Duduk Perkara Pasutri di Manggarai Timur Bikin Hoaks Soal Begal, Ujungnya Minta Maaf 
Eko Sutriyanto April 03, 2025 01:34 PM

TRIBUNNEWS.COM, MANGGARAI - Sepasang suami istri asal Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur akhirnya meminta maaf setelah menyebarkan informasi yang tidak benar terkait adanya aksi begal di Lokpahar, ruas jalan Colol-Watunggong. 

Informasi yang tersebar melalui media sosial Facebook ini sempat meresahkan masyarakat hingga akhirnya pihak kepolisian turun tangan untuk melakukan klarifikasi.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto, mengungkapkan bahwa informasi mengenai adanya begal pertama kali muncul pada Selasa, 1 April 2025 sekitar pukul 23.00 WITA.

Sebuah akun Facebook bernama Asty Rofina Msi mengunggah sebuah postingan di grup Demokrasi Manggarai Timur yang berisi peringatan bagi pengguna jalan yang hendak melintas di Lokpahar pada malam hari.

Dalam postingannya, akun tersebut menulis: "Kejadian di Lokpahar malam ini, bagi teman-teman yang mau jalan malam ke Ruteng hati-hati mau masuk di Lokpahar karena barusan saya dihadangi begal."

Postingan ini dengan cepat menarik perhatian warganet, mendapatkan berbagai respons dan tanggapan dari masyarakat yang khawatir akan keselamatan mereka saat melintasi jalan tersebut.

Menanggapi beredarnya informasi ini, Kapolres Manggarai Timur langsung memerintahkan Bhabinkamtibmas Kecamatan Congkar, Bripka Vinsensius Sahu, untuk melakukan penyelidikan (Pulbaket).

Petugas mendatangi langsung lokasi kejadian, menemui sumber informasi, serta melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran klaim tersebut.

Dari hasil penyelidikan, Kapolres Suryanto mengungkapkan bahwa kejadian yang dialami oleh penyebar informasi hoaks berinisial NA ternyata hanyalah kesalahpahaman yang dipicu oleh rasa takutnya saat melintas di lokasi.

Pada malam kejadian sekitar pukul 20.00 WITA, NA baru saja pulang dari Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Ketika melintas di ruas jalan Lokpahar, ia melihat ada potongan seng dan batang kayu yang melintang di jalan.

Berinisiatif untuk membersihkan jalan, NA turun dari sepeda motornya untuk mengangkat benda-benda tersebut.

Namun, tiba-tiba ia merasa dilempar oleh sesuatu dari semak-semak di sekitar jalan.

Dalam kondisi panik dan ketakutan, ia segera meninggalkan lokasi dan menuju rumah warga yang berada sekitar 500 meter dari tempat kejadian.

Sesampainya di rumah warga, NA bertemu dengan Ronsianus Jebarus dan Gregorius Woi, yang kemudian mengantarnya kembali ke lokasi untuk memastikan situasi.

Saat mereka kembali sekitar pukul 20.20 WITA, potongan seng dan batang kayu tersebut masih ada di tempatnya, tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan orang lain di sekitar lokasi.

Setelah informasi tentang adanya begal menyebar di media sosial, masyarakat Desa Satar Nawang merasa resah dan keberatan karena wilayah mereka dianggap sebagai daerah rawan kejahatan.

Warga kemudian meminta kepolisian untuk segera menindaklanjuti dan memberikan teguran kepada NA serta istrinya, ARM, yang juga ikut menyebarkan informasi tersebut melalui akun pribadinya.

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, Bhabinkamtibmas langsung mendatangi rumah NA di Kampung Golo Tado, Desa Satar Nawang.

Dalam pertemuan dengan petugas, NA mengakui bahwa kejadian tersebut tidak seperti yang ia unggah di media sosial.

Ia menyampaikan bahwa saat itu ia hanya merasa ketakutan karena situasi jalan yang gelap dan spontan mengira bahwa dirinya dihadang oleh begal.

Di hadapan petugas, NA dan ARM menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan berjanji tidak akan menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Keduanya juga langsung menghapus postingan yang telah mereka unggah di Facebook.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto, menegaskan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi di media sosial. Pihak kepolisian mengimbau agar warga tidak mudah panik dan tidak langsung menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, karena hal tersebut dapat menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di masyarakat.

Sebagai langkah preventif, Kapolres mengingatkan agar masyarakat segera menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 yang bebas pulsa apabila mengalami kejadian mencurigakan atau membutuhkan bantuan. Kepolisian akan segera merespons dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi apabila ada laporan dari masyarakat.

Hasil pengecekan di lokasi kejadian juga menunjukkan bahwa potongan seng dan batang kayu yang ditemukan kemungkinan besar merupakan benda yang jatuh dari kendaraan yang melintas, bukan sengaja diletakkan oleh pelaku kejahatan untuk menjebak pengendara.

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.