Keluar dari Yayasan, Pangeran Harry Disebut Lakukan Pelecehan & Bullying
kumparanWOMAN April 05, 2025 12:40 PM
Pangeran Harry kembali diterpa isu tidak sedap. Duke of Sussex itu dituduh melakukan tindak pelecehan dan bullying oleh Ketua Yayasan Sentebale yang didirikannya, Sophie Chandauka. Tuduhan ini dilontarkan Sophie lantaran Harry memutuskan untuk hengkang dari organisasi tersebut.
Sentebale merupakan yayasan yang didirikan Harry bersama Pangeran Seeiso dari Lesotho pada 2006 yang bergerak untuk mendukung anak-anak remaja dengan HIV dan AIDS di Afrika Selatan. Yayasan ini juga didirikan Harry sebagai bentuk penghormatan terhadap mendiang ibunya, Putri Diana.
Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso. Foto: Instagram @sentebale
zoom-in-whitePerbesar
Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso. Foto: Instagram @sentebale
Dilansir Sky News, Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso merilis pernyataan resmi pengunduran diri mereka dari Sentebale pada Selasa (2/4). Keputusan ini diambil keduanya sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap dewan pengawas yang telah mengundurkan diri lebih awal. Pihak Harry, Seeiso, dan dewan pengawas disebut terpaksa mundur karena berbeda pendapat dengan ketua dewan Sentebale.
Keputusan ini kemudian menimbulkan konflik yang memecah belah Sentebale mengingat posisi Harry saat ini sebagai pelindung yayasan tersebut. Sophie juga mengklaim bahwa Harry mempublikasikan kabar pengunduran dirinya lebih dulu ke media, alih-alih memberitahunya atau direktur yayasan. Karena itu, Sophie menyebut tindakan Harry sebagai bentuk pelecehan dan bullying dalam skala besar.
Sophie Chandauka, Ketua Yayasan Sentebale. Foto: Instagram @sentebale
zoom-in-whitePerbesar
Sophie Chandauka, Ketua Yayasan Sentebale. Foto: Instagram @sentebale
“Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi akibat keputusan itu terhadap saya dan 540 orang di dalam Sentebale dan keluarga mereka? Itu adalah contoh pelecehan dan perundungan dalam skala besar,” ungkap Sophie dalam acara Sunday Morning seperti dikutip dari Sky News.
Menurut Sophie, eksekutif Yayasan Sentebale hanya menerima surat pengunduran diri atas nama dewan pengawas dan tidak ada satu pun surat yang datang dari Harry atau pun Seeiso.
Kendati demikian, dikutip dari CNN, perwakilan Harry dengan tegas membantah tuduhan itu dan mengeklaim bahwa pihaknya telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada ketua yayasan, Sophie Chandhauka dan wali amanat sejak 10 Maret 2025. Harry dan Seeiso juga disebut sudah bulat dengan keputusan itu demi kebaikan lembaga amal itu.
Pangeran Harry. Foto: REUTERS/Jennifer Gauthier
zoom-in-whitePerbesar
Pangeran Harry. Foto: REUTERS/Jennifer Gauthier
“Mereka (Harry dan Seeiso) tetap teguh pada keputusan pengunduran diri ini demi kebaikan lembaga amal (Sentebale) dan akan menantikan putusan pengadilan atas kebenarannya,” kata perwakilan Harry kepada CNN.
Rincian konflik yang terjadi pada Harry dan Seeiso dengan Sentebale masih belum jelas hingga saat ini. Tapi Sophie mengatakan kepada Financial Times bahwa telah terjadi ketegangan antara staf Sentebale di Inggris dan staf yang berada di Lesotho dan Botswana.
Hal ini dipicu oleh upaya Sophie yang ingin melakukan reformasi terhadap yayasan dan mengalihkan hak pengambilan keputusan kepada para pimpinan Sentebale yang berada di Afrika Selatan.
© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.