penggunaan QRIS, menjadi penggerak penting dalam mempercepat perputaran roda ekonomi
Batam (ANTARA) - Layanan perbankan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sudah mencapai daerah pelosok Indonesia, bahkan hingga ke ujung negeri, di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.
"Enak sekali sekarang, belanja enggak perlu repot bawa uang tunai ke mana-mana. Cukup pindai QRIS, aman," kata warga Natuna Muhammad di Natuna, Ahad.
Layanan QRIS di Natuna tidak hanya bisa dinikmati di toko-toko. Bahkan pasar di kabupaten yang berbatasan dengan Vietnam itu juga melayani transaksi menggunakan QRIS.
Bahkan, kedai penganan dengan gerobak yang banyak di pinggir Pantai Piwang pun telah memasang kode QRIS untuk memudahkan pelanggannya bertransaksi.
Pemilik Rumah Makan Ajo Basamo, Buyung Apandi, mengatakan kini pelanggannya tidak repot membawa uang tunai untuk membayar belanja.
" Alhamdulillah, QRIS mempermudah, pakai HP langsung. enggak perlu tunai," kata dia.
Bagi pedagang, ia mengatakan pencatatan transaksi QRIS juga membantu dirinya dalam menghitung arus kas.
Buyung Apandi mengatakan tidak sulit untuk mengurus QRIS. Bahkan dirinya tidak perlu ke bank, karena pihak perbankan yang datang langsung ke rumah makan miliknya menawarkan layanan QRIS.
Menurut Buyung, saat ini 60 persen warung di Natuna telah menggunakan QRIS.
"Di pasar juga pakai QRIS. Saya belanja ke toko lain, belanja sayur juga pakai QRIS," kata dia.
Sebelumnya, Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri) mencatat penggunaan QRIS di wilayah provinsi tersebut menunjukkan pertumbuhan 181,93 persen secara tahunan hingga September 2025.
“Hingga September 2025, volume transaksi QRIS mencapai 64,94 juta transaksi, tumbuh 181,93 persen secara tahunan dengan nilai transaksi sebesar Rp7,71 triliun,” kata Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto.
Ia mengatakan peningkatan tersebut menandakan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Kepri semakin adaptif terhadap digitalisasi sistem pembayaran.
"Digitalisasi, termasuk penggunaan QRIS, menjadi penggerak penting dalam mempercepat perputaran roda ekonomi, baik di level lokal, nasional, maupun global,” ujar Rony.







