HRD Sarankan Gubernur Arahkan Kapal Aceh Hebat Layani Rute Banda Aceh - Lhokseumawe - Langsa - Medan
Muhammad Hadi November 30, 2025 05:32 PM

SERAMBINEWS.COM  - Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H. Ruslan Daud (HRD) menyarankan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk mengoptimalkan semua sumber daya yang dimiliki Aceh untuk membantu korban bencana.

Salah satunya adalah dengan mengarahkan Kapal Aceh Hebat untuk melayani rute Banda Aceh - Lhokseumawe - Langsa dan Belawan di Sumatera Utara.

"Pagi tadi saya membaca berita Serambi ada warga Langsa yang pulang dari Banda Aceh dengan boat. Karena akses darat terputus di beberapa titik. Mestinya ini menjadi inspirasi bagi Pemerintah Aceh untuk bertindak sigap," kata HRD kepada Serambi via telepon Minggu (30/11/2025).

Menurutnya, jalur pelayaran  Banda Aceh - Lhokseumawe - Langsa hingga ke Medan, akan membuka mobilitas warga untuk mendapatkan bahan makanan. 

"Truk-truk pengangkut sembako yang tertahan di Medan maupun di Banda Aceh, bisa bergerak via laut. Walaupun agak lama, tapi ada kepastian. Bukan seperti saat ini, warga menanti tanpa kepastian," ujarnya.

HRD juga mengatakan stok sembako saat ini juga sudah sangat menipis. Begitu juga harga sudah sangat melambung tinggi.

Selain itu, lanjut HRD, Gubernur juga mesti berkomunikasi secara intens dengan Pangdam dan Kapolda untuk mengerahkan aparat TNI/Polri untuk membangun jembatan beiley di titik-titik krusial.

Status darurat bencana nasional 

Gubernur Aceh juga perlu terus menerus berkomunikasi dengan Gubernur Sumut dan Sumbar, untuk bersama-sama mendesak Presiden agar menetapkan status darurat bencana nasional.

Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima relawan di lapangan, dampak kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di tiga provinsi ini (Aceh, Sumut, dan Sumbar), lebih luas dibandingkan dengan bencana tsunami tahun 2004 lalu.

"Waktu tsunami dulu, hanya 5-8 kabupaten di Aceh  yang mengalami kerusakan parah. Jalur darat ke Medan juga tak terputus, infrastruktur listrik dan telepon juga cepat pulih. Sementara banjir ini mungkin hanya 4 kabupaten aja yang selamat (Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Simeulue), 19 kabupaten lainnya rusak parah," kata HRD.

Hanya saja, saat tsunami jumlah korban jiwa lebih banyak dan menjangkau wilayah pesisir beberapa negara tetatangga, sehingga bantuan dunia lebih cepat datang saat itu.

"Jadi yang dibutuhkan dari Gubernur adalah kebijakan dalam kerangka besar untuk seluruh menangani korban di seluruh Aceh, bukan hanya datang ke beberapa titik untuk menyerahkan bantuan masa panik, pekerjaan itu cukup dinas saja yang turun ke lapangan. Ini bencana besar, bukan hanya banjir satu kabupaten," pungkas politisi PKB asal Bireuen ini. (adi)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.