Bill Gates Prediksi Manusia di Masa Depan Bakal Kerja 2 Hari Seminggu Berkat AI
kumparanTECH April 05, 2025 01:20 PM
Pendiri Microsoft, Bill Gates, kembali memprediksi masa depan soal dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada pekerjaan manusia. Dalam sebuah wawancara di The Tonight Show bersama Jimmy Fallon pada Februari 2025, dia menyebut bahwa manusia di masa depan akan bekerja 2 hari dalam seminggu berkat bantuan AI.
Prediksi Gates didasarkan pada pengalamannya tentang perubahan yang telah disaksikan dalam komputasi sepanjang karirnya. Dulu komputer mahal, tapi sekarang tidak. Ia percaya hal ini juga akan terjadi pada AI. Bahkan ia menyebut, keahlian seperti guru dan dokter mungkin akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.
“Era yang baru saja kita mulai adalah era di mana kecerdasan langka. Anda tahu, dokter hebat, guru hebat… dan dengan AI selama dekade berikutnya, itu akan menjadi hal umum dan gratis, nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” kata Gates kepada Fallon.
Dengan kata lain, Gates mengatakan dunia sedang memasuki era yang disebut sebagai “kecerdasan gratis”. Teknologi AI akan berkembang sangat pesat yang dapat diakses secara gratis dan menyentuh hampir setiap detik aspek kehidupan, mulai obat-obatan dan diagnosis yang lebih baik hingga tutor AI dan asisten virtual yang tersedia secara khusus.
Gates menilai perkembangan AI saat ini begitu cepat dan tidak memiliki batasan yang jelas. Di masa depan, manusia mungkin akan bekerja 2 hingga 3 hari dalam seminggu berkat dukungan artificial intelligence.
Dalam sesi tanya jawab selanjutnya, Fallon menanyakan soal apakah di masa depan kita masih membutuhkan manusia dalam bekerja? Gates menjawab, mungkin sebagian besar pekerjaan sudah tidak membutuhkannya.
Gagasan jam kerja lebih sedikit merupakan sesuatu yang diinginkan kebanyakan orang. Berkurangnya jam kerja dalam seminggu juga sudah dibuktikan dapat berdampak baik bagi pekerja. Dalam satu program uji coba di Inggris, misalnya, 86 persen perusahaan yang ikut dalam studi dengan memberlakukan empat hari bekerja dalam seminggu melihat hasil positif sehingga memutuskan untuk mempertahankan aturan ini.
Kendati begitu, prediksi Gates tentang peran AI ini menuai kritikan publik. Dua kritikan telah dilontarkan kepada Gates. Pertama, kebutuhan akan lebih banyak orang dalam profesi yang penting bagi masyarakat bersifat struktural. Kurangnya guru dan dokter mencerminkan kurangnya investasi dan dukungan dalam profesi tersebut.
Kedua adalah fakta bahwa AI umumnya telah memperburuk profesi tersebut. Chatbot AI miliki Google, Gemini, ditempatkan di atas semua hasil pencarian, dan terkadang memberikan informasi salah.
Algoritma machine learning medis telah membuat langkah besar dalam memprediksi kondisi tertentu, tapi secara umum informasi yang diberikan terkesan bias dalam beberapa kasus tertentu. Mengingat kesenjangan seperti ini sudah ada dalam bidang kedokteran, penerapan AI kemungkinan akan memperburuk keadaan.
“AI membawa banyak perubahan. Anda tahu, seperti apa pekerjaan nantinya? Haruskah kita, hanya bekerja 2 atau 3 hari seminggu? Jadi saya suka cara AI mendorong inovasi, tapi saya pikir itu masih belum diketahui. Apakah kita dapat membentuknya?
Kritik utama di sini adalah sejauh ini banyak orang belum menemukan manfaat praktis dari literasi AI, di mana kecerdasan buatan tidak membuat beban kerja sehari-hari lebih baik. Selain itu, AI tidak dirancang untuk menggantikan pekerjaan yang krusial. Artificial intelligence sebagian besar dilatih untuk melakukan tugas-tugas kreatif, seperti menulis atau membuat karya seni.
Saat ini, model AI juga menghadapi tuduhan karena dinilai telah mengambil karya seni berlisensi, salah satu yang menuai pro dan kontra saat ini adalah ChatGPT 4.o yang bisa digunakan untuk generate foto menjadi anime ala Studio Ghibli. Selain ChatGPT, perusahaan induk Facebook, Meta, juga kedapatan menggunakan materi bajakan untuk mengembangkan program-program AI-nya.
Bagaimanapun, memprediksi masa depan berupa tebak-tebakan tersebut akan sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang bisa. AI tentu saja membentuk dunia kita, tapi apakah itu akan menjadi lebih baik atau buruk, hanya waktu yang dapat menjawabnya.