TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) melonjak di Kampar. Peningkatan kasus saat memasuki musim hujan.
Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Asmara Fitrah Abadi mengatakan, lonjakan terjadi pada November.
Meningkat drastis dari bulan sebelumnya.
"September 10 kasus, Oktober 1 kasus, lalu November 50 kasus," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (19/12/2025). November nihil kasus kematian.
Menurut dia, tren tingginya jumlah kasus masih terjadi pada Desember ini.
Datanya akan dihimpun dari seluruh Puskesmas pada akhir bulan.
Baca juga: DBD Renggut Nyawa Satu Warga, Dinkes Kuansing Ingatkan Waspada Kasus Melonjak Meski Belum Status KLB
Data dari seluruh Puskesmas sejauh ini, jumlah total sebanyak 336 kasus dengan tujuh kematian.
Tersebar di 28 dari 31 Puskesmas se-Kampar.
Tiga Puskesmas dengan kasus nihil terdiri dari Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Gema Kecamatan Kampar Kiri Hulu, dan Kampa.
Sebagai informasi, Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, sangat rawan karena iklim mendukung perkembangbiakan nyamuk.
Kasus biasanya meningkat saat musim hujan karena banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Virus dengue dapat menyebabkan dua kondisi, demam dengue (lebih ringan) dan demam berdarah dengue (DBD) yang lebih parah dan berisiko fatal bila tidak ditangani.
Berikut sebaran kasus di 28 Puskesmas di Kampar, yang diurutkan dari jumlah terbanyak:
1. Pandau Jaya Kec. Siak Hulu: 48 kasus
2. Bangkinang: 46 kasus (2 meninggal)
3. Tambang: 36 kasus (1 meninggal)
4. Air Tiris Kec. Kampar: 35 kasus (1 meninggal)
5. Salo: 28 kasus
6. Tapung: 18 kasus (1 meninggal)
7. Laboy Jaya Kec. Bangkinang: 14 kasus
8. Kuok: 12 kasus (1 meninggal)
9. Kota Garo Kec. Tapung Hilir: 11 kasus
10. Sawah Kec. Kampar Utara: 10 kasus
11. Kubang Jaya Kec. Siak Hulu: 9 kasus (1 meninggal)
12. Lipat Kain Kec. Kampar Kiri: 9 kasus
13. Sungai Pagar Kec. Kampar Kiri Hilir: 9 kasus
14. Gunung Sari Kec. Gunung Sahilan: 7 kasus
15. Rumbio Jaya: 5 kasus
16. Pangkalan Baru Kec. Siak Hulu: 6 kasus
17. Simalinyang Kec. Kampar Kiri Tengah: 5 kasus
18. Pantai Cermin Kec. Tapung: 4 kasus
19. Tanah Tinggi Kec. Tapung Hilir: 4 kasus
20. Gunung Sahilan: 3 kasus
21. Pantai Raja Kec. Perhentian Raja: 3 kasus
22. Senama Nenek Kec. Tapung Hulu: 3 kasus
23. Sibiruang Kec. Koto Kampar Hulu: 3 kasus
24. Sukaramai Kec. Tapung Hulu: 3 kasus
25. Petapahan Kec. Tapung: 2 kasus
26. Batu Bersurat Kec. Kampar: 1 kasus
27. Batu Sasak Kec. Kampar Kiri Hulu: 1 kasus
28. Pulau Gadang Kec. XIII Koto Kampar: 1 kasus.
Sumber: Dinkes Kampar.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)