Ringkasan Berita:
- Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah meminta Pemko segera membentuk Satgas Pangan untuk mengendalikan lonjakan harga akibat terputusnya distribusi pascabanjir, yang membuat sejumlah komoditas langka dan mahal.
- Pemerintah berupaya memasok pangan lewat jalur udara; 1,5 ton bawang merah dan beberapa komoditas sedang dikirim untuk menekan harga cabai dan kebutuhan pokok lain.
- Pemko Banda Aceh menyiapkan gerakan pangan murah dengan 3.000 paket sembako serta melakukan sidak pasar untuk mencegah penimbunan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, meminta Pemko Banda Aceh segera membentuk Satgas Pangan.
Langkah ini diperlukan untuk memantau lonjakan harga yang dikhawatirkan makin tidak terkendali.
Dampak banjir yang melanda seluruh Aceh telah membuat transportasi antara Banda Aceh dengan Medan serta wilayah dataran tinggi Gayo terputus, sehingga menghambat pasokan kebutuhan pokok ke ibu kota provinsi.
Dalam dua hari terakhir, harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Banda Aceh melonjak tajam.
Cabai merah yang biasanya dijual seharga Rp80.000 per kilogram kini mencapai Rp 250.000. Telur juga naik nyaris mendekati Rp 100.000 per papan.
Selain itu, sejumlah bahan seperti telur, kol, tomat, bawang prei, hingga minyak curah semakin sulit ditemukan, karena putusnya jalur distribusi.
Oleh karena itu, Irwansyah meminta Satgas Pangan segera dibentuk untuk mengawasi kondisi pasar.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat pemerintah dalam mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga, agar masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak semakin terbebani.
Ia juga berharap pemerintah pusat dapat mencari solusi untuk memasok kebutuhan pokok ke Aceh di tengah terputusnya akses darat.
Katanya, saat ini pilihan suplai kebutuhan pokok hanya dapat dilakukan lewat jalur laut dan udara.
“Di tengah musibah banjir yang melanda Aceh, kita ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama disaat sulit seperti sekarang,”ujar Irwansyah saat meninjau pasar di Banda Aceh, Sabtu (29/11/2025).
Irwansyah juga menginformasikan bahwa sekitar 1,5 ton bawang merah sedang dikirim menggunakan pesawat dari Medan ke Aceh. Pasokan ini diharapkan dapat membantu menekan harga cabai yang terus melonjak.
“Alhamdulillah akan masuk beberapa komoditi dari luar dengan pesawat udara, seperti cabai, untuk itu kita minta agar pemerintah kota melalui dinas terkait dapat memastikan agar harga komoditi tersebut tidak dinaikkan, dan jangan dimainkan oleh oknum-oknum tertentu,”ujar Irwansyah.
Sebagai solusi, politisi muda PKS ini juga menekan perlunya langkah mensubsidi harga bahan pokok yang mengalami lonjakan.
Katanya, jika stok bahan pokok sudah tersedia, maka pemerintah dapat menggelar pasar murah kembali.
Ia juga memberi apresiasi kepada Pemko Banda Aceh yang telah turun langsung ke pasar memantau dan mengontrol harga kebutuhan pokok.
Pada kesempatan berbeda, Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin, menyampaikan bahwa pekan depan Pemko akan menggelar gerakan pangan murah dengan menyediakan 3.000 paket sembako.
Program ini diharapkan dapat menekan harga kebutuhan pokok di tengah situasi darurat.
Kata Jalaluddin, untuk mengendalikan kelangkaan pangan dan menahan laju kenaikan harga bahan pokok, Pemko Banda Aceh telah melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar utama di Banda Aceh.
“Seperti Pasar Setui, Pasar Al-Mahirah, dan Pasar Ulee Kareng. Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung perkembangan harga dan memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pedagang,” kata Jalaluddin. (*)