dan pipanisasi kembali berfungsi, distribusi air bersih dihentikan.

Selama penanganan, BPBD telah mengirimkan air sebanyak enam kali dengan total 30.000 liter ke lokasi tersebut.

"Karena penyakitnya sudah ketemu dan sudah dicarikan solusi," imbuh Edy.

Saat ini, distribusi masih difokuskan pada wilayah yang sumurnya mengering dan sumber air yang tersedia tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Rincian wilayah terdampak krisis air bersih

Berikut wilayah yang masih dalam penanganan distribusi air bersih berdasarkan data BPBD Jember:

1. Kecamatan Pakusari

Desa Sumberpinang, Dusun Bunder, RT 02/RW 13 dan RT 03/RW 13.

Terdampak: 125 KK.
Tersedia tiga tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon dan satu tandon mandiri berkapasitas 1.000 liter.
Distribusi dilakukan PMI didampingi BPBD setiap dua hari sekali sebanyak 5.000 liter.
Pada 8 September 2026 merupakan pengiriman ke-35 dengan total 175.000 liter air.

Desa Jatian, Dusun Krajan, RT 02/RW 08.

Terdampak: 50 KK.
Direkomendasikan dua tandon BPBD berkapasitas 1.200 liter per tandon.
Direkomendasikan distribusi air setiap dua hari sekali.
Pengiriman perdana dilakukan Jumat (11/9/2026) sebanyak 2.500 liter.

2. Kecamatan Kalisat

Desa Sumberjeruk, Dusun Kidul RT 01/RW 08 dan RT 01/RW 06 serta Dusun Karangpring RT 02/RW 01 dan RT 01/RW 01.

Terdampak: 325 KK, terdiri dari 75 KK di Dusun Kidul dan 250 KK di Dusun Karangpring.
Tersedia empat tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon.
Distribusi air dilakukan tiga hari sekali dengan pembagian enam hari oleh Dinas PRKPLH dan BPBD.
BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap tiga hari.
Pada 9 September 2026 merupakan pengiriman ke-25 dengan total 125.000 liter.

3. Kecamatan Silo

Desa Mulyorejo, Dusun Baban Timur RT 01/RW 07 dan RT 02/RW 07.

Terdampak: 85 KK.
Tersedia lima tandon, terdiri dari empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan satu tandon berkapasitas 2.200 liter.
BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap empat hari.
Pada 6 September 2026 merupakan pengiriman ke-15 dengan total 75.000 liter.

4. Kecamatan Bangsalsari

Desa Banjarsari, Dusun Dukuh II, RT 02/RW 02 dan RT 03/RW 02.

Terdampak: 75 KK.
Tersedia empat tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon.
PDAM didampingi BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap lima hari.
Pada 3 September 2026 merupakan pengiriman ke-6 dengan total 30.000 liter.

5. Kecamatan Sumbersari

Kelurahan Antirogo, Lingkungan Pelinggian RT 02/RW 08 dan RT 02/RW 07.

Terdampak: 90 KK.
BPBD menyediakan dua tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon, sedangkan PMI menyediakan dua tandon dengan kapasitas yang sama.
PMI didampingi BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap dua hari.
Pada 8 September 2026 merupakan pengiriman ke-17 dengan total 77.500 liter.

Kelurahan Tegal Gede, Lingkungan Krajan Timur, RT 04/RW 07.

Terdampak: 40 KK.
Tersedia satu tandon milik warga berkapasitas 5.000 liter.
BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap dua hari.
Pada 9 September 2026 merupakan pengiriman ke-10 dengan total 50.000 liter.

6. Kecamatan Rambipuji

Desa Kaliwining, Dusun Bedadung, RT 07/RW 13, RT 08/RW 13, RT 09/RW 13 dan RT 11/RW 14.

Terdampak: 120 KK.
Tersedia tiga tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon dan satu tandon hibah BPBD berkapasitas 1.200 liter.
BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap empat hari.
Pada 7 September 2026 merupakan pengiriman ke-8 dengan total 40.000 liter.

7. Kecamatan Patrang

Kelurahan Baratan, Lingkungan Baratan Timur RT 02/RW 09 dan RT 03/RW 09.

Terdampak: 90 KK.
BPBD menyediakan empat tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon.
BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap dua hari.
Pada 9 September 2026 merupakan pengiriman ke-7 dengan total 35.000 liter.

Kelurahan Bintoro, Lingkungan Plalangan, RT 01/RW 11 dan RT 03/RW 10.

Terdampak: 142 KK.
BPBD menyediakan empat tandon berkapasitas 1.200 liter per tandon.
Distribusi dilakukan setiap dua hari sebanyak 5.000 liter.
Pada 8 September 2026 merupakan pengiriman pertama dengan total 5.000 liter.

Kelurahan Patrang, Lingkungan Patrang Tengah, Jalan Tegalbatu RT 01, RT 02, RT 03, RT 04/RW 08.

Terdampak: 60 KK.
Tersedia tiga tandon BPBD berkapasitas 1.200 liter dan satu tandon mandiri berkapasitas 1.100 liter.
PMI didampingi BPBD mendistribusikan 5.000 liter setiap dua hari.
Pada 9 September 2026 merupakan pengiriman ke-5 dengan total 25.000 liter.

8. Kecamatan Tempurejo

Desa Sidodadi, Dusun Mandiku, RT 05/RW 06 dan RT 06/RW 06.

Terdampak: 120 KK.
Direkomendasikan satu tandon BPBD berkapasitas 5.000 liter.
Direkomendasikan distribusi air bersih setiap dua hari sebanyak 5.000 liter.
Penanganan di Jelbuk sudah dihentikan

Sementara itu, distribusi air bersih di Desa Panduman, Dusun Sumbertengah, Kecamatan Jelbuk, telah dihentikan.

Lokasi tersebut sebelumnya dihuni 102 KK terdampak. BPBD menyediakan empat tandon berkapasitas 1.200 liter dan PDAM mendistribusikan air sebanyak 5.000 liter.

Pengiriman terakhir dilakukan pada 23 Agustus 2026 dan menjadi pengiriman keenam dengan total 30.000 liter.

Setelah pipanisasi Pamsimas kembali berfungsi dan menjangkau rumah warga terdampak, bantuan air bersih dihentikan. Empat tandon BPBD juga ditarik pada 24 Agustus 2026.

Dengan demikian, berdasarkan rekap BPBD, penanganan distribusi air bersih yang masih berlangsung mencakup 8 kecamatan dengan 1.322 KK terdampak. Sementara penanganan di satu desa di Kecamatan Jelbuk telah selesai.

Adapun total volume air yang telah tercatat dikirim ke berbagai wilayah mencapai 667.500 liter.

Rinciannya:

Pakusari: 175.000 liter.
Kalisat: 125.000 liter.
Silo: 75.000 liter.
Bangsalsari: 30.000 liter.
Sumbersari Antirogo: 77.500 liter.
Sumbersari Tegal Gede: 50.000 liter.
Rambipuji: 40.000 liter.
Patrang Baratan: 35.000 liter.
Patrang: 25.000 liter.
Patrang Bintoro: 5.000 liter.
Jelbuk: 30.000 liter.

Distribusi air tersebut dilakukan menggunakan armada tangki BPBD, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, PDAM, serta PMI yang masing-masing memiliki kapasitas 5.000 liter.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.