Sidoarjo Dikepung Banjir, Ratusan Warga Mengungsi
Eko Darmoko February 26, 2025 06:31 PM

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Banjir menggenang di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo usia hujan deras mengguyur dalam dua hari terakhir.

Bahkan, ratusan warga sampai harus mengungsi karena rumahnya kebanjiran, Rabu (26/2/2025).

Data di BPBD Sidoarjo menyebut, ada 128 keluarga di Desa Tempel dan 168 keluarga di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang terpaksa mengungsi.

“Lokasi pengungsian sementara di rumah-rumah saudaranya yang tidak kebanjiran."

"Tapi sebagian juga masih bertahan di rumahnya,” kata Kepala BPBD Sidoarjo Mustain Baladan kepada SURYAMALANG.COM.

Di dua desa itu memang banjirnya terbilang tinggi. Mencapai kisaran 50 - 70 Cm, merendam sekira 183 rumah warga di Desa Barengkrajan. Sementara di Desa Tempel ada sekira 255 rumah yang kebanjiran.

Banjir juga merendam tiga desa di Kecamatan Candi. Yakni di Desa Candi, Balongdowo, dan Durung Bedug.

Ketinggian air sekira 20 - 35 Cm. Sementara di Kecamatan Sidoarjo Kota, banjir merendam daerah Banjarbendo dengan ketinggian sekitar 20 Cm.

Di Kecamatan Porong, banjir menggenang di empat desa. Wunut, Kedungsolo, Pesawahan, dan Desa Candipari. Ketinggian airnya sekira 15 - 30 Cm.

Sedangkan di Kecamatan Krembung, banjir merendam Desa Tajekwagir dengan ketinggian sekira 15 Cm. Di Kecamatan Tanggulangin, banjir merendam Desa Kedungbanteng dan Banjarsari dengan ketinggian air sekira 20 Cm.

Penyebab banjir itu karena sungai tak mampu menampung air seiring tingginya volume hujan. Di Desa Barengkrajan Kecamatan Krian misalnya, sungai Kalimas yang berada di sana tidak mampu menampung air hujan.

Akibatnya luberan air sungai Kalimas membanjiri pemukiman warga. Dusun Badas Desa Barengkrajan menjadi wilayah yang paling terdampak banjir. Ketinggian air mencapai 90 Cm.

Pemkab Sidoarjo telah membuka Posko Siaga Banjir di desa tersebut. Dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak juga telah dibuka.

“Tenda pengungsi juga telah didirikan untuk menampung warga yang membutuhkan,” kata Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat melakukan sidak ke sejumlah lokasi banjir, Rabu (26/2/2026).

Wabup turun langsung ke lokasi terdampak banjir, berkolaborasi dengan ketua TP PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi.

Mereka datang untuk memastikan penanganan banjir dan warga terdampak banjir telah dilakukan dengan baik.

Wabup Mimik meminta penanganan banjir dilakukan sebaik dan secepat mungkin. Begitu pula dengan warga terdampak. Kondisi mereka harus diperhatikan. Mulai dari makanan sampai kesehatannya harus menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo.

Dalam kunjungannya, Mimik Idayana juga sempat menelepon Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jatim. Ia ingin Pemkab Sidoarjo dibantu mengatasi banjir di Desa Barengkrajan Kecamatan Krian.

“Mohon bantuan pompa portable agar debit air di sini segera berkurang, mohon segera ditindak lanjuti ngeh pak, terima kasih,” ujar Mimik Idayana kepada Fauzan, salah satu pegawai BBWS Brantas Jatim yang diteleponnya.

Di Desa Pesawahan, ketua TP PKK Sriatun Subandi mengimbau kepada warga untuk segera berobat ke Puskesmas jika mengalami gangguan kesehatan.

Ia juga akan berkomunikasi dengan BPBD Sidoarjo untuk segera membantu mengurangi debit air.

"Kalau merasa mengalami gangguan kesehatan langsung saja ke puskesmas. Jika keadaan darurat bisa menghubungi pihak kelurahan agar bisa dibantu menuju puskesmas."

"Saya akan berkomunikasi dengan BPBD Sidoarjo untuk mendatangkan pompa portable untuk membantu mengurangi debit air," tutur Sriatun.

Di sela-sela sidak, ketua TP PKK Sidoarjo membagikan bantuan beras kepada beberapa warga yang rumahnya terdampak banjir.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.