PT Sritex Tutup, Ribuan Karyawan di-PHK, Begini Langkah Gubernur Jateng
Rahmadhani March 01, 2025 03:31 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah daerah akan menyiapkan program pelatihan kerja bagi ribuan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah ini dilakukan untuk membantu mereka memperoleh keterampilan baru agar dapat terserap kembali di industri lain.

"Kami akan mengadakan program vokasi dengan menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) bagi mereka," ujar Luthfi seusai bertemu mantan Presiden Joko Widodo di Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jumat (28/2/2025), dikutip dari Tribun.

Menurut Luthfi, program pelatihan ini bertujuan agar para mantan karyawan Sritex dapat memperoleh keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

"Kami ingin memastikan mereka memiliki keterampilan yang relevan sehingga dapat kembali bekerja di perusahaan lain," katanya.

Sritex Tutup per 1 Maret 2025

PT Sritex akan resmi menghentikan operasionalnya pada 1 Maret 2025 setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada Oktober 2024.

Hari ini, Jumat (28/2/2025), menjadi hari terakhir para karyawan bekerja di perusahaan tekstil yang berbasis di Sukoharjo tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa sebanyak 8.475 pekerja terdampak PHK akibat penutupan ini.

"Kami berupaya agar hak-hak pekerja dapat diselesaikan sebelum Hari Raya Idulfitri. Namun, penyelesaian ini bergantung pada proses administrasi karena jumlah pekerja yang terdampak sangat besar," ujar Sumarno.

Selain menyiapkan program pelatihan, Disperinaker juga berkoordinasi dengan berbagai perusahaan di Sukoharjo dan daerah sekitarnya untuk membantu penyaluran tenaga kerja.

"Saat ini terdapat 10.133 lowongan kerja yang tersedia di berbagai perusahaan di Sukoharjo, Selogiri (Wonogiri), dan Jaten (Karanganyar)," tambahnya.

Direktur Sritex Apresiasi Dedikasi Karyawan
Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan atas dedikasi mereka sejak perusahaan berdiri pada 1966.

"Para karyawan telah menjadi bagian dari perjalanan Sritex selama lebih dari lima dekade. Kami berterima kasih atas kontribusi mereka dalam membangun perusahaan ini," ujarnya dalam pernyataan di Semarang, Jumat (28/2/2025).

Secara keseluruhan, kepailitan Sritex berdampak pada 12.000 karyawan, termasuk 8.475 pekerja di Kabupaten Sukoharjo.

Proses PHK dan Hak Karyawan Dikawal

Manajemen Sritex berjanji bekerja sama dengan tim kurator untuk memastikan penyelesaian hak-hak karyawan berjalan lancar.

Kurator kepailitan Sritex, Denny Ardiansyah, menjelaskan bahwa PHK massal ini merupakan bagian dari proses administratif agar para pekerja dapat segera mencari pekerjaan baru.

"Kami telah berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja dan BPJS Ketenagakerjaan. Para karyawan tidak perlu datang ke kantor dinas atau BPJS, karena petugas telah hadir langsung di pabrik Sritex," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hak-hak karyawan akan masuk dalam daftar prioritas dalam penyelesaian kewajiban perusahaan.

Sebelumnya, rapat kreditur kepailitan Sritex memutuskan bahwa tidak ada keberlanjutan usaha. Seluruh aset perusahaan akan dibereskan untuk membayar utang sesuai ketentuan yang berlaku.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.