TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sejumlah petani di Kecamatan Kotaanyar, Pakuniran dan Paiton tengah menghadapi ancaman serius gagal panen akibat serangan hama wereng coklat. Hama ini telah menyebabkan kerusakan signifikan pada tanaman padi, mengancam ketahanan pangan dan perekonomian lokal.
Menyikapi hal ini, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat untuk mengendalikan penyebaran hama dan melindungi hasil panen petani.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menyatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah strategis dalam menghadapi serangan wereng coklat ini. "Dua minggu lalu, Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan insektisida ke wilayah Kecamatan Pakuniran dan Kotaanyar sebagai upaya awal pengendalian hama," katanya.
Selain itu jelas Arif, pihaknya juga aktif mengedukasi petani melalui Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat kondisi pertanaman padi yang lembab akibat cuaca, risiko penyebaran wereng semakin tinggi. "Oleh karena itu, pemantauan intensif harus dilakukan agar serangan bisa segera dikendalikan sebelum meluas," jelasnya.
Menurut Arif, Diperta telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi para petani guna menekan penyebaran wereng coklat diantaranya segera melakukan panen – Tanaman padi yang telah berumur lebih dari 85 hari sebaiknya segera dipanen untuk menghindari kerusakan lebih lanjut akibat serangan hama serta membakar jerami dan tanaman tersebut agar hama yang masih ada di pertanaman mati dan tidak menyebar ke pertanaman lain (yang lebih muda).
"Kami akan melakukan surveilance saat masuk pertama (8 April) dan membagikan insektisida serta melakukan gerakan pengendalian secara serentak, terutama agar hama wereng tidak menyebar ke pertanaman sekitarnya yang masih sehat," terangnya.
Arif menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitmen untuk terus membantu petani dalam menghadapi ancaman hama wereng coklat. Melalui program pengendalian hama yang terstruktur, diharapkan produksi padi tetap terjaga dan ketahanan pangan daerah tidak terganggu.
"Kami menekankan pentingnya deteksi dini dengan mengenali tanda-tanda awal serangan wereng seperti daun padi yang menguning dan mengering serta keberadaan wereng dalam jumlah banyak di batang tanaman. Dengan langkah yang tepat dan kerja sama antara pemerintah dan petani serta ancaman gagal panen akibat wereng coklat dapat diminimalisir," pungkasnya. (*)