PCO Beberkan Strategi Prabowo terkait Kebijakan Tarif Donald Trump
GH News April 05, 2025 11:04 PM

Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) mengungkapkan langkah yang diambil Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kebijakan Trump ini sebelumnya telah memicu respons dari sejumlah negara.

Diketahui, Trump menjatuhkan tarif impor tinggi sebesar 32 persen kepada barangbarang Indonesia.

“Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik. Pemahaman mendalam tentang hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia,” ujar Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO, Noudhy Valdryno, Sabtu (5/4/2025).

Strategi pertama yaitu memperluas mitra dagang Indonesia, yang mana Prabowo langsung mengajukan keanggotaan Indonesia dalam BRICS pada pekan pertama setelah dilantik. 

“Langkah ini memperluas jejaring ekonomi Indonesia, melengkapi kerja sama multilateral seperti RCEP dan negosiasi keanggotaan di OECD,” jelas Noudhy.

Langkah kedua yaitu percepatan hilirisasi sumber daya alam (SDA).

Noudhy mencontohkan lonjakan nilai ekspor nikel dan turunannya dari hanya 3,7 miliar dolar AS pada 2014 menjadi 34,3 miliar dolar AS pada 2022.

Prabowo juga meluncurkan BPI Danantara untuk mendanai dan mengelola proyek hilirisasi di sektorsektor strategis.

Strategi ketiga adalah memperkuat konsumsi domestik. 

“Presiden Prabowo juga akan mendirikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa, membuka jutaan lapangan pekerjaan baru, dan mendorong perputaran uang di daerah,” tutur Noudhy.

Pemerintah Berhitung Cermat

Sementara itu Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan pemerintah sedang menghitung secara cermat dampak tarif resiprokal AS dan mengirimkan tim lobi tingkat tinggi ke Washington. 

“Paralel dengan itu, pemerintah juga mengirimkan tim lobi tingkat tinggi untuk bernegosiasi dengan pemerintah US,” ucapnya, Jumat (3/4/2025).

Pemerintah juga tengah menyederhanakan regulasi untuk meningkatkan daya saing produk lokal. 

“Agar produkproduk Indonesia bisa lebih kompetitif,” imbuh Hasan.

Soliditas antara pemerintah dan rakyat menjadi kunci kekuatan Indonesia dalam menghadapi tekanan global.

India Hingga Vietnam Rayu Trump

Tak hanya Indonesia, sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk India yang terkena tarif baru Trump juga berupaya keras melobi AS agar memangkas kebijakannya.

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian India mengatakan dalam sebuah pernyataan pada bahwa mereka sedang melangsungkan penyelesaian cepat lewat Perjanjian Perdagangan Bilateral multisektoral yang saling menguntungkan dengan AS.

Foto ini diambil pada Kamis (3/4/2025) dari Facebook The White House memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berbicara selama konferensi pers setelah menandatangani kenaikan tarif dagang baru antara AS dan negara lain di dunia, di Gedung Putih di Washington, DC, AS pada Rabu (2/4/2025). (Facebook The White House)

Pembicaraan digelar pasca Trump memberlakukan tarif impor 26 persen kepada New Delhi.

Meski Trump memberlakukan tarif impor 26 persen, namun Kementerian Perdagangan dan Perindustrian India menegaskan bahwa negaranya akan "tetap berhubungan" dengan AS terkait tarif terbaru Trump.

Langkah serupa juga dilakukan pemerintah Vietnam, pasca Trump menghantam ekonomi Vietnam dengan tarif 46 persen pemimpin Vietnam mulai Gerak cepat, melobi Donald Trump untuk mengurangi tarif.

Dikonfirmasi langsung oleh Presiden Trump, ia mengatakan bahwa Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam baru saja melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan dirinya pada Jumat (4/4/2025).

Adapun panggilan telepon ini dilakukan Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam untuk melobi Trump agar presiden AS itu mengurangi tarif impor. 

Sebagai tawaran Vietnam siap memangkas tarif barang dari AS menjadi nol jika bisa mendapat kesepakatan yang bagus dengan AS.

"Baru saja melakukan panggilan telepon yang sangat produktif dengan To Lam, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, yang mengatakan kepada saya bahwa Vietnam ingin memangkas tarif mereka hingga nol jika mereka dapat membuat kesepakatan dengan AS," kata Trump di Truth Social, mengutip dari The Guardian.

Trump tak menjelaskan secara rinci kesepakatan apa yang telah ia buat dengan pemerintah Vietnam, dalam cuitannya ia hanya menyampaikan terima kasih kepada To Lam. Dia mengaku menantikan pertemuan dengan To Lam.

"Saya mengucapkan terima kasih kepadanya atas nama Negara kita, dan mengatakan saya menantikan pertemuan dalam waktu dekat," ujarnya.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.