Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Musim kemarau yang sangat panas, mengakibatkan volume air di Waduk Dawuhan, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyusut drastis, Senin (2/9/2024).
Sejatinya, waduk tersebut dapat mengairi lahan pertanian di tiga kecamatan.
Mulai dari Kecamatan Wonoasri, Kecamatan Balerejo, dan Kecamatan Madiun, serta lahan seluas 1.273 hektare.
Petugas Operasi Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, mengatakan, per Senin (2/9/2024), tinggi muka air mencapai 7.925 meter, dari kondisi normal 8.421 meter.
Sementara volume air, lanjut Agung, saat ini di angka 700 ribu, dari volume normal 3,9 juta meter kubik, atau sekitar sisa 30 persen.
“Pergerakan air bisa berubah. Sehingga kemungkinan pintu air tutup total pada akhir Oktober,” ujar Agung.
Agung menambahkan, sebelumnya di musim penghujan bisa mengeluarkan debit air sebanyak 300 liter per detik per hari.
Sedangkan kondisi saat ini berkurang menjadi 100 hingga 150 liter per detik.
“Waduk Dawuhan mengairi padi, dan palawija. Sementara kebutuhan air sawah di daerah sekitar, dibantu sumur sibel,” imbuhnya.
Dengan volume air yang menurun, petugas melakukan pemeliharaan di Waduk Dawuhan.
“Para petani sebaiknya menggunakan sistem tanam dua kali padi dan palawija, di musim kemarau,” pungkasnya.