Seorang pria yang mengaku bernama Erik (30), digelandang oleh warga ke Polrestabes Palembang, pada Senin (24/3/2025) malam.
Ternyata pria yang tinggal di Jalan Harapan, Lorong Amal, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring Palembang ini, diamuk warga karena kedapatan melakukan aksi pencabulan terhadap seorang mahasiswi.
Berdasarkan data yang dihimpun, pelaku yang telah beristri dan mempunyai dua anak ini, mengendap-endap masuk ke dalam kost korban berinisial IS (19), kemudian pelaku mencabuli korban dengan ancaman akan dibunuh jika berteriak.
Setelah berhasil mencabuli korban, pada Senin (24/3/2025) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku langsung kabur dengan mencuri laptop milik korban.
Tak sampai di situ, sore harinya menjelang waktu magrib, merasa masih kurang pelaku kembali mendatangi kosan korban.
Akan tetapi saat mengetuk pintu kosan, korban menelpon bapak pemilik kost, lalu berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga.
Warga yang mendengar teriakan korban meminta tolong, langsung mengejar pelaku sampai berhasil ditangkap di dalam saluran parit.
Pelaku pun nyaris tewas diamuk massa yang kesal dengan ulah pelaku, sebelum akhirnya pria penuh tatto di tubuhnya ini diserahkan ke Polrestabes Palembang.
Peristiwa ini terjadi di kotan korban IS di Jalan Harapan, Lorong Amal, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring Palembang, tepatnya di Mutia Kost.
Tris selaku pemilik kost korban mengungkapkan jika pelaku berhasil diamankan warga setempat setelah sempat kabur diteriaki maling oleh korban dan warga.
“Saat itu kami sedang berbuka puasa, saya sendiri awalnya kewalahan memegang pelaku, beruntung tak lama warga datang membantu untuk diserahkan kantor polisi,” jelas Tris, ditemui saat mendampingi korban membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang.
Di tempat yang sama, korban IS mengaku pelaku tersebut sudah mendatangi kosannya di pagi hari, saat berhasil masuk, pelaku berhasil melancarkan aksinya mencabuli korban dengan ancaman akan dibunuh jika berteriak.
“Nah, sore tadi pelaku datang lagi kedua kalinya ke kost saya, jadi saya langsung telpon bapak kost, lalu berteriak minta tolong dan dia dikejar oleh warga sampai dapat. Saya tidak terima perlakuannya, jadi setelah berhasil ditangkap warga, saya buat laporan polisi, biar pelaku dipenjara,” tutupnya.