Sebuah sedan BMW terjun dari ujung jalan Tol Krian-Gresik dengan ketinggian kurang lebih 5 meter. Apa sebabnya?
Video sedan BMW yang jatuh dari ujung tol itu menyebar di media sosial. Terlihat beberapa warga di lokasi kejadian yang beredar di group-group WhatsApp.
Dalam video berdurasi 11 detik itu perekam video menceritakan kronologi awal sedan itu terjun dari ujung jalan tol Krian-Bunder.
"Sedan jatuh terjun dari atas tol Kebomas (Krian-Bunder). Terjun dari atas sana, loncat, srut, ke bawah sini. Udah ditangani dan korban selamat," ujar perekam video itu.
Diberitakan detikJatim, posisi mobil yang terjun bebas itu berada di Jalan Gresik-Babat dekat jalan masuk Tol Kebomas.
Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizky Julianda membenarkan adanya kejadian BMW terjun dari Tol Krian-Gresik tersebut. Peristiwa terjadi pukul 22.00 WIB.
"Betul, BMW terjun dari ujung tol Krian-Gresik. Penumpang selamat," ujarnya.
Sopir sedan bernopol P 805 INI itu diduga mengikuti Google Maps, sehingga tidak mengetahui tol itu berhenti di Bunder, Kebomas, Gresik.
"Dugaannya sopir fokus lihat Google map," kata dia.
Belum diketahui berapa korban luka dan identitas pengemudi sedan itu.
Perhatian saat menggunakan aplikasi navigasi
Saat menggunakan google maps. Usahakan untuk fokus melihat ke arah jalan dan tidak terlalu sering melempar pandangan ke layar ponsel atau head unit karena berbahaya. Kamu bisa lebih fokus ke perintah suara, yang keluar beriringan dengan arah yang dituju dari aplikasi peta digital sehingga konsentrasi mengemudi tidak terganggu. Jangan berbuat seenaknya seperti melawan arah atau memaksa keluar di pintu tol yang sudah kelewatan.
Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana kembali mengingatkan ketika pengemudi memasuki daerah yang masih asing atau belum mengenal rute jalan, jangan hanya mengandalkan GPS sepenuhnya.
"GPS memang penting sebagai alat pemandu selama dalam perjalanan. Tapi bukan bergantung 100%," ungkap Sony beberapa waktu yang lalu.
Masalah tersasar juga bisa disebabkan pencitraan dari satelit yang mungkin belum di-update.
Pengguna mesti merencanakan perjalanan dengan matang, khususnya hindari perjalanan di malam hari.
"Untuk daerah-daerah yang tujuannya tidak diketahui sebelumnya, hindari perjalanan malam hari, selain berpotensi sepi juga rawan kejahatan," ungkap Sony.
"GPS sebagai alat pemandu hanya 50%, sisanya pergunakan nalar dalam menentukan arahnya. Biasakan seperti itu untuk menghindari kesasar," imbuhnya.