TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Polda Banten memastikan mayat yang mengapung di Kali Teratai, Kota Cilegon, Banten bukan merupakan rombongan jurnalis dan awak kapal speedboat yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Hal ini dipastikan dari proses identifikasi dan keterangan saksi dengan mencocokkan data yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Baca juga: Hari Kelima Pencarian, Keluarga Terus Berharap 5 Jurnalis Ditemukan: Apa pun yang Terjadi Kami Siap
"Berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan dari pihak keluarga, yang bersangkutan dipastikan bukan merupakan penumpang maupun bagian dari rombongan speedboat yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Maruli mengatakan dari penyelidikan, identitas mayat yang ditemukan mengapung ini berinisial EM.
"Jadi, hasil identifikasi terhadap jenazah. Sdr EM merupakan keluarga dari pihak yang datang dan memberikan keterangan kepada kami, sehingga dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari rombongan speedboat yang masih dalam proses pencarian," ungkapnya.
Maruli mengimbau masyarakat maupun rekan-rekan media agar tidak mengaitkan temuan jenazah di Kali Teratai dengan rombongan speedboat yang hingga saat ini masih dalam pencarian.
"Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih terus melaksanakan operasi pencarian terhadap rombongan speed boat yang mengalami lost contact. Kami mengimbau masyarakat dan rekan-rekan media untuk tetap mengacu pada informasi resmi," ungkapnya.
Sebelumnya warga menemukan jenazah laki-laki yang mengapung di Kali Teratai, Sabtu (12/9/2026). Polisi menerima laporan sekitar pukul 16.30 WIB dan kemudian melakukan evakuasi.
Polda Banten mengidentifikasi korban dengan inisial EM.
Rombongan jurnalis yang terdiri dari delapan orang itu masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat menumpangi sebuah speedboat di sekitar perairan Sulat Sunda pada Selasa (8/9/2026) lalu.
Speedboat yang membawa awak media bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Mereka terdiri dari:
Komunikasi terakhir dengan rombongan diketahui terjadi sekitar pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.
Proses pencarian hingga hari kelima masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan delapan orang itu.
Hanya sejumlah life jacket hingga jeriken yang ditemukan mengapung meski belum bisa dipastikan apakah barang-barang itu berasal dari kapal rombongan jurnalis.