Kisah Bejo Sugiantoro: Nyaris ke Arema, Balik Persebaya karena Kiai
kumparanBOLA February 26, 2025 03:00 PM
Bejo Sugiantoro telah berpulang. Sang legenda Persebaya dan Timnas Indonesia mengembuskan napas terakhir pada Selasa (25/2). Dalam hidupnya, seorang tokoh kiai pernah turun tangan dalam perjalanan kariernya.
Bejo Sugiantoro memperkuat Persebaya dalam dua periode berbeda, yakni 1994–2003 dan 2004-2008. Di antara masa itu terselip riwayatnya ber-jersey PSPS Pekanbaru selama kurang lebih setahun.
Main untuk PSPS merupakan titik terendah dalam kariernya. Sebab, ia terkena hukuman larangan main satu tahun gegara kasus pemukulan kepada wasit. Ia memutuskan pulang ke Jawa Timur dan hampir bergabung ke Arema, yang merupakan rival Persebaya.
Sebenarnya, pada 2004, pintu Persebaya terbuka untuknya, tetapi Bejo tidak enak karena tidak jadi bagian skuad yang mengantarkan Persebaya promosi dari Divisi I 2003. Alhasil, ia hendak berseragam Arema, lalu mendapat protes keras dari suporter.
KH Hasyim Muzadi. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
zoom-in-whitePerbesar
KH Hasyim Muzadi. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Bahkan seorang tokoh kiai asal Jawa Timur, KH Hasyim Muzadi, harus turun tangan. Ia menjadi mediator antara Arema dan Persebaya. KH Hasyim Muzadi juga membantu luluhkan hati Bejo.
Jalan tengah pun dicapai. Bejo Sugiantoro kembali membela Persebaya.
Pada akhirnya, Bejo dikenang sebagai salah bek terkuat yang pernah dimiliki Persebaya. Ia berkontribusi untuk mempersembahkan titel juara Divisi Teratas Liga Indonesia bersama mereka pada 1996/97 dan 2004.
Persebaya juga sebenarnya sempat terdegradasi lagi pada 2005. Namun kali ini, Bejo tetap tinggal dan membantu 'Bajul Ijo' menjuarai kompetisi level kedua Indonesia pada 2006.
Bejo Sugiantoro juga pernah membela Timnas Indonesia selama 1997–2004. Ia mengoleksi 48 caps. Kini sang anak, Rachmat Irianto, juga mengikuti jejaknya sebagai pesepak bola yang pernah membela timnas.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.