Riuh Kota Tua di Malam H+1 Libur Lebaran
kumparanNEWS April 02, 2025 10:00 AM
Suara musik bersahut-sahutan di plaza Kota Tua. Masyarakat berjubel, menikmati malam dengan beragam hiburan yang ditawarkan di kawasan itu, pada Selasa (1/4) malam atau H+1 Lebaran.
Pada pukul 20.30 WIB, tampak masyarakat dari berbagai usia memadati kawasan itu. Mereka menjajal beragam hiburan yang tersedia, salah satunya merasakan sensasi bersepeda di antara bangunan kuno. Sepeda-sepeda itu disewakan dengan tarif Rp 25 ribu per 30 menit.
Suasana juga riuh dengan permainan baling-baling yang banyak dimainkan anak-anak. Baling-baling itu dilengkapi dengan lampu, sehingga ketika berputar turun, lampunya berkedip menyemarakkan suasana malam.
Suasana malam H+1 Lebaran di Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana malam H+1 Lebaran di Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kegiatan khas lainnya seperti berfoto dengan orang-orang berkostum juga ramai digandrungi pengunjung di sana. Ada sosok yang berdandan seperti Jenderal Sudirman hingga ada yang bersolek bak noni-noni zaman kolonial Belanda.
Mereka silih berganti melayani masyarakat yang ingin berfoto.
Masih ada lagi, banyak orang menjajal tato temporer, atau mencoba mendengar ramalan dari para peramal dan pembaca kartu tarrot. Rumah hantu di kawasan itu juga ramai.
Para pengunjung tak perlu khawatir dengan urusan perut. Sebab, banyak kedai makanan berada di Kota Tua atau mencoba makanan yang ringan di kafe-kafe ikonik seperti Cafe Batavia atau Kedai Seni Djakarté.
Tempat ini masih jadi magnet muda-mudi. Elsa (27) contohnya. Ia bersama teman-temannya yakni Narni (25), Naomi (25), Yesi (26), dan Ari (25), masih memilih menghabiskan malam di Kota Tua.
Suasana malam H+1 Lebaran di Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana malam H+1 Lebaran di Kota Tua, Jakarta Utara, Selasa (1/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kelimanya hanya duduk berpiknik di plaza, menikmati bunyi musik band yang tampil bersahut-sahutan.
"Sambil denger musik. Kesini juga gampang transportasinya dan bisa sampai malam," ujar Elsa.
Selain mereka, ada juga keluarga Firman (43). Dia datang dengan istrinya, Fatma (40), dan anak perempuannya Amira (10). Mereka naik kereta dari Bekasi.
Firman mengajak mereka karena tak pulang kampung. Kampungya di Sumatra Utara.
"Bukan masalah tiket. PP kita bisa. Cuma kalau sudah pulang tuh yang lain pasti 'Wuih orang Jakarta datang', jadi enggak mungkin dikasih duit," jelasnya.
Dia mengaku ini merupakan agenda tahunan mereka bila tak pulang kampung.
"Enak terbuka cocok buat keluarga, makanya ke sini," ujar Firman.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.