Massa Ancam Jarah Rumah Eko Patrio, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Itu Minta Maaf
TRIBUNJATENG.COM – Kericuhan pasca aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI terus bergulir.
Setelah rumah mewah milik Ahmad Sahroni di Tanjung Priok diserbu massa, kini giliran nama komedian sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, ikut terseret.
Pada Sabtu malam (30/8/2025), jagat media sosial X (Twitter) ramai memperbincangkan isu bahwa rumah Eko Patrio bakal menjadi target berikutnya. Sejumlah unggahan viral menampilkan seruan untuk mendatangi kediaman anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.
“Katanya habis Sahroni, target berikutnya Eko Patrio,” tulis akun @Jak***** dengan menyematkan tagar #GerudukEko.
Unggahan lain menyebut, “Rumah-rumah pejabat jadi sasaran. Hati-hati, Eko Patrio kabarnya masuk daftar.”
Respons Publik dan Kontroversi Joget DPR
Ancaman tersebut tak lepas dari kekecewaan publik terhadap aksi sejumlah anggota DPR yang berjoget saat Sidang Tahunan MPR RI pada 16 Agustus 2025 lalu.
Dalam rekaman yang beredar, Eko Patrio dan rekannya sesama politisi, Uya Kuya, tampak berjoget riang.
Aksi itu dinilai kontras dengan kondisi rakyat yang sedang dihimpit gelombang PHK massal dan sulitnya mencari pekerjaan.
“Anggota DPR joget-joget sementara rakyat susah. Ini namanya tidak peka,” komentar akun @Raf*****.
Situasi ini diperparah dengan rumor mengenai kenaikan gaji anggota DPR sebesar Rp 3 juta per hari serta tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan. Kombinasi isu kesejahteraan pejabat dan keluhan ekonomi rakyat membuat amarah publik kian meluas.
Permintaan Maaf Eko Patrio
Menanggapi sorotan publik dan ancaman warganet, Eko Patrio akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @ekopatriosuper, pada Sabtu (30/8/2025) malam.
Dalam video berdurasi dua menit yang diunggah, Eko terlihat didampingi koleganya, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ucap Eko dalam video tersebut.
Ia mengaku mendengar aspirasi masyarakat dan memahami bahwa situasi anarkis unjuk rasa telah membawa luka bagi bangsa, terlebih bagi keluarga korban yang kehilangan orang tercinta.
“Tidak sedikit pun terbersit niat dari saya untuk memperkeruh keadaan. Tentunya, ke depan saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan juga menyampaikan pendapat,” tegasnya.
Komitmen Sebagai Wakil Rakyat
Dalam kesempatan yang sama, Eko Patrio menegaskan komitmennya untuk sungguh-sungguh menjalankan peran sebagai wakil rakyat dengan penuh ketulusan.
“Saya berharap permohonan maaf ini dapat diterima, sekaligus menjadi pengingat dan juga refleksi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan amanah serta tanggung jawab yang diberikan. Mari bersama-sama kita rawat persatuan dan kedamaian bangsa,” katanya.
Seruan Agar Tak Anarkis
Meski warganet ramai menyerukan aksi ke rumah pribadi Eko Patrio, ada pula suara yang mengingatkan agar protes tidak berujung pada tindakan anarki.
“Kalau protes, sampaikan di jalanan. Jangan sampai rumah pribadi jadi sasaran, itu bisa berbahaya,” tulis akun @Rid*****.
Dengan permintaan maaf tersebut, publik kini menunggu apakah situasi dapat mereda atau justru semakin memanas di tengah derasnya gelombang kritik terhadap para pejabat Senayan.
(*)
(*)