Pelaksanaan KKN-DIK & SPW PGSD FKIP UHAMKA Tahun Ajaran 2024/2025
Windy Prasetya February 26, 2025 01:20 PM
Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN-DIK) dan Studi Pengembangan Wawasan (SPW) tahun 2025 sukses menyelesaikan kegiatan yang berlangsung dari 10 hingga 19 Februari 2025 di tiga daerah, yakni Banyuwangi, Bali, dan Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan akademik dan sosial mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Dalam program KKN-DIK, mahasiswa diterjunkan ke berbagai desa di Banyuwangi untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan dilakukan, seperti pelatihan kewirausahaan bagi UMKM, pendampingan dalam bidang pendidikan, serta program sosial lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Partisipasi aktif mahasiswa mendapat sambutan baik dari warga, yang turut serta dalam berbagai kegiatan yang digagas oleh para peserta KKN. Berbagai kegiatan dilakukan di kelompok 13 yaitu mengabdi kepada masyarakat di Masjid Sunan Giri. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi berbagai objek budaya di Banyuwangi, seperti Baluran, Dejawatan, dan Pantai Merah.
Kegiatan KKN-DIK ini dilakukan di Masjid Sunan Giri yang ber-alamat pada Jl. Aruji Karta Winata, Kemiren, Klatakan, Singojuruh. Masjid Sunan Giri ini terpilih menjadi tempat pelaksanaannya KKN-DIK bagi kelompok 13 mahasiswa PGSD yang terdiri dari Muthi’ah Zahra Ramadhania, Nabilla Hanan, Nurfajrina Mawaddah Rahma, Rivanda Isnichaeni Chandra, Salsa Bella Anisa, Salwa Fatiya, Syifa Azzahra Erina Putri, Windy Prasetya Puspitasari, Zannuba Chofshof Yusman Putri Ralina. Pada hari pertama mahasiswa yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Bapak Martin, M.Pd dan Dosen UHAMKA lainnya. secara resmi menyerahkan mahasiswa kepada kepala desa Singojuruh. Penyerahan ini disambut dengan hangat oleh bapak kepala desa dan ibu-ibu PKK. Kegiatan yang kami lakukan di Masjid Sunan Giri adalah pada hari pertama membuat ketrampilan mewarnai Asmaul Husna, kegiatan Ini dilakukan untuk mengetahui kreativitas dan imajinasi anak kelas rendah untuk mewarnai dan mengenal nama-nama Asmaul Husna. Selanjutnya di hari kedua kami melakukan kegiatan membersihkan TPQ dan membuat Pojok Wakaf, kegiatan ini didasari dengan menumbuhkan kesadaran anak untuk semangat membaca karena membaca salah satu hal penting untuk pengetahuan anak.
Kondisi Masjid Sunan Giri
Perbesar
Kondisi Depan Masjis Sunan Giri Sumber Foto : Penulis
Penyerahan Mahasiswa ke Kepala Dusun & Masjid Sunan Giri
Perbesar
Selasa, 11 Februari 2025 Sumber Foto : Penulis
Membuat Keterampilan Mewarnai Asmaul Husna
Perbesar
Rabu, 12 Februari 2025 Sumber Foto : Penulis
Tadarus Bersama Remaja Masjid Sunan Giri
Perbesar
Tadarus bersama remaja masjid Sunan Giri Sumber Foto : Penulis
Membuat Pojok Waqaf & Membersihkan TPQ
Perbesar
Kamis, 13 Februari 2025 Sumber Foto : Penulis
Sementara itu, dalam program Studi Pengembangan Wawasan (SPW), mahasiswa berkesempatan mengunjungi berbagai institusi pendidikan, budaya, serta pusat industri kreatif di Bali dan Yogyakarta. Di Bali, mahasiswa mempelajari perkembangan pariwisata berbasis budaya serta bagaimana masyarakat lokal menjaga tradisi mereka di tengah arus modernisasi. Mahasiswa berkunjung ke berbagai objek budaya dan wisata, seperti Tanah Lot, Pantai Pandawa, Pantai Jimbaran, Garuda Wisnu Kencana, Tanjung Benoa, serta pusat oleh-oleh ke Cening Bagus. Selain itu, mereka juga sempat berkunjung ke SD Muhammadiyah Denpasar untuk mengenal lebih dekat sistem pendidikan di setakolah tersebut. Sedangkan di Yogyakarta, mahasiswa menggali wawasan tentang sejarah, budaya, serta industri kreatif yang menjadi ciri khas kota pelajar ini.
Objek Budaya Bali
Perbesar
Tanah Lot, Bali Sumber Foto : Penulis
Perbesar
SD Muhammadiyah Denpasar Sumber Foto : Penulis
Objek Budaya Yogyakarta
Perbesar
Malioboro, Yogyakarta Sumber Foto : Penulis
Program ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran akademik, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia nyata. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat serta berbagai institusi, mahasiswa diharapkan dapat mengasah keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta pemecahan masalah yang akan berguna di masa depan. Dengan selesainya program KKN-DIK dan SPW 2025, mahasiswa kembali ke kampus dengan membawa berbagai pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam perjalanan akademik dan profesional mereka. Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang luas. Melalui perjalanan ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan. Semoga pengalaman berharga yang didapatkan selama kegiatan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat di masa depan.
Kelompok 13, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka