Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan menjadi salah satu pemateri dalam Retret Kepala Daerah yang digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada hari ini, Rabu (26/2/2025).
Menurut Wamendagri Bima Arya, Gibran akan memberikan materi kepada para kepala daerah pada pukul 10.00 WIB.
“Pak Wapres berkenan untuk memberikan materi pada hari Rabu, pukul 10 pagi,” ungkap Bima Arya dilansir Kompas TV, Rabu (26/2/2025).
Lantas materi apakah yang akan disampaikan Gibran nanti?
Bima Arya mengungkap, Gibran nantinya akan memberikan materi soal Asta Cita.
Selain itu Gibran akan menyampaikan juga soal bagaimana cara untuk memperkuat program yang diinisiasi oleh PrabowoGibran.
Meski demikian, Bima Arya belum mengetahui pasti dimensi Asta Cita yang mana yang akan jadi fokus materi Gibran nanti.
"Ya pasti, turunan dari Asta Cita, memperkuat program dari PrabowoGibran, akan lebih jelas lagi."
"Tapi dimensi mananya, kita lihat saja nanti," terang Bima Arya.
Sebagai informasi, Asta Cita merupakan delapan misi yang dicanangkan pemerintah PrabowoGibran.
Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM). Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Airlangga Berikan Materi di Retret Kepala Daerah, Bahas ‘Future Jobs’ dan Tantangan ke DepanSebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pembekalan intensif kepada kepala daerah yang menjalani retret di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025).
Airlangga menjelaskan usaha mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat kepemimpinan daerah.
Dirinya juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang merata di seluruh Indonesia.
Pimpinan Daerah memiliki peran strategis dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia.
Selain mendukung industri kreatif, Pimpinan Daerah juga perlu mengantisipasi future jobs dengan mendorong pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, seperti teknologi digital, robotika, dan kecerdasan buatan.
“Kita harus menyiapkan generasi muda untuk pekerjaan yang bahkan belum ada saat ini. Future jobs bukan sesuatu yang jauh, melainkan sudah di depan mata,” kata Airlangga.
Dalam keynote speechnya, Airlangga juga menggarisbawahi beberapa poin yang menjadi fokus pembangunan ekonomi nasional, antara lain penguatan sektor perbankan nasional, optimalisasi ekosistem tabungan emas, industrialisasi di berbagai daerah, hingga pemanfaatan ekonomi digital dan industri kreatif.
Airlangga mengungkapkan bahwa kekuatan perbankan nasional saat ini mencapai USD90 miliar dalam sembilan bulan terakhir.
Angka tersebut mencerminkan potensi besar dalam mendorong perputaran ekonomi domestik.
Selain itu, pemerintah juga terus mendukung pengembangan investasi di sektor strategis, termasuk industri hilirisasi dan pengolahan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Seiring dengan perkembangan ekonomi digital, Pemerintah terus mendorong generasi muda untuk mengembangkan keahlian dalam bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan big data.
Berbagai program pelatihan seperti Apple Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, serta kerja sama dengan universitas ternama dunia telah dijalankan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Di sektor industri kreatif, Indonesia memiliki peluang besar dalam mengekspor produk budaya seperti batik, tenun, fashion muslim, hingga animasi dan komik yang semakin diminati di pasar global.
Industri ini telah mencapai nilai USD 12,36 miliar dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
“Ekonomi kreatif adalah sektor tanpa batas, sky is the limit. Berapa pun produk berkualitas yang kita hasilkan, akan selalu ada pasar yang siap menyerapnya,” tutur Menko Airlangga
Pemerintah juga terus berkomitmen dalam menciptakan ekonomi yang lebih hijau melalui pengembangan energi terbarukan, seperti proyek hydropower di Kalimantan Utara yang berpotensi mengekspor listrik ke Malaysia dan Filipina.
Selain itu, dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pemerintah menyediakan skema kredit investasi dengan bunga rendah guna meningkatkan daya saing industri lokal.
Lebih lanjut, Indonesia tengah menghadapi bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Dengan jumlah penduduk usia produktif yang tinggi, Pimpinan Daerah perlu menciptakan kebijakan yang mendorong produktivitas dan inovasi agar Indonesia dapat menjadi negara kaya sebelum memasuki fase negara tua.
"Bonus demografi ini kesempatan emas. Kita harus menjadi negara kaya, sebelum menjadi negara tua. Jangan sampai kita menjadi negara tua dan tidak kaya. Nah, ini tantangannya kepada kita semua,” ujar Airlangga.
Baca berita lainnya terkait Retret Kepala Daerah.