TRIBUNNEWS.COM - Tiga orang wisatawan Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, terseret arus pada Jumat (4/4/2025) siang.
Sebanyak dua korban berhasil tertolong selamat dan satu lainnya masih masuk proses pencarian.
Korban yang masih dicari itu adalah Andreas Julian Pranata Putra (18), warga Semarang, Jawa Tengah.
Ayah korban Andreas sekaligus anggota Pemadam Kebakaran dan Relawan Semarang, Sugiarto (45) mengatakan, ia dan istrinya sempat terkejut dan tidak percaya dengan kabar bahwa anak ketiganya tenggelam di Pantai Parangtritis.
"Sebelumnya, saya itu lagi tugas piket di kantor, di Semarang. Kalau ibu atau istri itu lagi bersih-bersih warung."
"Terus saya dapat kabar kalau anak saya tenggelam. Saya kira itu penipuan," ucap Sugiarto saat ditemui di Pantai Parangtritis, dilansir Tribun Jogja, Sabtu (5/4/2025).
Menurutnya, sang anak pamit untuk touring bersama teman-temannya ke Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, sehingga dirinya tidak langsung percaya dengan kabar yang diterimanya itu.
Guna memastikan informasi tersebut, Sugiarto mengaku langsung mencari informasi resmi ke Basarnas dan sejumlah pihak.
"Setelah dapat info valid, ya akhirnya saya sama keluarga ke sini (Pantai Parangtritis)."
"Ada teman-teman BPBD dan relawan dari Semarang juga. Kami sampai di Pantai Parangtritis sejak tadi malam," tuturnya.
Sugiarto menyebut, awalnya korban pamit touring ke Dieng bersama kawan-kawannya untuk mengisi momen liburan Idulfitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025.
Namun, ternyata korban datang ke Yogyakarta bersama dengan dua temannya.
"Janggalnya di situ. Teman anak saya dengan pacarnya dan anak saya sendirian. Jadi, janggalnya di situ," terangnya.
Menurut Sugiarto, dari keterangan yang diterimanya, setelah membatalkan rencana ke Dieng, Andreas dan rekan-rekannya berencana pergi ke Borobudur.
Akan tetapi, saat itu masih terlalu pagi sehingga Andreas mengusulkan untuk berlibur ke Pantai Parangtritis. Akhirnya mereka pun meluncur ke sana.
"Katanya teman anak saya, karena masih pagi, akhirnya anak saya usul untuk main ke pantai."
"Ternyata saat di pantai ada rombongan lain yang main air dan salah satu rombongan itu hanyut," tuturnya.
Sugiarto menyebut, selama ini anaknya adalah sosok yang baik dan sering membantu orang tua.
"Jadi enggak ada aiueo. Dia langsung laksanakan tugas kalau kita minta tolong."
"Dia sering bantu-bantu kita. Kalau kita ada kerjaan itu, semua dibabat habis sama anak saya itu," jelasnya.
Sugiarto juga menyatakan, saat ini Andreas sedang menyelesaikan tugas praktik lapangan di salah satu sekolah menengah kejuruan di Semarang.
"Ya saya berharap anak saya segera ditemukan dalam keadaan terbaik. Saya juga akan mengikuti instruksi pencarian karena proses pencarian ini kan ada standar operasionalnya. Ada yang cuma tiga hari, lima hari, dan seminggu," pungkasnya.
(Deni)(TribunJogja.com/Neti Istimewa)