Saran Apindo ke Pemerintah Hadapi Tarif Impor AS 32 Persen
kumparanBISNIS April 03, 2025 02:00 PM
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan berbagai saran ke pemerintah usai Indonesia terkena tarif impor Amerika Serikat (AS) sebesar 12 persen. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, mengatakan isu tarif impor itu perlu ditangani secara terkoordinasi dan kolektif antara semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah Indonesia maupun pelaku usaha.
“Sejak wacana kebijakan ini beredar, dunia usaha sudah memantau dengan seksama dinamika kebijakan dagang AS, kami juga sudah memberikan berbagai pandangan dan komunikasi dengan pemerintah Indonesia,” ujar Shinta Kamdani kepada kumparan, Kamis (3/4).
Kenaikan tarif ini dinilai akan berdampak besar pada struktur biaya produksi dan daya saing, khususnya pada daya saing produk ekspor nasional.
“Terutama sektor-sektor yang selama ini bergantung pada pasar AS, seperti tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik, batu bara, olahan nikel, dan produk agribisnis,” kata Shinta.
Shinta mengungkapkan dukungan pemerintah sangat penting untuk revitalisasi industri padat karya, mengingat sektor ini merupakan yang paling terpengaruh. “Deregulasi juga perlu dilakukan agar produk-produk Indonesia lebih kompetitif dan dapat bersaing di pasar ekspor,” tuturnya.
Ia juga mengusulkan pemerintah untuk menciptakan kesepakatan bilateral dengan AS untuk memastikan Indonesia bisa memperoleh akses pasar terbaik di AS.
“Agar win-win solution, khususnya dengan penciptaan supply chain dengan industri-industri AS sehingga ekspor Indonesia ke AS dilihat sebagai kepentingan AS untuk memperkuat daya saing industrinya, bukan ancaman,” ungkap Shinta.
Tak hanya itu, Shinta menyarankan pemerintah untuk lebih gencar menstimulasi diversifikasi pasar tujuan ekspor agar kinerja ekspor nasional lebih maksimal dan stabil, sekalipun terdapat kebijakan yang lebih restriktif terhadap ekspor Indonesia di AS.
Kemudian, Indonesia juga perlu memperhatikan tarif impor produk AS ke negara Indonesia, termasuk non-tariff barriers-nya.
Shinta menegaskan berbagai masukan substansial juga sudah disampaikan untuk memperkuat posisi tawar Indonesia, termasuk usulan untuk pendekatan tematik seperti kerja sama di sektor energi, critical minerals, dan farmasi, tanpa harus langsung masuk ke negosiasi Free Trade Agreement (FTA) yang kompleks.
Dunia usaha berharap agar pemerintah bersama-sama terus menjaga stabilitas iklim usaha di tengah dinamika global, dengan mengedepankan dialog erat antara berbagai pemangku kepentingan.
“Ketahanan ekonomi nasional hanya dapat terjaga jika respons terhadap tantangan eksternal dibangun secara kolektif dan terukur,” terang Shinta.
Apindo juga akan menyiapkan forum untuk diskusi best practices, dukungan advokasi, serta pendampingan agar pelaku usaha mampu menyusun strategi respons yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif impor baru ke banyak negara yang menjadi dimulainya genderangan perang dagang Trump, Rabu (2/4) malam waktu AS, lebih cepat dari jadwal sebelumnya pada Kamis (3/4) pagi. Ia menyebutnya sebagai 'Hari Pembebasan' atau 'Liberation Day'.
Indonesia menjadi salah satu negara target Trump. Dalam daftar yang dipegang Trump saat konferensi pers, Indonesia kena tarif impor 32 persen.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.