Profil Surya Sahetapy, Putra Ray Sahetapy yang Haru saat Datang ke Pemakaman Ayahnya, Jadi Dosen di AS
Fidiah Nuzul Aini April 05, 2025 10:34 AM

Grid.ID - Berikut profil Surya Sahetapy, putra Ray Sahetapy yang haru saat datang ke pemakaman ayahnya. Sosoknya ternyata jadi dosen di Amerika Serikat.

Melansir dari Kompas.com, Surya Sahetapy, anak ketiga dari pasangan penyanyi Dewi Yull dan almarhum aktor Ray Sahetapy, diketahui telah lama tinggal di Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan sekaligus bekerja. Di sana, Surya berkarier sebagai dosen yang mengajar program pendidikan untuk kaum tuli.

Surya sempat membagikan sekilas cerita tentang profesinya tersebut.

“Tahun ini saya jadi dosen, sudah masuk tahun kedua mengajar di jurusan pendidikan tuli,” ujar Surya menggunakan bahasa isyarat.

Surya menambahkan bahwa para mahasiswanya merupakan calon pendidik yang nantinya akan mengajar di Amerika Serikat. Ia mengajar tiga mata kuliah, yaitu linguistik bahasa isyarat Amerika (ASL) ke bahasa Inggris, sejarah komunitas tuli, serta keberagaman dalam pendidikan.

Lahir pada 21 Desember 1993 dengan nama lengkap Panji Surya Putra Sahetapy, Surya menyelesaikan pendidikan magisternya di Rochester Institute of Technology (RIT), AS, dengan jurusan Master of Science in Secondary Education for Deaf and Hard of Hearing pada tahun 2023. Ia mendapat beasiswa penuh dari Sasakawa-De Caro RITNTID (Nippon Foundation).

Ibunya, Dewi Yull, pernah membagikan kabar bahwa Surya berhasil meraih tiga penghargaan saat kelulusan. Tiga penghargaan tersebut meliputi International Student Outstanding Service Award, The Outstanding Graduating Student Award In The Master’s Degree, dan NTID Graduate College Delegate.

Surya adalah adik dari almarhumah Giscka Puteri Agustina Sahetapy dan Rama Putera, serta kakak dari Raya Sahetapy. Ia didiagnosis tuli sejak usia dua tahun.

Meskipun menghabiskan waktu lama untuk studi di luar negeri, Surya mengenyam pendidikan dasarnya di Indonesia, yaitu di SMP Pembangunan Jaya Bintaro, kemudian melanjutkan ke jenjang homeschooling.

Melansir dari Tribun Seleb, nuansa haru menyelimuti prosesi pemakaman aktor legendaris Ray Sahetapy yang wafat pada Selasa (1/4/2025). Setelah pemakaman berlangsung, Panji Surya Sahetapy, putra dari mendiang Ray menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya terhadap sang ayah yang selalu menerima dirinya apa adanya, meskipun memiliki keterbatasan sebagai penyandang tuli.

Dengan bantuan penerjemah bahasa isyarat, Surya mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur memiliki ayah seperti Ray Sahetapy. Sebagai individu yang terlahir tuli, Surya merasa sang ayah tak pernah ragu untuk memperkenalkan dan membanggakan anak-anaknya, tanpa memandang kekurangan mereka.

"Mungkin banyak yang sudah tahu, ayah punya empat anak, dua tuli dan dua pendengar," kata Panji Surya Sahetapydi TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025).

"Orang tua kami selalu bangga menunjukkan bahwa kami tuli dan memperkenalkan kepada orang lain bagaimana cara komunikasi kami," ujar Surya.

Surya juga menyampaikan bahwa sejak lama, sang ayah telah menanamkan rasa percaya diri kepada anak-anaknya, terutama mereka yang memiliki disabilitas pendengaran. Mereka sekeluarga bertekad menghapus stigma negatif yang masih melekat terhadap penyandang disabilitas di masyarakat.

"Orang tua saya selalu mengatakan bahwa kita harus bangga punya anak tuli. Karena dulu, di Indonesia, orang tuli sering dianggap sebagai warga kelas dua," tuturnya.

"Tapi ayah dan ibu selalu memperjuangkan agar orang tuli bisa setara dengan yang lain," lanjut Surya.

Ray Sahetapy dikenal luas sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan aktif menunjukkan dukungan terhadap komunitas tuli, terutama melalui anak-anaknya.

Kepergiannya merupakan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan seprofesinya. Namun semangatnya dalam memperjuangkan kesetaraan akan terus hidup dan menginspirasi banyak orang.

Pemakaman Ray digelar di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dan dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta sejumlah rekan kerja dari dunia seni peran.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.