Viral Ledakan Petasan saat Idul Fitri, 1 Orang di Pamekasan Meninggal, 2 Pemuda di Lombok Terluka
Sri Juliati April 05, 2025 10:32 AM

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa terjadi ketika momen Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 H.  Termasuk kejadian yang berujung maut di Pamekasan, Madura.

Seorang pria asal Pamekasan, diduga menjadi korban pesta kembang api yang digelar di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo.

Ia meninggal karena terkena ledakan pesta petasan kembang api ketika menonton acara tersebut. 

Korban yang diketahui berinisial M ini, merupakan warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Dikutip dari TribunMadura.com, korban sempat dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Namun, ia mengembuskan napas terakhir pada Selasa (1/4/2025) sekitar pukul 01.30 WIB.

Wakil Direktur Pelayanan Medik (Wadir Yanmed) RSUD Smart Pamekasan, Sri Ayuda Ningsih, mengatakan korban mengalami luka serius di bagian kepala karena jatuh bermain petasan.

Menurutnya, pasien datang ke UGD sudah dalam kondisi tidak sadar dan ada luka di bagian belakang kepala yang sudah dijahit 

"Kami telah melakukan tindakan medis sesuai SOP pelayanan. Namun, malam itu pasien akhirnya meninggal dunia di ICU,” kata Sri Ayuda Ningsih, Jumat (4/4/2025).

Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, membenarkan kejadian nahas yang menimpa M.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden terjadi karena tiang penyangga petasan diduga roboh. Sehingga ledakan tidak mengarah ke atas, melainkan ke kerumunan penonton.

“Karena posisi penonton terlalu dekat dengan lokasi, akhirnya korban terkena ledakan petasan tersebut,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut, sempat terekam dalam video amatir berdurasi 1 menit 19 detik yang beredar di media sosial. 

Saat ini, Polres Pamekasan masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian itu.

4 Orang Diamankan di Pasuruan

Viral ledakan petasan usai salat Idul Fitri juga terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur. 

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah petasan yang sengaja disulut setelah sholat Idul Fitri pada Senin (31/03/2025). 

Tampak pula potongan kertas sisa ledakan petasan berhamburan di jalan.  Suara petasan terdengar jelas dalam video tersebut. 

Merespons hal tersebut, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, menjelaskan pihaknya telah menindaklanjutinya.

Lokasi petasan yang mengeluarkan suara keras dan menyisakan sampah kertas itu sudah dipersiapkan oleh penyulut petasan, termasuk perekam video.

"Reskrim Polres Pasuruan Kota sudah mengamankan empat pelaku yang terlibat menyulut petasan. Mereka punya peran masing-masing," ungkap Davis, Jumat (04/04/2025), dilansir Kompas.com.

Dari hasil pemeriksaan, tiga orang yang bertugas sebagai penyulut petasan adalah MFI (21), MI (18), dan FH (16). Sedangkan S (50) bertugas mengabadikan momen meletusnya petasan. 

Pihak kepolisian pun menyayangkan tradisi menyulut petasan yang masih dilakukan oleh warga.

Mengingat, bahaya yang ditimbulkan bagi diri sendiri dan orang lain. 

Mereka dapat dikenakan sanksi pidana jika terbukti memiliki bahan peledak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang mengatur kepemilikan senjata api, amunisi, dan bahan peledak bagi masyarakat sipil.

Korban Mercon Pujon Malang

Dua pemuda asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu, akibat mercon rakitannya meledak.

Keduanya mengalami luka bakar serius sekitar 20 persen di beberapa bagian tubuhnya.

Korban dilarikan ke RS Bhayangkara Hasta Brata dan telah menjalani operasi pada Selasa (1/4/2025) pagi.

Seorang korban berinisial A (19) mengaku, peristiwa itu terjadi pada Senin (31/3/2025) sekira pukul 21.00 WIB atau bertepatan saat malam Idul Fitri.

Dalam membuat mercon itu, dilakukan di rumahnya serta mengajak saudara berinisial S yang masih berusia 12 tahun.

"Rencananya mau dipakai buat besok paginya dan digunakan sendiri. Awalnya enggak ada masalah, tetapi saat membuat mercon ke delapan tiba-tiba ada apinya sendiri lalu meledak," katanya, Rabu (2/3/2025).

A mengaku, baru pertama kali membuat mercon, setelah belajar melihat video tutorial di Youtube.

Bahan baku membuat mercon itu, didapat dari beberapa toko-toko kecil di lingkungan rumahnya.

Selain mengalami luka bakar, ledakan juga membuat rumah korban di Kecamatan Pujon mengalami kerusakan di jendela dan atap.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki, mengatakan kedua korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen di beberapa bagian tubuhnya.

Untuk korban A, mengalami luka bakar pada wajah, tangan kanan dan kiri serta kaki kanan dan kiri.

Sedangkan korban S mengalami luka bakar pada daerah wajah, tangan kiri, kaki kanan dan kiri, selangkangan dan pundak kanan.

"Telah dilakukan tindakan operasi untuk mencegah infeksi berkelanjutan. Dan pasca operasi, kondisi keduanya lebih baik," terangnya, dilansir SuryaMalang.com.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata Batu, AKBP dr. Ananingati, Sp.OG(K).

"Keduanya masih dalam pemulihan karena pasca operasi tetap butuh pengawasan ketat. Kalau sudah kondisinya memungkinkan, keduanya akan dipulangkan," jelasnya.

Ledakan Petasan di Lombok Tengah, 2 Pemuda Terluka

Sementara itu, dua warga Lombok Tengah mengalami luka-luka akibat ledakan petasan. 

Imran (25) dan Irgi (23) warga Dusun Repok Bunut, Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, menjadi korban ledakan petasan saat perayaan Lebaran Idulfitri, Senin (31/3/25) sore.

Akibat ledakan, dua pemuda tersebut mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya terutama tangan, kaki hingga alat vital kemaluan. 

Dikutip dari Tribun Lombok, Imran mengalami luka parah pada sebagian besar jarinya baik pada tangan yang kanan maupun tangan yang kiri. 

Irwan juga mengalami luka bakar pada wajahnya, sekujur wajahnya dilumuri darah dan tulang betisnya patah. 

Sementara itu, Irgi menderita luka pada betis kiri dan kanan. 

Kedua korban tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Provinsi NTB.

Kejadian dua warga yang terkapar akibat ledakan tersebut viral setelah diunggah akun Facebook @Sari Komala Senin, (31/3/2025). 

Kepolisian Resor (Polres) Lombok Tengah melalui Kepala Seksi (Kasi) Humas, Iptu Lalu Brata Kusnadi, mengungkapkan kronologi insiden ledakan petasan tersebut.

Menurut Iptu Lalu Brata Kusnadi, kejadian bermula ketika Imran dan Irgi membawa sisa petasan seberat 8 kilogram yang belum diledakkan pada malam takbiran. 

Petasan tersebut, dibawa ke pinggir kali tidak jauh dari rumah mereka. 

Sesampainya di lokasi, keduanya mencoba menyalakan sumbu petasan. 

Namun, setelah beberapa kali mencoba membakar sumbu tersebut, petasan tidak kunjung meledak. 

Karena tidak kunjung meledak, mereka memutuskan untuk membawa petasan itu ke rumah Arifin alias Amaq Saini guna memeriksa penyebabnya. 

Saat petasan diperiksa, tiba-tiba petasan meledak dengan keras. 

"Setelah di otak atik petasan tersebut tiba tiba meledak, yang mengakibatkan Imran dan Irgi  terpental," ungkap Kasi Humas. 

(Suci Bangun DS, TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian, SuryaMalang.com/Kukuh Kurniawan, Sinto, Kompas.com)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.