Tangis Keluarga Korban Longsor Pacet Pecah di Pelukan Gubernur Khofifah
Sri Wahyunik April 05, 2025 06:31 PM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SIDOARJO – Tangis sejumlah keluarga korban bencana longsor di Jalur Cangar - Pacet, pecah saat berpelukan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Saking harunya, beberapa keluarga lain juga tak kuasa menahan air mata menyaksikan peristiwa itu. 

“Ibu-ibu yang sabar ya, semoga para almarhum husnul khotimah,” ujar Gubernur Khofifah sambil berpelukan dengan beberapa ibu di rumah duka korban longsor Cangar yang dikunjunginya di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Sabtu (5/4/2025).

Dalam kunjungannya itu, Khofifah didampingi Bupati Sidoarjo Subandi dan Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Di sana, Gubernur Khofifah bertemu langsung dengan beberapa ahli waris serta sanak saudara tujuh korban yang berada dalam satu mobil Inova yang tertimpa longsor di Cangar. 

Mereka adalah Masjid Zatmo Setio (31), Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), Wahyudi (71), Jainah (61), dan Saudah (70).

Saat di rumah duka, Khofifah sempat membaca tahlil bersama beberapa pejabat dan keluarga para almarhum. Khofifah bahkan memimpin doa di acara tahlilan itu. 

Kemudian, Gubernur juga sempat menyerahkan sejumlah bantuan untuk para ahli waris. Serta sempat berbincang beberapa hal seputar peristiwa yang menimpa keluarga tersebut.
 
“Keluarga almarhum Pak Wahyudi sempat menyampaikan bahwa almarhum Pak Wahyudi beberapa kali ingin bertemu dengan Pak Presiden Prabowo. Maka saya minta foto almarhum dan jika ada kesempatan bertemu, akan kami sampaikan apa dimungkinkan foto beliau bisa difoto bersama Pak Presiden Prabowo. Sehingga keluarganya juga akan mengetahui harapan beliau akan insya Allah tersampaikan kepada Pak Presiden Prabowo" ungkap Khofifah. 

"Pertama-tama kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini. Para korban dipanggil Allah dalam proses perjalanan silaturahim ke rumah keluarganya. Kita semua mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi roji'un mudah-mudahan semua dipanggil dalam keadaan khusnul khotimah," katanya.

Dari Sidoarjo, Gubernur menuju ke rumah duka korban lain dalam peristiwa longsor di Cangar. Yakni rumah keluarga korban di Dusun Urung Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Mojokerto.

Di sana, Gubernur Khofifah didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra bertemu dengan keluarga ketiga korban yang mengendarai mobil pikap. Yakni Ahmad Fiki Muzakki (30), Fitria Handayani (30), serta Mikhaila Faiha Nina Sezen (3).
 
Kepada keluarga korban, Gubernur berharap agar semua bisa sabar dan ikhlas. Sebagai bentuk empati dan duka cita yang mendalam , Gubernur Khofifah memberikan santunan duka cita  total Rp 100 juta dengan rincian Rp 10 juta per korban jiwa.

Suharsono, perwakilan keluarga korban di Kloposepuluh menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan Gubernur Jawa Timur tersebut. Dia juga mewakili para almarhum meminta maaf jika selama hidup ada kesalahan. 

“Tentang cerita bahwa Almarhum Abah Wahyudi yang pengen bertemu pak Prabowo itu memang benar. Itu berulang kali terucap dari almarhum. Bahkan, saat hidup kerap sekali abah Wahyudi melihat video yutube dan sebagainya seputar Presiden Prabowo. Sering juga sampai ketiduran saat nonton yutube tentang pak Prabowo,” ungkapnya. 

Di sela kunjungannya ke Sukodono, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto  agar ke depan lokasi kejadian segera diperbaiki dengan konstruksi yang lebih kokoh untuk memberikan rasa lebih aman bagi masyarakat.

"Yang jelas untuk sementara, jalan ini masih kita tutup sampai batas waktu yang akan diumumkan berikutnya. Setelah rapat dan pembersihan jalan, tanggal 7 Maret 2025 akan kita lihat hasil asesmennya," ungkap Khofifah.

Proses berikutnya, lanjut gubernur, akan diputuskan apakah harus ada plengsengan di kanan kirinya, atau perlebaran air sungai agar arusnya lebih deras.

“Mohon sabar dulu menunggu hasil final assesmen. Yang jelas, kita sedang berusaha untuk menangani jalur tersebut agar aman untuk pengendara atau pengguna jalan yang melintas di sana," tegasnya.


Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Jatim Timur

(M Taufik/TribunJatimTimur.com)

 

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.