Tewaskan Wanita Cantik Asal Medan saat Sedot Lemak, Klinik Kecantikan WJS di Depok Tertutup Rapat
Budi Sam Law Malau July 27, 2024 04:31 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Klinik kecantikan WSJ di Jalan Ridwan Rais, Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, nampak tutup dan tidak ada aktivitas sama sekali pada Sabtu (27/7/2024).

Sebelumnya, klinik kecantikan WJS viral di media sosial atas dugaan malapraktik yang menewaskan seorang wanita muda cantik asal Medan berinisial ENS (30) saat sedang operasi sedot lemak di klinik kecantikan tersebut.

Pantauan Wartakotalive.com, di lokasi, Sabtu siang, tampak klinik kecantikan WSJ sepi dan tidaj ada aktivitas pelayanan.

Bahkan, area depan klinik kecantikan tersebut juga tertutup rapat oleh pagar besi hitam setinggi kurang-lebih satu meter.

Pada papan plang, sejatinya klinik kecantikan tersebut buka dari pukul 09.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Pengurus lingkungan setempat yakni Ketua RT 01/RW 05 Beji Timur, Imam Sutrisno menjelaskan, klinik kecantikan WSJ tutup sejak dua atau tiga hari lalu.

“Yang saya tahu 2-3 hari ini kok tidak ada operasional. Itu saya anggap sebagai libur atau apa itu aja. Saya tidak tahu persis ada kasus apa,” kata Imam saat ditemui, Sabtu (27/7/2024).

Imam mengaku tidak mengetahui adanya kasus pasien tewas di klinik kecantikan tersebut.

“Saya tahu dari Anda malah, tidak tahu (kasus kematian),” ujarnya.

Viral di Sosmed 

Sebelumnya, media sosial (medsos) dihebohkan dengan berita tewasnya wanita muda berinisial ENS (30) usai melakukan sedot lemak di klinik kecantikan WJS di Depok.

Dalam unggahan akun Instagram @temanpolisi, wanita cantik asal Medan, Sumatera Utara itu diduga menjadi korban malapraktik di klinik kecantikan yang berada di wilayah Beji, Depok, Jawa Barat.

"Sungguh miris nasib ENS (30) meninggal dunia saat sedot lemak di klinik kecantikan wsj.beauty Kota Depok pada Senin (22/7),” tulis akun Instagram @temanpolisi, dikutip Sabtu (27/7/2024).

“Wanita berparas cantik itu berdomisili di Komplek Permata Abadi, Kota Medan," sambungnya.

ementara itu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan, pihaknya sudah menugaskan jajarannya untuk mendalami kasus tersebut.

"Masih kita dalami dan selidiki," kata Arya saat dikonfirmasi. 

Arya juga menegaskan pihaknya masih mendalami dan belum mengetahui informasi adanya terduga pelaku atau pengelola klinik yang terindikasi ingin kabur. (m38)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.