Jadi Penghulu Ulama Mancanegara, Haul Ke-219 Datu Kalampayan di Banjar Dipadati Jemaah
Irfani Rahman April 06, 2025 09:33 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setelah melalui serangkaian acara sejak Selasa (1/4) malam, puncak peringatan haul ke-219 KH Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan digelar pada Sabtu (5/4). Acara berlangsung di Masjid Jami Tuhfaturragibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, yang merupakan kampung Datu Kalampayan.

Sejak pagi, jemaah dari berbagai daerah di Kalsel dan sekitarnya berdatangan dan tak sedikit yang menggelar sajadah di jalan umum karena tak dapat memasuki ke areal haul.

Tak hanya jalur darat menggunakan roda dua atau empat, banyak juga peserta yang datang lewat jalur sungai. Dengan menaiki perahu mesin, jemaah menyusuri Sungai Martapura menuju dermaga di Desa Dalam Pagar Ulu.

Seorang relawan, Iyan, mengatakan jemaah yang menaiki kelotok adalah masyarakat pesisir Sungai Martapura. “Kalau yang pakai perahu atau kelotok kebanyakan dari Kabupaten Baritokuala dan Banjarmasin,” katanya.

Sejumlah pejabat juga hadir seperti Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dan Kapolda Irjen Pol Rusyanto Yudha. Tak ketinggalan tuan rumah, Bupati Banjar Saidi Mansyur bersama Wakil Bupati Said Idrus. Juga terlihat hadir di tengah jemaah,mantan Gubernur H Rudy Arifin.

Dalam sambutannya, Hasnuryadi mengungkapkan rasa bahagianya bisa berkumpul dan silaturahmi bersama alim ulama, habaib, dan keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Sebagai orang asli Kalsel, Hasnur mengaku bangga banyak ulama besar lahir di tanah Banjar. 

“Para alim ulama tidak hanya menjadi pelita di Banua, tetapi di berbagai penjuru Nusantara bahkan mancanegara dan penghulunya yaitu Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari,” ujarnya.
Hasnur juga mengatakan peran besar Datu Kalampayan dalam mengajarkan ajaran Islam di tanah Banjar, melalui dakwah hingga Kitab Sabilal Muhtadin dan Tuhfaturragibin. “Meski sudah ratusan tahun wafat, ajaran beliau rasakan dan kita amalkan bersama,” katanya.

Sedang Ketua Yayasan Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Dr Muhammad Husen mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para donatur dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya haul. “Ucapan terima kasih juga kepada relawan yang tersebar, sudah lebih setengah bulan mereka kerja gotong royong,” ujar Husen.

Tak mau ketinggalan, Bhayangkari Kalsel juga menyediakan 20 ribu nasi bungkus untuk jemaah haul. Mereka mendirikan dapur umum di Desa Dalam Pagar Ulu sejak Jumat (4/4) dan dikelola bersama personel Brimob Polda Kalsel dan Polres Banjar.
Ketua Bhayangkari Kalsel Yennie Rosyanto Yudha berharap kegiatan ini terus berlangsung di tahun-tahun mendatang dan semakin baik.

Untuk mendukung kelancaran acara, Wakapolres Banjar Kompol Faisal Amri Nasution mengatakan kepolisian menurunkan 300 personel. Sedang total personel gabungan yang turun
sekitar 2.000 orang. Mereka antara lain berasal dari Kodim 1006/Banjar, Satuan Polisi Pamong

Praja Kabupaten Banjar, Dinas Kesehatan, BPBD dan Dinas Perhubungan
Datu Kalampayan lahir di Lok Gabang, Martapura, Banjar, pada 17 Maret 1710  atau 1122 Hijriah pada masa Kesultanan Tamjidilah.

Pada usia 30 tahun, Syekh Arsyad ke Tanah Suci Makkah untuk menuntut ilmu agama. Sekitar 30 tahun di sana, beliau pulang ke Tanah Air. Pada 1779, Datu Kalampayan menulis Kitab Sabilal Muhtadin, yang berisi ilmu fikih Mazhab Imam Syafi’i. Kemudian beliau menulis Kitab Tuhfaturragibin, yang membahas akidah.

Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari wafat 3 Oktober 1812, saat usia 105 tahun dan dimakamkan di Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. (riz/ran/nan)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.