Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan menjadi lokasi pendistribusian bantuan untuk korban banjir
Banda (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Pelabuhan Krueng Geukueh di Kabupaten Aceh Utara menjadi titik distribusi bantuan logistik untuk korban banjir pada sejumlah kabupaten/kota di Aceh.
"Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan menjadi lokasi pendistribusian bantuan untuk korban banjir," kata Mendagri Tito Karnavian di sela-sela meninjau Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara, Minggu.
Mendagri menyebutkan distribusi logistik untuk sejumlah wilayah banjir di Aceh tidak bisa dilakukan melalui darat, karena banyak ruas jalan terputus akibat banjir.
Untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe hanya bisa didiskusikan melalui laut, karena ada beberapa jembatan di Kabupaten Bireuen terputus akibat banjir.
"Sedangkan distribusi logistik untuk korban banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dapat dipasok melalui jalur darat. Jadi, saya berharap Pelabuhan Krueng Geukueh dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk penanganan banjir di wilayah ini," kata Mendagri.
Mendagri menambahkan persediaan beras untuk kebutuhan masyarakat, terutama di Kota Lhokseumawe, pasca-banjir mencukupi. Namun jumlah persediaan juga perlu ditambah sehingga persediaan tetap terjaga.
"Jadi, keberadaan Pelabuhan Krueng Geukueh juga bisa digunakan untuk memasok kebutuhan masyarakat. Selama ini pasokan lewat jalur darat melalui Medan di Sumatera Utara atau Banda Aceh," katanya.
Mendagri Tito Karnavian menyebutkan Pelabuhan Krueng Geukueh juga dimanfaatkan Badan SAR Nasional (Basarnas) mengirim kebutuhan pencarian dan pertolongan korban banjir, seperti perahu karet dan lainnya.
"Setelah kami meninjau pelabuhan ini nanti akan kami sampaikan kepada kementerian terkait dalam menangani banjir di Provinsi Aceh, terutama dalam pendistribusian logistik kepada korban banjir," kata Menagri Tito Karnavian.







