3 Berita Populer Padang: Penataan Pasar Raya, Cerita Berburu Cincin Emas, dan Sumbar Butuh Masker
Rahmadi September 13, 2026 08:27 AM

Pertama, Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatera Barat, terus berupaya melakukan pembenahan besar-besaran di kawasan Pasar Raya Padang.

Langkah terbaru yang diambil adalah merevitalisasi bangunan lama yang dinilai belum termanfaatkan secara maksimal untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian daerah.

Kedua, membeli emas perhiasan tak melulu soal mempercantik penampilan luar saat menghadiri berbagai acara sosial.

Bagi sebagian besar warga di Kota Padang, Sumatera Barat, emas memegang peranan vital yang jauh lebih strategis, yakni sebagai instrumen dana darurat keluarga.

Ketiga, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana meminta bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghadapi dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumbar.

Bantuan yang akan diminta salah satunya berupa masker dalam jumlah besar untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di kabupaten dan kota yang terdampak.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Rencana Penataan Pasar Raya Padang: Padang Teater Pusat Kuliner, Blok C IWAPI Terminal Angkot

Pemerintah Kota (Pemko) Padang, Sumatera Barat, terus berupaya melakukan pembenahan besar-besaran di kawasan Pasar Raya Padang.

Langkah terbaru yang diambil adalah merevitalisasi bangunan lama yang dinilai belum termanfaatkan secara maksimal untuk menggeliatkan kembali roda perekonomian daerah.

Salah satu fokus utama dari penataan ini yakni mengalihfungsikan Gedung Padang Teater menjadi sebuah pusat kuliner terpadu.

Selama ini, kawasan Padang Teater dikenal memiliki citra yang kurang baik di tengah masyarakat setempat.

Lokasi tersebut kerap lekat dengan stigma negatif karena sering dikaitkan dengan aktivitas hiburan malam hingga dugaan praktik prostitusi.

Baca juga: Perkuat Personal Branding, UT Padang Bekali Staf dengan Strategi Membangun Citra Profesional

Padang tetaer direvitalisasi 12/9/2026
PADANG TEATER- Suasana di kawasan Padang Teater, Pasar Raya Kota Padang, saat dikunjungi pada Sabtu (12/9/2026).

Padahal, jika dirunut ke belakang, kawasan ini juga menyimpan sejarah sebagai pusat aktivitas ekonomi, termasuk arena perdagangan buku bekas yang cukup populer pada masanya.

Melihat potensi strategis yang terbengkalai tersebut, Pemko Padang tergerak untuk mengubah wajah Padang Teater agar menjadi area yang jauh lebih produktif dan ramah bagi pengunjung.

Baca juga: Wejangan Nilmaizar Jelang Lawan Persiraja: Jangan Terlena Kata Orang Sebelum Menang

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melangkah ke tahap awal realisasi rencana besar tersebut.

"Kita ada rencana menjadikan Padang Teater menjadi pusat kuliner, dan gedung Blok C IWAPI menjadi terminal angkot," ujar Fizlan saat memberikan keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Sosialisasi dan Pendataan Pemilik Hak Pakai Toko

Spanduk tersebut memuat pengumuman penting bagi para pedagang yang masih memegang kartu hak pemakaian toko di gedung Padang Teater.

Dinas Perdagangan meminta para pedagang terkait untuk segera melapor ke dinas guna pendataan ulang serta koordinasi mengenai tahapan selanjutnya.

"Memberikan informasi dan pengumuman juga agar para pemegang hak pemakaian toko untuk melapor ke dinas," kata Fizlan menambahkan.

Pihak pemerintah daerah memberikan batas waktu khusus bagi para pedagang untuk menyelesaikan proses verifikasi berkas tersebut.

"Dikasih waktu satu minggu untuk pedagang melapor ke dinas," tegasnya.

Gedung Blok C IWAPI Disiapkan Jadi Terminal Angkot

Tidak hanya fokus pada Padang Teater, penataan terpadu ini juga menyasar bangunan di sekitarnya, yakni Gedung Blok C IWAPI.

Sesuai rencana tata ruang yang baru, area Gedung Blok C IWAPI bakal ditransformasikan menjadi lokasi terminal angkutan kota (angkot).

Baca juga: Trotoar Pasar Raya Padang Bakal Ramah Disabilitas, PUPR Siapkan Guiding Block

Kehadiran terminal ini diproyeksikan dapat menata arus lalu lintas dan mempermudah aksesibilitas transportasi publik menuju kawasan Pasar Raya.

Pemko Padang optimistis bahwa perpaduan antara pusat kuliner baru dan ketersediaan terminal angkot akan memicu gelombang aktivitas ekonomi baru.

Upaya ini diyakini mampu menghapus citra kelam kawasan tersebut sekaligus mengembalikan kejayaan Pasar Raya Padang sebagai pusat keramaian yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh warga.

2. Cerita Astrid Warga Padang Berburu Cincin Emas Saat Harga Stabil: Nanti Bisa Dijual Kalau Terdesak

Membeli emas perhiasan tak melulu soal mempercantik penampilan luar saat menghadiri berbagai acara sosial.

Bagi sebagian besar warga di Kota Padang, Sumatera Barat, emas memegang peranan vital yang jauh lebih strategis, yakni sebagai instrumen dana darurat keluarga.

Fenomena tersebut terlihat jelas dari alasan seorang pembeli bernama Astrid saat bertransaksi di Pasar Raya, Kota Padang, Sabtu (12/9/2026).

Astrid mengaku sengaja mendatangi pusat perdagangan emas tersebut untuk memboyong perhiasan impiannya setelah memantau pergerakan harga selama beberapa hari terakhir.

"Tadi beli cincin karena kemarin sudah beberapa kali memantau harga, dan karena hari ini harganya masih stabil, mumpung ada rezeki ya dibeli saja dulu," kata Astrid di sela-sela bertransaksi.

Baca juga: Update Harga Emas di Padang Sabtu 12 September 2026: Satu Ameh Tembus Rp5,55 Juta

HARGA EMAS - Karyawan Toko Emas Murni melayani pembeli di Kota Padang, Sabtu (12/9/2026).
HARGA EMAS - Karyawan Toko Emas Murni melayani pembeli di Kota Padang, Sabtu (12/9/2026). (Tribun Padang/Arif Ramanda Kurnia)

Bagi Astrid, perhiasan emas yang melingkar di jemarinya bukan sekadar aksesori penunjang rasa percaya diri saat beraktivitas sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa emas tersebut diposisikan sebagai cadangan dana simpanan yang sangat likuid dan mudah dicairkan sewaktu-waktu.

Keberadaan emas dianggap sebagai tempat berteduh finansial saat keluarga menghadapi situasi mendesak atau kebutuhan yang tak terduga.

Kendati demikian, Astrid tetap berharap kondisi keuangan keluarganya selalu stabil sehingga perhiasan tersebut tidak perlu dilepas dalam waktu dekat.

"Nanti bisa juga kalau kepepet dijual, tapi ya jangan sampai lah ya," tutup Astrid sambil tersenyum.

Baca juga: Wejangan Nilmaizar Jelang Lawan Persiraja: Jangan Terlena Kata Orang Sebelum Menang

Dimanfaatkan saat Harga Stagnan

Momen harga emas yang terpantau stabil pada perdagangan akhir pekan ini memang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat.

Banyak warga menilai kondisi harga datar merupakan saat yang tepat untuk menambah koleksi sekaligus mengamankan porsi aset simpanan.

Kondisi transaksi yang tetap ramai ini terlihat langsung di Toko Emas Murni yang berlokasi di kawasan Pasar Raya, Kota Padang.

Aktivitas jual beli di toko emas legendaris tersebut terus berjalan normal dengan keterlibatan masyarakat yang ingin berbelanja perhiasan.

Karyawan Toko Emas Murni, Dani, mengonfirmasi bahwa harga jual emas baik batangan maupun perhiasan masih bertahan di angka yang sama sejak Jumat kemarin.

"Masih stabil, belum ada turun maupun naik sejak kemarin," ujar Dani saat ditemui jurnalis di lokasi Pasar Raya Padang.

Rincian Harga dan Perhiasan Terfavorit

Berdasarkan pemaparan Dani, untuk patokan harga dasar satu ameh emas murni, toko menetapkan nominal di angka Rp5.550.000.

Angka tersebut merupakan harga murni untuk fisik emas dan belum termasuk hitungan biaya pembuatan atau upah tukang.

Sementara untuk konsumen yang memilih transaksi dalam hitungan gramasi standar, harga dilepas pada kisaran Rp2.220.000 per satu gram.

Baca juga: Rencana Penataan Pasar Raya Padang: Padang Teater Pusat Kuliner, Blok C IWAPI Terminal Angkot

Jika dihitung bersama ongkos pembuatan perhiasan siap pakai, harga emas satu ameh berada di kisaran Rp5.850.000 tergantung kerumitan model.

"Kalau sudah termasuk upah Rp5.850.000, tergantung dari tingkat kesulitan model yang dipilih konsumen," tambah Dani.

Bagi warga yang berniat melakukan penjualan kembali atau buyback untuk kebutuhan dana cepat, pihak toko menerima patokan di tingkat Rp2.160.000 per gram.

Dari beragam jenis perhiasan yang dipajang di etalase toko, Dani membeberkan bahwa produk jenis cincin menjadi yang paling banyak diminati masyarakat pekan ini.

Cincin dinilai praktis untuk dikenakan sehari-hari sekaligus paling gampang untuk diperjualbelikan kembali saat pemiliknya membutuhkan dana mendesak.

3. Pemprov Sumbar Harap BNPB Bisa Kirim Banyak Masker, Kualitas Udara Menurun

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana meminta bantuan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghadapi dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumbar.

Bantuan yang akan diminta salah satunya berupa masker dalam jumlah besar untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di kabupaten dan kota yang terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Edral Pratama mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak penurunan kualitas udara akibat kabut asap.

"Kita akan memohon dukungan dari pemerintah pusat, dalam hal ini BNPB, untuk dukungan logistik. Salah satunya masker, atau APD, atau peralatan pendukung lainnya," kata Edral saat ditemui TribunPadang.com di Kantor BPBD Sumbar, Sabtu (12/9/2026).

Baca juga: Titik Api di Sumbar Rendah tapi Kualitas Udara di Padang Kategori Berbahaya, Kok Bisa?

Menurutnya, masker menjadi salah satu kebutuhan utama karena masyarakat masih melakukan aktivitas di luar ruangan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.

BPBD Sumbar berharap BNPB dapat memberikan bantuan masker dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa dibagikan ke daerah-daerah yang terdampak kabut asap.

"Kita mohon dukungan masker kepada pemerintah pusat dalam jumlah yang cukup besar sehingga bisa didistribusikan ke kabupaten kota yang terdampak di Sumbar," ujarnya.

Udara Padang Berbahaya

Edral mengatakan kondisi kualitas udara di Kota Padang saat ini cukup mengkhawatirkan. 

Berdasarkan pengamatan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang difasilitasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kualitas udara Padang beberapa hari terakhir sempat masuk kategori berbahaya.

Kondisi tersebut juga fluktuatif. Pada malam hari, kualitas udara dapat masuk kategori berbahaya, sedangkan pada siang hari turun menjadi sangat tidak sehat.

"Untuk Kota Padang berdasarkan pengamatan ISPU yang difasilitasi oleh DLH, kondisinya cukup mengkhawatirkan. Beberapa hari terakhir itu sampai ke level berbahaya," katanya.

Masyarakat pun diminta mematuhi arahan yang tercantum dalam surat edaran Gubernur Sumbar dan Wali Kota Padang untuk mengurangi risiko akibat buruknya kualitas udara.

Baca juga: Warga Padang Mulai Rasakan Dampak Kabut Asap, Pasien Puskesmas Nanggalo & Belimbing Didominasi Batuk

Edral menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari pergerakan asap kebakaran dari wilayah luar Sumbar.

Berdasarkan informasi BMKG, jumlah hotspot di Sumbar sendiri tidak signifikan. Namun, titik panas di Riau dan Jambi terpantau cukup tinggi.

Asap dari kedua wilayah tersebut kemudian bergerak menuju Sumbar mengikuti arah angin.

"Dianalisa berdasarkan citra satelit oleh kawan-kawan BMKG ada kecenderungan asapnya itu mengarah ke Provinsi Sumatera Barat," ujarnya.

Kota Padang menjadi salah satu wilayah yang mengalami konsentrasi asap cukup tinggi sehingga kualitas udaranya turun signifikan.

Edral mengatakan pergerakan asap sebenarnya tidak hanya terjadi di Padang, tetapi hampir seluruh wilayah Sumbar berpotensi terdampak.

"Sebenarnya hampir seluruh kawasan Sumatera Barat pergerakan angin kabut asap itu menuju ke wilayah Sumatera Barat. Namun konsentrasinya ke wilayah Kota Padang sehingga mengakibatkan indeks penurunan kualitas udara di Kota Padang sangat signifikan," tuturnya.

Kelompok Rentan Diminta di Rumah

Menghadapi kondisi tersebut, masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker. Sementara kelompok rentan dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Kelompok rentan yang dimaksud antara lain anak-anak, balita, lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis.

"Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan atau berada di udara terbuka, disarankan atau kalau bisa diwajibkan memakai masker," kata Edral.

"Untuk kelompok rentan, anak-anak, balita, orang tua, ibu hamil, menyusui, atau masyarakat yang mengalami penyakit kronis agar berdiam diri di rumah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah," sambungnya.

Diketahui dampak kabut asap juga telah merambah sektor pendidikan. Pemerintah Kota Padang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar sebagai langkah mengurangi paparan udara buruk.

Sementara aktivitas PAUD dan TK diliburkan sementara di tengah kondisi kualitas udara yang membahayakan.

"Untuk aktivitas sekolah mungkin kita sudah sama-sama mengetahui, Wali Kota Padang menyediakan kegiatan sekolah mengganti dengan PJJ, proses pembelajaran jarak jauh," pungkas Edral.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.