7 Fakta Satpam RS Dianiaya Keluarga Pasien Buntut Ditegur soal Parkir
GH News April 05, 2025 10:04 PM
-

Seorang satpam Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) harus dirawat usai dianiaya pihak keluarga pasien hingga kejang dan muntah darah. Rupanya aksi tersebut terjadi usai korban menegur pelaku memarkirkan kendaraannya di depan instalasi gawat darurat atau IGD.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/3) pukul 22.00 WIB malam. Pihak keluarga menyebut korban sampai kejang-kejang hingga muntah darah usai dianiaya. Pihak rumah sakit pun tak tinggal diam dan melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Saat ini kasus dugaan penganiayaan itu sudah naik ke tahap penyidikan. Terduga pelaku sudah diidentifikasi dan masih dicari keberadaannya.

Berikut beberapa fakta kasus tersebut, dirangkum detikcom, Sabtu (5/4/2025):

1. Korban Dibanting Hingga Kejang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menjelaskan kronologi satpam S (39) dianiaya pihak keluarga pasien hingga mengalami kejang dan muntah darah. Saat itu pelaku datang ke rumah sakit dan memarkirkan kendaraannya di depan ruang instalasi gawat darurat atau IGD

Korban lalu menegurnya, namun pelaku tidak terima dan marah. Saat itu lah, pelaku memukul hingga membanting korban ke lantai hingga tidak sadarkan diri.

"Setelah memajukan mobilnya, terlapor turun dari mobil dan langsung menghampiri korban. Selanjutnya terlapor mendorong dan memukul korban, bahkan menarik dan membanting korban hingga terjatuh dan mengalami luka pada bagian kepala. Korban sempat pingsan atau tidak sadarkan diri," jelasnya.

Pihak keluarga mengatakan korban juga mengalami kejang hingga muntah darah. Korban lalu dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

2. Pemicu Penganiayaan

Satpam di RS Mitra Keluarga Bekasi dianiaya pihak keluarga pasien hingga mengalami kejang dan muntah darah. Istri S, BD, menceritakan kronologi kasus tersebut. (dok Pribadi/BD)
Polisi mengungkap pemicu penganiayaan satpam di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) oleh pihak keluarga pasien hingga mengalami kejang dan muntah darah. Penganiayaan terjadi usai korban menegur pelaku yang parkir di depan ruang instalasi gawat darurat atau IGD.

"Ributnya masalah parkiran," kata Kanit Reskrim Bekasi Selatan AKP Imam Prakoso saat dihubungi, Sabtu (5/4).

Saat itu pelaku datang ke rumah sakit untuk mengunjungi keluarga yang tengah dirawat. Satpam lalu menegur keluarga pelaku lantaran memarkirkan kendaraannya di depan ruang IGD.

"Keluarga pasien mau memarkirkan kendaraan karena di depan IGD, ditegur sama sekuriti Untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman, tidak mengganggu lalu lintas jalan," ujarnya.

3. Kondisi Terkini Satpam

Satpam di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) masih menjalani perawatan setelah dianiaya pihak keluarga pasien hingga mengalami kejang dan muntah darah. Satpam tersebut akan diperiksa setelah kondisinya membaik.

"Masih dirawat, sudah membaik," kata Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan AKP Imam Prakoso saat dihubungi, Sabtu (5/4/2025).

Imam mengatakan kepala korban terbentur lantai saat dianiaya pelaku. Hal tersebut diduga menjadi pemicu sampai akhirnya korban kejang-kejang dan muntah darah.

Pihak kepolisian akan melakukan visum terhadap korban. Polisi juga akan memeriksa korban untuk mengetahui duduk perkara terkait dugaan penganiayaan yang terjadi.

"Korban belum diperiksa juga, karena kan masih kondisi dirawat. Makannya mungkin, setelah korban agak sehat, dilakukan visum maupun diperiksa, baru akan ketahuan seperti apa kronologinya dari sisi korban," tuturnya.

4. Keluarga Minta Pelaku Dihukum

Satpam di RS Mitra Keluarga Bekasi dianiaya pihak keluarga pasien hingga mengalami kejang dan muntah darah. (dok.Istimewa)
Istri S, BD, menceritakan kronologi kasus tersebut. Dia mengatakan telah melapor ke polisi terkait peristiwa penganiayaan yang terjadi. Penganiayaan terjadi saat anggota security itu memberikan edukasi kepada pihak keluarga pasien untuk tidak berisik di area RS.

Namun, pihak pasien tersebut justru menyalakan motor yang menggunakan knalpot di dekat area instalasi gawat darurat (IGD). Kemudian pihak keluarga pasien juga memarkirkan kendaraan dalam posisi menghalangi jalur ambulans.

Security kemudian kembali menegur pihak pasien. Namun, pihak pasien marah dan melakukan penganiayaan hingga korban kehilangan kesadaran diri.

Korban berinisial S lalu dibanting dan kepalanya terbentur aspal hingga mengalami kejang dan kehilangan kesadaran. Pelaku juga sempat menjatuhkan badan hingga meniban korban.

"Keluarga pasien menarik baju security dan menghajarnya. Nggak cuma sampe di situ, keluarga pasien membanting dan menekan leher security tersebut, hingga terjadi kejang dan harus masuk ICU karena kritis," ucapnya.

Dia mengatakan suaminya juga sempat muntah darah. Korban lalu dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penangan secepatnya.

Penganiayaan berat tersebut membuat korban harus masuk ruang ICU untuk mendapatkan penanganan darurat. BD berharap pelaku diproses hukum atas perbuatannya.

"Sudah masuk atensi insyaallah pelaku akan segera tertangkap," katanya.

5. Pelaku Diburu

Polisi masih memburu pelaku penganiayaan satpam Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi berinisial S (39) hingga kejang dan muntah darah. Polisi telah mengidentifikasi terduga pelaku penganiayaan.

"Pelaku sudah kita identifikasi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, Sabtu (5/4/2025).

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan AKP Imam Prakoso mengatakan pelaku diketahui pria kelahiran tahun 2000. Dia merupakan keluarga salah satu pasien yang tengah dirawat di RS Mitra Keluarga Bekasi.

"Itu kan pelakunya kelahiran tahun 2000, tuh. Masih anak-anak, makanya ya ditegur, ya nggak terimalah, ya marahlah dia gitu. Termasuk keluarga pasien, dan sudah teridentifikasi data pelakunya, orang Bekasi juga," tuturnya.

6. Pelaku Diperiksa Pekan Depan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi (tengah) didampingi Kasubdit IV AKBP Herman WS (kiri) dan Kanit IV Kompol Poltar Aksi Lumban Gaol (kanan) menunjukkan barang bukti kasus penipuan berskema ponzi dengan tersangka berinisial SFM di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (18/1/2025). Polda Metro Jaya berhasil mengungkap penipuan berskema ponzi yang menyebabkan kerugian masyarakat sebesar ratusan juta dengan barang bukti diantaranya sebuah mobil, usaha laundy, hp, dan kartu atm.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan polisi sudah melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut. Kasus itu saat ini sudah naik ke tahap penyidikan.

Diketahui terlapor saat ini tengah berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Polisi sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap terlapor pada Senin (7/4) pekan depan.

"Melakukan pemanggilan terhadap Terlapor pada hari Senin, 7 April 2025 jam 10.00 WIB. Posisi terakhir Terlapor berada di Pontianak bersama keluarganya," imbuhnya.

7. RS Mitra Kecam Penganiayaan

Pihak manajemen RS Mitra Keluarga mengecam aksi kekerasan terhadap anggota security mereka. Pihak RS Mitra Keluarga menyerahkan kepada pihak penegak hukum untuk memproses kasus tersebut.

"Kami tidak menoleransi segala jenis kekerasan yang terjadi di lingkungan Mitra Keluarga," kata pihak manajemen RS Mitra Keluarga saat diminta konfirmasi, Jumat (4/4).

"Terkait langkah selanjutnya, kami menghormati dan mendukung proses hukum yang saat ini sedang berjalan," tambahnya.


© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.