TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut ini merupakan Kunci jawaban ESPS IPAS Kelas 6 Halaman 39 40 41 Volume 1.
Kunci jawaban Kunci jawaban ESPS IPAS Kelas 6 Halaman 39 40 41 Volume 1, terkait Soal AKM Bab 2 Peredaran Darah.
Merupakan buku matapelajaran IPAS Kurikulum Merdeka.
Inilah Kunci jawaban ESPS IPAS Kelas 6 Halaman 39 40 41 Volume 1 Soal AKM Bab 2 Peredaran Darah.
AKM Asesmen Kompetensi Minimum
Bacalah teks berikut dengan cermat.
Hemofilia
Hemofilia adalah penyakit yang mengganggu proses pembekuan darah. Gejala utama hemofilia adalah perdarahan yang berlangsung lebih lama.
Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dan bersifat diwariskan melalui gen ibu.
Hemofilia terjadi ketika darah kekurangan protein pembentuk faktor pembekuan. Akibatnya, darah penderita hemofilia sukar membeku.
Meski kondisi ini belum dapat disembuhkan, penderitanya dapat hidup normal dengan mencegah terjadinya luka dan melakukan kontrol rutin ke dokter.
Tingkat keparahan pendarahan yang dialami penderita hemofilia bergantung pada jumlah faktor pembeku dalam darah.
Jika jumlah faktor pembeku darah makin sedikit, perdarahan akan makin sulit dihentikan. Pada hemofilia ringan, jumlah faktor pembeku dalam darah berkisar antara 5 persen-50%.
Penderita hemofilia ini mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, penderita dapat mengalami pendarahan yang sulit berhenti jika luka.
1. Pilihlah satu jawaban yang benar. Berdasarkan teks "Hemofilia", jika seorang ibu menderita hemofilia, sedangkan ayahnya tidak menderita hemofilia, maka mereka akan....
a. tidak dapat memiliki keturunan
b. memiliki anak laki-laki normal
c. memiliki anak laki-laki hemofilia
d. memiliki anak perempuan hemofilia
Jawaban: c
2. Berdasarkan teks "Hemofilia", manakah pasangan yang tepat? Hubungkan pernyataan di sebelah kiri dengan keterangan yang tepat di sebelah kanan dengan menarik garis.
Jawaban Tarik garis
- Penyakit diturunkan secara genetik dari orang tua = Penyebab hemofilia
- Penyakit yang sulit disembuhkan karena tidak ada obatnya = Arti hemofilia
- Kelainan darah yang sulit membeku saat terjadi luka = Arti hemofilia
- Selalu berhati-hati agar tubuh tidak mengalami luka atau pendarahan = Pencegaha hemofilia
3. Berdasarkan teks "Hemofilia", apa saja pengetahuan baru yang kamu peroleh? Berilah tanda centang (✔) pada jawaban yang sesuai. (Jawaban dapat lebih dari satu)
() Hemofilia adalah kelainan darah yang hanya terjadi pada laki-laki.
() Pada penderita hemofilia ringan, pendarahan ketika terjadi luka dapat berhenti dengan mudah.
(✔)Pada penderita hemofilia berat, pendarahan dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa penderita harus mengalami luka.
(✔)Penderita hemofilia yang akan menjalani operasi harus mendapat persetujuan dari dokter ahli.
4. Berdasarkan teks "Hemofilia", menurutmu, apa penanganan pertama yang dapat dilakukan saat penderita hemofilia terluka hingga mengalami pendarahan? Jelaskan alasanmu.
Jawab: Lankah yang dilakukan adalah memberikan bantuan secepat mungkin.
Sebelum memanggil orang dewasa atau mencari bantuan medis, siswa dapat membantu dengan memberikan bantuan sederhana.
Misalnya, siswa dapat mencari kain bersih dan menempelkannya di atas luka, kemudian menekan dengan lembut untuk membantu menghentikan pendarahan.
5. Berdasarkan teks "Hemofilia", ada pernyataan "Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dan bersifat diwariskan melalui gen ibu".
Jika ada perempuan hemofilia menikah dengan laki-laki normal, apa kemungkinan anak yang akan dilahirkan? Berilah tanda centang (✔) pada kolom jawaban berdasarkan pemahamanmu terhadap teks "Hemofilia". Jelaskan alasanmu.
Pernyataan - Benar/Salah
a. Semua anak laki-lakinya menderita hemofilia.
b. Semua anak laki-lakinya normal.
c. Laki-laki yang menikah dengan penderita hemofilia akan tertular.
d. Perempuan hemofilia akan sembuh setelah menikah dengan laki-laki normal.
Jawab Centang:
a. Salah
b. Salah
c. Benar
d. Salah
Alasan:
Jika seorang perempuan dengan hemofilia menikah dengan laki-laki normal, kemungkinan anak yang akan dilahirkan dapat dijelaskan sebagai berikut: Anak laki-laki memiliki 50% kemungkinan mewarisi gen hemofilia dari ibunya dan akan menderita hemofilia.
Sementara itu, anak perempuan juga memiliki 50% kemungkinan mewarisi kromosom X normal dari ibunya dan tidak menderita hemofilia, tetapi menjadi pembawa hemofilia seperti ibunya.
Ingatlah bahwa ini adalah perkiraan dan hasil sebenarnya bisa berbeda-beda. Penting untuk diingat bahwa hemofilia lebih sering terjadi pada laki-laki dan diwariskan melalui gen yang terkait dengan kromosom X.